usaha bebek potong


Daging bebek sekarang mulai banyak diminati kalangan masyarakat, sehingga permintaan terhadap bebek potong juga meningkat.. hal ini tentunya usaha bebek potong ini mempunyai prospek yang menjanjikan. Sudah banyk contoh kisah sukses pengusaha bebek potong ini
Salah satu contoh bisa kita lihat di Desa celepan Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen, dimana sebagian besar warganya memilih untuk melakukan budidaya bebek. Sehingga daerah tersebut dikenal dengan sebutan “Kampung Bebek” penghasilannya pun terhitung lumayan besar, di daerah tersebut rata-rata setiap KK yang beternak bebek mendapat penghasilan hingga Rp. 9 juta perbulannya, dan itupun hanya dari menjual telurnya saja.
Jika kita lihat kondisi sekarang permintaan pasar tidak hanya pada telur bebek, tetapi permintaan terhadap daging bebek juga semakin meningkat, ini bisa kita lihat dengan semakin merebaknya restoran dan rumah makan yang secara khusus menawarkan sajian daging bebek, dengan aneka pilihan menu. Dari melihat potensi yang ada maka bisnis budidaya bebek potong dapat dijadikan pilihan didalam melakukan usaha.
Namun sebelum seseorang memulai melakukan budidaya bebek potong alangkah baiknya jika mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Dan didalam pemeliharaan bebek potong, peternak sebaiknya memelihara bebek jantan. Kenapa? Hal ini dimaksudkan karena bebek jantan memiliki berbagai keunggulan dan keuntungan apabila ditinjau dari segi ekonomi. Dimana harga bibit bebek jantan lebih murah dibanding dengan harga bibit bebek betina, lalu dari segi pemeliharaan pun pertumbuhan bebek jantan lebih baik daripada bebek betina sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama antara 2-3 bulan berat badan bebek bisa mencapai tidak kurang dari 1,5 kg. Dan itu adalah berat yang biasa dibutuhkan oleh konsumen. Selain berat juga dikarena pada umur yang muda menghasilkan daging yang lebih empuk, gurih dan nilai gizi yang lebih tinggi.
Nah silahkan anda pikirkan, apakah anda akan memulai bisnis ini atau tidak, semoga bermanfaat bagi yang membacanya

usaha bebek potong

Daging bebek sekarang mulai banyak diminati kalangan masyarakat, sehingga permintaan terhadap bebek potong juga meningkat.. hal ini tentunya usaha bebek potong ini mempunyai prospek yang menjanjikan. Sudah banyk contoh kisah sukses pengusaha bebek potong ini
Salah satu contoh bisa kita lihat di Desa celepan Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen, dimana sebagian besar warganya memilih untuk melakukan budidaya bebek. Sehingga daerah tersebut dikenal dengan sebutan “Kampung Bebek” penghasilannya pun terhitung lumayan besar, di daerah tersebut rata-rata setiap KK yang beternak bebek mendapat penghasilan hingga Rp. 9 juta perbulannya, dan itupun hanya dari menjual telurnya saja.
Jika kita lihat kondisi sekarang permintaan pasar tidak hanya pada telur bebek, tetapi permintaan terhadap daging bebek juga semakin meningkat, ini bisa kita lihat dengan semakin merebaknya restoran dan rumah makan yang secara khusus menawarkan sajian daging bebek, dengan aneka pilihan menu. Dari melihat potensi yang ada maka bisnis budidaya bebek potong dapat dijadikan pilihan didalam melakukan usaha.
Namun sebelum seseorang memulai melakukan budidaya bebek potong alangkah baiknya jika mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Dan didalam pemeliharaan bebek potong, peternak sebaiknya memelihara bebek jantan. Kenapa? Hal ini dimaksudkan karena bebek jantan memiliki berbagai keunggulan dan keuntungan apabila ditinjau dari segi ekonomi. Dimana harga bibit bebek jantan lebih murah dibanding dengan harga bibit bebek betina, lalu dari segi pemeliharaan pun pertumbuhan bebek jantan lebih baik daripada bebek betina sehingga dalam waktu yang relatif tidak lama antara 2-3 bulan berat badan bebek bisa mencapai tidak kurang dari 1,5 kg. Dan itu adalah berat yang biasa dibutuhkan oleh konsumen. Selain berat juga dikarena pada umur yang muda menghasilkan daging yang lebih empuk, gurih dan nilai gizi yang lebih tinggi.
Nah silahkan anda pikirkan, apakah anda akan memulai bisnis ini atau tidak, semoga bermanfaat bagi yang membacanya

