PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.x

Cuplikan kata pengantar :


” ArcGIS merupakan software GIS yang “LUAR BIASA”. Alhamdulillah…telah tertuangkan lagi Pengolahan Citra Digital Menggunakan Software ArcGIS 9.2. Sedikit tulisan ini merupakan cuplikan dan editan dari tulisan sebelumnya ……………………

Pengolahan citra digital pada umumnya menggunakan software-software pengolahan citra, seperti ENVI, ErMapper, Erdas, Ilwis, dll.Tetapi seperti halnya ArcView dengan ekstensi Image Analyst, software ArcGIS ini juga mempunyai kemampuan dalam pengolahan data raster dengan fasilitas ArcToolbox-nya yang memiliki bermacam-macam Tools dan ekstensi yang disediakan ArcGIS.


Tulisan ini sekedar sharing pengalaman dan semoga dapat bermanfaat. ………. “


Berikut daftar isi dari series E-book posting in GIS community – Komunitas GIS group/milist mengenai PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.x.

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.x (PCD_ARCGIS_GEOVISI.pdf upload in komunitas gis Aug 16 2008), berisi :

A. DISPLAY CITRA
B. KOMPOSIT CITRA
C. DISPLAY NILAI PIXEL CITRA

D. DISPLAY NILAI RENTAN BAND/SALURAN CITRA
E. GEOREFERENCE CITRA
F. KLASIFIKASI MULTISPEKTRAL CITRA
– KLASIFIKASI UNSUPERVISED
– KLASIFIKASI SUPERVISED

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS -lanjutan (PCD_ARCGIS_GEOVISI-2.pdf upload in komunitas gis Dec 30 2008), berisi :
A-F. Rangkuman dari sebelumnya (PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.x)
G. KOREKSI RADIOMETRIK
# Ekstensi Spatial Analyst
# Map Algebra
H. MOSAIK CITRA
I. PEMFILTERAN (FILTERING)
J. EKSTRAKSI DATA – PEMOTONGAN CITRA
K. TRANSFORMASI CITRA
– Penajaman Citra
– Principal Components Analysis
– Band Ratio
– Indeks Vegetasi

Thanks to inigis yang telah share this e-book via blog nya…it’s really nice,,,thanks from me and geovisi 🙂

PCD_ARCGIS_GEOVISI.pdf upload in komunitas gis Aug 16 2008
PCD_ARCGIS_GEOVISI-2.pdf upload in komunitas gis Dec 30 2008


Semoga bisa bermanfaat 🙂

Best Regards,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/
Komunitas GIS

Learn GIS and Remote Sensing is Luar Biasa 🙂

in GeoVisi we learn and do short course or training with 3 :
“Do by Learning…”
“…learn by doing”
“Do by learning, learn by doing”

More complete information, please contact :
Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan SIG, GPS, Pengolahan Citra Penginderaan Jauh dapat menghubungi :


P.T. Geovisi Mitratama
Alamat/Address :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info@geovisi.com

please join this group to share about gis and remote sensing :
http://groups.google.com/group/komunitas-gis

Penginderaan Jauh Kelautan – suhu permukaan laut

KAJIAN SUHU PERMUKAAN LAUT
BERDASARKAN ANALISIS DATA PENGINDERAAN JAUH

————————————————————————————-
——————————————————————————–

Perkembangan cepat teknologi penginderaan jauh (remote sensing) menjadikannya sebagai metodologi survey mutakhir yang secara kontinyu dapat dimanfaatkan untuk menyajikan kondisi laut dengan akurat secara ruang dan waktu. Saat ini banyak citra penginderaan jauh yang dapat dimanfaatkan untuk aplikasi kelautan terutama lapisan permukaan laut, diantaranya ialah NOAA- AVHRR (National Oceanic and Atmospheric Administration – Advanced Very High Resolution Radiometer) dan Aqua MODIS (Aqua – Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer).

Stasiun bumi NOAA menerima data AVHRR dari satelit dalam bentuk data mentah yang dikenal dengan data HRPT (High Resolution Picture Transmission) secara rutin 2 – 4 kali/hari. Oleh karena itu, siklus harian NOAA cukup baik untuk mengamati perubahan yang terjadi di laut dengan resolusi spasial yang terbatas mencapai 1,1 km. Cakupan citranya cukup luas dengan lebar pandang mencapai 2399 km pada setiap citra global yang dihasilkan.

Data MODIS memiliki resolusi temporal 1-2 hari dan data dapat diperoleh melalui download dalam format data HDF (Hierarchical Data Format). Resolusi spasial dari 250 m (band 1-2), 500 m (band 3-7), dan 1 km (band 8-36) dengan cakupan citra mencapai 2330 km.

