Mengatasi Penyakit Diabetes Pada Burung Kenari

Kenari adalah burung yang mudah terserang penyakit, terutama pada kaki. Banyak fakfor yang bisa menjadi penyebabnya, salah satunya bisa karena diserang virus yang berasal dari sangkarnya yang kotor.

Kenari yang terkena diabetes mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Saraf kaki terlihat berwarna kemerah-merahan
  • Kondisi burung agak lesu
  • Kotoranya tetap seperti biasa
  • Nafsu makan tetap sama seperti biasa
Jika anda menemui burung kenari dengan ciri-ciri diatas, maka tidak dapat dipungkiri bahwa kenari yang telah anda temui tersebut benar-benar menderita penyakit diabetes. Berikut cara menanggulangi penyakit diabetes yang di derita kenari tersebut :
  1. Berikan makanan biasa saja (jangan diberi telur dan kroto)
  2. Perbanyaklah sayur-sayuran seperti sawi ijo
  3. Penjemuran kenari hanya sebentar
  4. Beri minuman yang ditambah vitamin
Jika anda telaten merawat kenari yang terkena penyakit diabetes dengan cara tersebut, dalam jangka waktu kurang lebih satu 1 bulan kenari anda akan sembuh

Salam
Citra Jevan

Snot Pada Kenari


Ciriciri Kenari Terkena Penyakit Snot :

  • Burung kenari terlihat lesu (ngantuk)
  • Mata berair
  • Sering menggesekgesekan paruh ke tangkringan
  • Muka dan mata terlihat bengkak
  • Burung kenari tidak napsu makan akibatnya lama kelamaan menjadi kurus dan Mati
Penanganan Snot

Karena merasa risi dengan mata yang berair kemudian burung menggaruk-garukkan ke tenggeran sehingga kulit sekitar mata lecet sehingga terjadi infeksi dan kemudian mengalami pembekakan. Penyakit ini sering terjadi pada kenari yang mengalami defesuensi vitamin A sehingga epitel disaluran pencernaan mudah rusak dan mudah dimasuki oleh mikro organisme.

Pengobatan dengan trimezyn tidak dapat menyembuhkan penyakit, sehingga obat tersebut mending tidak digunakan penyakit ini dapat disembuhkan dengan pemberian anti biotik yang tepat selama 3 sampai 5 hari. Penyakit ini dapat menular melalui pakan dan minuman yang terkontaminasi dengan mikroorganisme ini.

Burung yang sakit sebaiknya dipisahkan dengan burung yang lain, agar burung lain tidak tertular sebaiknya diberikan telur rebus dan sayuran setiap hari dan dijemur selama 30 menit. Untuk meningkatkan daya tahan burung agar tidak terserang penyakit snot, sebaiknya pada air minumnya diberi multivitamin yang mengandung vitamin A dosis tinggi dengan kurun waktu 2x seminggu.

Vitamin A akan menjaga kebutuhan epoyelium sehingga sulit dimasuki oleh bakteri


Snot atau Coryza

Penyakit snot atau coryza disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum. Penyakit ini menyerang sekitar bagian muka burung sehingga menyebabkan bengkak dan muncul benjolan berwama merah di sekitar hidung, mata, dan telinga. Cara penulanannya melalui perantaraan burung lain, udara, debu, makanan, dan minuman. Penularan penyakit ini juga dapat malalui keturunan. Tanda-tanda serangan penyakit snot atau coryza yang dapat dilihat adalah muka bengkak, hidung berlendir, sering bersin-bersin, sesak napas, dan nafsu makan turun. Jika tidak ditangani secara serius, lama kelamaan burung yang terserang penyakit ini akan mati.
Pencegahan terhadap serangan penyakit snot atau coryza dapat dilakukan dengan cara menjauhkan burung kenari yang terserang penyakit dan kelompok burung yang lain agar tidak menular. Di samping itu, sangkar tempat makan, dan minum harus selalu dibersihkan dan segala kotoran. Burung kenari yang terlanjur terserang penyakit snot atau coryza harus segera diberi obat yang sesuai.


Sumber : kenariku.tripod.com