budidaya ikan bandeng

Ikan bandeng merupakan ikan yang cukup diminati para petani ikan, iakn ini biasanya hidup di air laut, namun banyak juga yang membudidayanya di air payau, Dalam budidaya ikan bandeng, Kebanyakan petani memperbanyak pemberian pupuk anorganik (Urea), sehingga bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dikemudian hari, yaitu bukannya produksi melimpah seperti yang diharapkan tetapi malah tanah menjadi tandus (tidak subur) sehingga pakan alami berupa plankton serta kelekap akan

sulit tumbuh, akibatnya ikan bandeng pertumbuhannya lambat bahkan dapat timbul penyakit / keracunan, sehingga produksi akan menurun dan bahkan tidak akan pernah panen lagi seperti yang diharapkan. Apabila dipandang dari sudut ekonomi tentunya akan semakin banyak biaya produksi yang terbuang untuk pembelian pupuk anorganik yang bahkan semakin sulit dicari dan harganyapun melonjak semakin mahal (meskipun harga pupuk untuk petani tersebut telah disubsidi oleh pemerintah), bagaimana bila kelak subsidi kemudian dikurangi atau dihentikan, tentu mereka akan mengeluh dan tidak bisa menerima keadaan tersebut.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah pola pikir atau kebiasaan lama tersebut dan siap dengan menerapkan sistem baru yang lebih ramah lingkungan. Cara atau teknik yang diterapkan sebenarnya telah dikenal oleh para pembudidaya ikan karena sistem ini telah biasa diterapkan pada budidaya udang, yaitu tidak memakai pupuk anorganik secara berlebihan (bahkan sama sekali tidak perlu memakai pupuk anorganik)tetapi dengan menggunakan pupuk organik secara terkontrol serta melakukan pengolahan lahan tambak secara baik dan benar. Manfaat penggunaan pupuk ORGANIK bila ditinjau dari segi ekonomis tentunya lebih murah dan lebih efisien bila dibandingkan untuk biaya pembelian pupuk Urea, selain itu untuk tahap budidaya selanjutnya dapat dilakukan pengurangan dosis pupuk organik (lebih hemat)karena efek terhadap kesuburan lahan tambak masih terus berlangsung.
Teknik budidaya bandeng untuk memacu pertumbuhan dan mempersingkat masa panen sebenarnya cukup sederhana, namun dalam pembahasan ini satu hal yang perlu diperhatikan adalah tidak adanya pemakaian bahan kimia dan pupuk anorganik. Pengolahan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan pengeringan lahan tambak secukupnya (sampai tanah merekah) lalu dilakukan pembajakan/pembalikan tanah, kemudian tebar PUPUK ORGANIK (kompos/fine kompos/bokashi) disebar secara merata di lahan tambak (takaran pupuk organik yaitu ± 3 – 5 ton per hektar)disesuaikan dengan kondisi kesuburan lahan tambak, setelah itu lakukan penebaran kapur pertanian/dolomit (takaran dolomit antara 500-1000 kg/hektar) disebar merata. Pemupukan lanjutan Pemupukan lanjutan yaitu dengan menyiapkan kantong (sak) yang telah diisi dengan pupuk organik / fine kompos lalu tempatkan di sekeliling dalam petakan tambak (ditanam separo dalam tanah) kemudian ditusuk (diberi lubang) hal ini dimaksudkan agar proses penguraian pupuk dalam air dapat berlangsung secara terus menerus(kontinyu) sehingga lebih efektif dan efisien. Manajemen Pakan (pengaturan pemberian pakan) Pakan yang diberikan adalah pakan pelet apung khusus untuk ikan bandeng (kadar protein antara 25-35%), dimana pemberian pakan buatan atau pelet mulai dilakukan setelah stock pakan alami mulai menipis atau mulai diberikan setelah masa pemeliharaan 1 (satu) bulan sampai dengan panen. Perhitungan secara “sederhana” terhadap jumlah pakan yang diberikan dapat dimulai dengan takaran 30 – 60 kg untuk jangka waktu 2 (dua) minggu, selanjutnya setelah dua minggu kedepan dan selanjutnya secara rutin takaran dinaikkan sebesar dua kali lipat dari sebelumnya, demikian terus dilakukan sampai panen.
Nah semoga bisa menjadi bahan pertimbangan anda