Saluran-saluran radiasi inframerah termal dari NOAA-AVHRR dan Aqua MODIS, berfungsi untuk mendeteksi radiasi termal yang dipancarkan oleh permukaan bumi. Berdasarkan hubungan antara suhu dengan intensitas emisi maka data AVHRR dan MODIS dapat dimanfaatkan untuk mengukur suhu permukaan laut.

Suhu permukaan laut merupakan parameter yang berkaitan dengan berbagai fenomena laut, sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi daerah upwelling, front, arus laut, arus eddie, daerah konsentrasi ikan dan kemungkinan kandungan mineral (Medellu, 1986). Selain itu, data suhu permukaan laut amat penting untuk mengetahui keseimbangan laut dan atmosfer dari waktu ke waktu (Constan et al., 1983 dalam Medellu, 1986).

————————————————————————————
Citra merupakan gambaran visual tenaga yang direkam dengan menggunakan piranti penginderaan jauh (Ford, 1979, dalam Sutanto, 1986).

Oseanografi dapat didefinisikan secara sederhana sebagai suatu ilmu yang mempelajari lautan (Hutabarat dan Evans, 1985).

Remote Sensing biasa juga disebut sistem penginderaan jauh merupakan suatu teknologi yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi dan mengetahui karakteristik objek di permukaan bumi, baik daratan maupun permukaan laut dan perairan tanpa melakukan kontak langsung dengan objek yang diteliti tersebut (Lillesand dan Kiefer, 1979).

Suhu adalah ukuran energi gerakan molekul (Paena, M., 2002).

————————————————————————————–

Salam Penginderaan Jauh untuk Kelautan bagi Indonesia tercinta…

dari: Aji Putra Perdana

Pengolahan Citra NOAA-AVHRR

Pengolahan Citra NOAA-AVHRR, kelanjutan dari kisah sebelumnya
http://ajiputrap.blogspot.com/2008/11/penginderaan-jauh-kelautan-suhu.html

Pengolahan citra satelit NOAA-AVHRR sebagai salah satu citra satelit penginderaan jauh dengan resolusi spasial yang rendah dan mempunyai kelebihan yakni resolusi temporal yang daily.

Stasiun bumi NOAA menerima data AVHRR dari satelit dalam bentuk data mentah yang dikenal dengan data HRPT (High Resolution Picture Transmission) secara rutin 2 – 4 kali/hari. Oleh karena itu, siklus harian NOAA cukup baik untuk mengamati perubahan yang terjadi di laut dengan resolusi spasial yang terbatas mencapai 1,1 km. Cakupan citranya cukup luas dengan lebar pandang mencapai 2399 km pada setiap citra global yang dihasilkan.

Saluran-saluran radiasi inframerah termal dari NOAA-AVHRR, berfungsi untuk mendeteksi radiasi termal yang dipancarkan oleh permukaan bumi. Berdasarkan hubungan antara suhu dengan intensitas emisi maka data AVHRR dapat dimanfaatkan untuk mengukur suhu permukaan laut. Pengolahan citra NOAA-AVHRR untuk dapat diekstraksi informasinya sebagai data suhu permukaan laut melalui berbagai tahapan pengolahan citra digital dengan memanfaatkan software pengolahan citra digital.

Dalam hal ini software yang digunakan cukup unik, karena memadukan berbagai software yang ada. Software pengolahan citra digital ER-Mapper 6.4 untuk mempersiapkan citra NOAA-AVHRR hingga menjadi citra yang siap diolah; ENVI 4.0, untuk mengolah citra NOAA-AVHRR dan Aqua MODIS hingga menjadi citra yang siap untuk dijadikan peta; ArcGIS 9.0 untuk proses pengkelasan dan layout sehingga menjadi peta jadi.

———————————————————————————–
Apa itu NOAA dan AVHRR???

NOAA merupakan singkatan dari National Oceanic and Atmospheric Administration, adalah badan induk dari Dinas Udara Amerika Serikat (U.S. Weather Service).

Lembaga ini mengoperasikan satelit seri NOAA yang masing-masing membawa sensor Advanced Very High Resolution Radiometer (AVHRR).

Data AVHRR dapat diperoleh dalam 3 format :
• High Resolution Picture Transmission (HRPT)
• Local Area Coverage (LAC)
• Global Area Coverage (GAC)

*more informations :
– http://noaasis.noaa.gov/NOAASIS/ml/avhrr.html
For additional information regarding the AVHRR, examine the NOAA-KLM User’s Guide or the USGS AVHRR site

———————————————————————————–
Mas Cakep sekedar berbagi 🙂 mengenai pengolahan citra satelit NOAA-AVHRR saat melakukan skripsi yang berjudul “Kajian Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Analisis Data Penginderaan Jauh dan Data Argo Float di Selatan Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara” di tahun 2006 telah diuji oleh tim penguji yang terdiri dari dosen pembimbing, dosen penguji dan dosen tamu penguji “guest star”.