cara budidya ikan bandeng

Ikan bandeng merupakan ikan yang cukup diminati para petani ikan, iakn ini biasanya hidup di air laut, namun banyak juga yang membudidayanya di air payau, Dalam budidaya ikan bandeng, Kebanyakan petani memperbanyak pemberian pupuk anorganik (Urea), sehingga bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dikemudian hari, yaitu bukannya produksi melimpah seperti yang diharapkan tetapi malah tanah menjadi tandus (tidak subur) sehingga pakan alami berupa plankton serta kelekap akan sulit tumbuh, akibatnya ikan bandeng pertumbuhannya lambat bahkan dapat timbul penyakit / keracunan, sehingga produksi akan menurun dan bahkan tidak akan pernah panen lagi seperti yang diharapkan. Apabila dipandang dari sudut ekonomi tentunya akan semakin banyak biaya produksi yang terbuang untuk pembelian pupuk anorganik yang bahkan semakin sulit dicari dan harganyapun melonjak semakin mahal (meskipun harga pupuk untuk petani tersebut telah disubsidi oleh pemerintah), bagaimana bila kelak subsidi kemudian dikurangi atau dihentikan, tentu mereka akan mengeluh dan tidak bisa menerima keadaan tersebut.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah pola pikir atau kebiasaan lama tersebut dan siap dengan menerapkan sistem baru yang lebih ramah lingkungan. Cara atau teknik yang diterapkan sebenarnya telah dikenal oleh para pembudidaya ikan karena sistem ini telah biasa diterapkan pada budidaya udang, yaitu tidak memakai pupuk anorganik secara berlebihan (bahkan sama sekali tidak perlu memakai pupuk anorganik)tetapi dengan menggunakan pupuk organik secara terkontrol serta melakukan pengolahan lahan tambak secara baik dan benar. Manfaat penggunaan pupuk ORGANIK bila ditinjau dari segi ekonomis tentunya lebih murah dan lebih efisien bila dibandingkan untuk biaya pembelian pupuk Urea, selain itu untuk tahap budidaya selanjutnya dapat dilakukan pengurangan dosis pupuk organik (lebih hemat)karena efek terhadap kesuburan lahan tambak masih terus berlangsung.
Teknik budidaya bandeng untuk memacu pertumbuhan dan mempersingkat masa panen sebenarnya cukup sederhana, namun dalam pembahasan ini satu hal yang perlu diperhatikan adalah tidak adanya pemakaian bahan kimia dan pupuk anorganik. Pengolahan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan pengeringan lahan tambak secukupnya (sampai tanah merekah) lalu dilakukan pembajakan/pembalikan tanah, kemudian tebar PUPUK ORGANIK (kompos/fine kompos/bokashi) disebar secara merata di lahan tambak (takaran pupuk organik yaitu ± 3 – 5 ton per hektar)disesuaikan dengan kondisi kesuburan lahan tambak, setelah itu lakukan penebaran kapur pertanian/dolomit (takaran dolomit antara 500-1000 kg/hektar) disebar merata. Pemupukan lanjutan Pemupukan lanjutan yaitu dengan menyiapkan kantong (sak) yang telah diisi dengan pupuk organik / fine kompos lalu tempatkan di sekeliling dalam petakan tambak (ditanam separo dalam tanah) kemudian ditusuk (diberi lubang) hal ini dimaksudkan agar proses penguraian pupuk dalam air dapat berlangsung secara terus menerus(kontinyu) sehingga lebih efektif dan efisien. Manajemen Pakan (pengaturan pemberian pakan) Pakan yang diberikan adalah pakan pelet apung khusus untuk ikan bandeng (kadar protein antara 25-35%), dimana pemberian pakan buatan atau pelet mulai dilakukan setelah stock pakan alami mulai menipis atau mulai diberikan setelah masa pemeliharaan 1 (satu) bulan sampai dengan panen. Perhitungan secara “sederhana” terhadap jumlah pakan yang diberikan dapat dimulai dengan takaran 30 – 60 kg untuk jangka waktu 2 (dua) minggu, selanjutnya setelah dua minggu kedepan dan selanjutnya secara rutin takaran dinaikkan sebesar dua kali lipat dari sebelumnya, demikian terus dilakukan sampai panen.
Nah semoga bisa menjadi bahan pertimbangan anda

cara pemanenan ikan gurame

Dalam budidaya ikan gurame, hal yang tak boleh dilewatkan dalam perhatian adalah pemanenan dan pasca pemanenan,, nah berikut adalah cara pemanenan ikan gurame yang baik

PANEN
Penangkapan
Pemanenan benih dapat dilakukan setelah benih berumur 1 bulan. Caranya dengan menyurutkan air sedikit demi sedikit sementara saluran air masuk diperkecil. Pasanglah jaring lembut di pintu pengeluaran untuk menampung benih atau bisa juga dengan membuat parit di tengah kolam menuju ke lubang pengeluaran. Bibit yang terawat baik bisa mencapai bobot 0,3 gram/ekor pada saat dipanen. Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat tersantung dari ukuran yang diminta konsumen. Umumnya pemanenan dilakukan setelah ikan berumur 2-3 tahun, ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor. Adapun cara penangkapan: air disurutkan sedikit demi sedikit, penangkapan dilakukan pada pagi hari. Hindari cara penangkapan yang dapat menyebabkan ikan terluka.
Pembersihan
Setelah air kolam surut, benih digiring masuk ke petak kecil. Kemudian diserok dan dimasukkan ke dalam keranjang panen. Biasanya waktu panen tidak hanya gurame saja yang tertangkap, sehingga sebelum ikan dimasukkan ke kolam pemberokan, harus diseleksi dan dibersihkan terlebih dahulu. Pembersihan benih dilakukan selama 1 hari. tujuannya agar ikan tidak mabuk sewaktu diangkut ke pasar. Lamanya pembersihan disesuaikan dengan besarnya benih.
PASCAPANEN
1) Penanganan ikan hidup Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
a. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.
b. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
c. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
2) Penanganan ikan segar Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
a. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
b. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
c. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
3) Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan pascapanen benih adalah sebagai berikut:
1) Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
2) Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam. 3) Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
4) Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Sistem terbuka Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.
b. Sistem tertutup Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
(1) masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
(3) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
(3) alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);
(4) kantong plastik lalu diikat.
(5) kantong plastic dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:
1) Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
2) Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastic terjadi perlahan-lahan.
3) Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.
4) Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
5) Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.
Demikian cara pemanenan ikan gurame semoga bermanfaat..

cara pembibitan ikan mas

dalam pembibitan ikan mas harus ada beberapa hal yng diperhatikan agar dapat mnghasilkan pendapatan yang ditargetkan,, nah berikut saya posting tentang cara pembibitan ikan mas dengan benar

1) Pemilihan Bibit dan Induk

Usaha pembenihan ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu secara tradisional, semi intensif dan secara intensif. Untuk peningkatan produksi benih perlu dilakukan penyeleksian terhadap induk ikan mas. Adapun ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah sebagai berikut:

a. Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan:umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
b. Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
c. Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih;panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
d. Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
e. Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.

Sedangkan ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalahsebagai berikut:
a) Betina
– Badan bagian perut besar, buncit dan lembek.
– Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.
– Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.

b) Jantan
– Badan tampak langsing.
– Gerakan lincah dan gesit.
– Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.

2) Sistim Pembenihan/Pemijahan
Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu:

a. Sistim pemijahan tradisional Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secara tradisional, yaitu:

– Cara sunda:
(1) luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;
(2) disediakan injuk untuk menepelkan telur;
(3) setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.

– Cara cimindi:
(1) luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari,induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
(2) disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
(3) setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
(4) tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.

– Cara rancapaku:
(1) luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar

kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari,

induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam

penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
(2) disediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata diseluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
(3) setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
(4) setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.

– Cara sumatera:
(1) luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, indukdimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
(2) disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air; (3) setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
(4) setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

– Cara dubish:
(1) luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan; (2) sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
(3) setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
(4) setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.

– Cara hofer:
(1) sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.

b. Sistim kawin suntik

Pada sisitim ini induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang

cara budidaya ikan gurame

Gurame adalah jenis ikan tawar yang harganya terbilang tinggi, oleh karena itu banyak petani yang tertarik untuk membudidayakan ikan gurame.. karena selain harganya yang mahal… banyak juga permintaan terhadap ikan gurame karena rasanya yang enak… namun tak mudah untuk membudidaya ikan jenis ini,,
Nah berikut adalah cara budidaya ikan gurame dengan baik,,
Ada banyak yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan jenis ini,, nah berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan gurame..

MENYIAPKAN KOLAM GURAMI
Secara teori, ikan gurami menyukai air dengan kadar keasaman 6,5 sampai 7.0 dan suhu air 24-28 derajat Celcius
Makanan GURAMI
Seperti dikatakan bahwa Gurami adalah mahluk Vegetarian, atau kata anak saya Herbivor. Keuntungannya segala macam daun-daunan yang lembut strukturnya bisa di “empan” kan kepada gurami dewasa. daun-daun yang akan diberikan kepada peliharannya terlebih dahulu sehingga layu, dengan demikian getah yang beracun bisa dinetralisir. Daun-daun yang diajurkan adalah sebagai berikut: Daun talas/keladi, Daun ketela Singkong, Daun Kangkung, Ketimun, Tauge, bisa tauge kacang hijau, tauge kacang merah dan tauge dari bibit padi muda. Labu, Talas, Pellets
Telor Gurami
seekor biang gurami memerlukan kavling 15-20 meter persegi. Pemacek (pejantan) boleh mengawini empat ekor biang. Bila pejantan sudah mulai mengejar yang biang, maka kolam pemijahan harus disiapkan. Setahun, ikan bisa bertelur sampai dua kali sehingga harsu dilakukanPerbaikan Kolam, Kolam harus sudah dikeringkan, dan ditaburi kapur 100-200 gr/meter persegi guna membunuh hama dan parasit. Kedalaman kolam harus 60-100 meter persegi

Penetasan di petakan kolam
Kolam petakan terlebih dahulu harus disterilkan dengan cara mengeringkan dasr kolam, pemberian kapur sebanyak 100-200 gram per meter persegi, pemberian pupuk kandang 150-200 gr per meter persegi, pemberian pupuk urea 15-20 gr per meter persegi sehingga terciptta suasana kolam yang bersih, namun subur akan mikroorganisme yang dibutuhkan ikan kelak.

Penetasan dalam wadah
PEMATANG
Bentuk pematang yang disukai dewasa ini adalah trapesium yang melebar di bagian bawahnya

SALURAN PEMBUANGAN AIR atau drainase

Saluran pembuangan atau drainase sangat vital, biasanya saluran ini harus lebih besar sehingga kalau terpaksanya harus mengeringkan lebih dari satu kolam secara bersamaan, lubang saluran tidak kewalahan sampai sampai meluap.

MENCEGAH BAU LUMPUR
Ada beberapa lngkah untuk ini yaitu: Mengurangi intensitas matahari, Pemupukan yang seimbang, Pemberian pakan dalam jumlah yang tepat, Penyaringan air kolam, Penebaran ikan pemakan plankton
Pemberaan
Selamat mencoba budidaya ikan gurame,

cara budidaya ikan lele

Salah satu budidaya ikan yang prospeknya menjanjikan Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

* Sistem Budidaya

Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :

1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.

2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).

Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.
Dalam bididaya ikan lele ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar budidaya yang anda lakukan dapat mendapatkan hasil yang maksimal beberapa tahapan yang harus diperhatikan yaitu:
•Pembuatan Kolam. : Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian).
•Pemilihan Induk
•Persiapan Lahan.
•Pemindahan.
•Pendederan.: Manajemen Pakan, Manajemen Air, Manajemen Kesehatan

Itu tadi beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan lele.untuk lebih jelasnya atau detailnya saya uraikan di artikel lain, semoga bermanfaat bagi anda yang berminat untuk budidaya ikan lele, silahkan mencoba.

cara budidaya ikan nila

Petani ikan suka budidaya ikan nila karena, ikan nila ini merupakan ikan yang memiliki harga jual yang tinggi selain itu ikan nila ini merupakan ikan yang pertumbuhannya pesat jika dibandingkan ikan lain, selain itu bisa di tempatkan diberbagai jenis kolam, nah berikut adalah cara budidaya ikan nila dengan baik,

Habitat ikan Nila

Ikan nila memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Ikan memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 – 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 – 30 derajat. Hal yang paling berpengaruh dengan pertumbuhannya adalah salinitas atau kadar garam jumlah 0 – 29 % sebagai kadar maksimal untuk tumbuh dengan baik. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.

Perkembangbiakan

Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

Kebiasaan makan ikan Nila

Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.

Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosexe

Nah demikian tentang cara budidaya ikan nila, silahkan mencoba..