Dalam skripsi tersebut menggunakan dua citra satelit penginderaan jauh resolusi rendah yaitu NOAA-AVHRR (resolusi spasial 1,1 km) dan Aqua MODIS (resolusi spasial 1km).

Kala itu data citra satelit penginderaan jauh NOAA-AVHRR yang digunakan yaitu Citra satelit NOAA-AVHRR yakni Level 1B NOAA-17 perekaman bulan Desember 2004 hingga Februari 2005 untuk daerah penelitian (selatan dari pulau jawa, bali dan kepulauan nusa tenggara.,,,,ya..samudera hindia…waow,,,)

Perolehan data yang digunakan dalam skripsi tersebut, selain dari download data via internet (untuk citra Aqua MODIS dan data Argo Float), data Citra NOAA-AVHRR yakni citra satelit NOAA-17 dari bulan Desember 2004 hingga Februari 2005 diperoleh dari Biro Riset dan Observasi Kelautan (BROK), Perancak-Bali.
Terima kasih banyak untuk Pak Realino dan kawan-kawan di SEACORM, Biro Riset dan Observasi Kelautan (BROK), Perancak-Bali. Sukses selalu buat penelitian-penelitiannya…
* perlu dikaji mengenai formula SST yang cocok untuk wilayah perairan di Indonesia yang luas dan cukup unik dengan berbagai keanekaragamannya dan karakteristiknya,.,,

Pengolahan Citra NOAA-AVHRR yang saya lakukan saat itu menggunakan ER-Mapper 6.4 hingga menjadi citra yang siap diolah, sedangkan step/langkah selanjutnya dengan menggunakan software pengolahan citra lainya yakni ENVI 4.0 (maklum kebiasaan iseng-iseng eksplorasi dan kolaborasi software-software…).

Pengolahan citra NOAA-AVHRR ini meliputi tahap penyiapan citra ke dalam format digital yang sesuai dan tahap pengolahan. Data NOAA-AVHRR yang digunakan ialah data L1B dengan software ER-Mapper diimport menjadi format *.ers untuk dapat dilanjutkan ke tahap pengolahan selanjutnya.

Tahap pengolahan merupakan pemrosesan citra yang meliputi koreksi radiometrik dan geometrik, masking untuk daratan dan awan, mosaik citra apabila diperlukan untuk memberikan gambaran daerah penelitian secara utuh dan melakukan pemotongan citra sesuai dengan daerah penelitian, kemudian yang terakhir yaitu perolehan data suhu permukaan laut dari citra dengan menggunakan formula suhu permukaan laut yang telah ditentukan.
Formula suhu yang digunakan yaitu Formula McMillin & Crosby:
SPL = Tb4+2.702*(Tb4-Tb5)-0.582

————————————————————————————
* Bambang Trisakti, dkk dalam tulisannya Study of Sea Surface Temperature (SST) using Landsat-7 ETM (In Comparison with Sea Surface Temperature of NOAA-12 AVHRR)McMillin and Crosby method (Pellegrini dan Penrose, 1986), which has been calibrated with insitu data in Madura Strait waters, Situbondo Regency

atau dalam http://ivy3.epa.gov.tw/OMISAR/Data/OMISAR/wksp.mtg/WOM13/wom13www/02-08%20Bambang%20Trisakti_full%20paper.doc
————————————————————————————
tulisan lainnya yang menggunakan McMillin & Crosby :
– oleh H Murakami : http://www.eorc.jaxa.jp/TRMM/imgdt/day_vrs/virs_sst.pdf
————————————————————————————

Pengolahan Citra NOAA-AVHRR melalui beberapa tahapan pengolahan citra digital.
Dari tahapan pengolahan citra yakni persiapan data, pemrosesan citra digital hingga penyajian data hasil pengolahan cita digital menggunakan software image processing dan GIS. Tahapan pemrosesan/pengolahan citra NOAA-AVHRR secara digital sebagai berikut:
Koreksi Radiometrik
Koreksi radiometrik yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki nilai piksel agar sesuai dengan nilai pancaran spektral obyek sebenarnya dan mengurangi atau menghilangkan efek atmosferik pada citra.
Koreksi Geometri
Koreksi geometri merupakan proses perujukkan titik-titik pada citra ke titik-titik yang sama di medan ataupun di peta, yang diketahui koordinatnya.
Masking
Masking ini bertujuan untuk menghilangkan unsur yang tidak perlu dan tidak dapat diolah. Melakukan masking daratan dan awan dengan menggunakan saluran 1, 2 dan 3.
Mosaik
Mosaik citra dilakukan dengan menggabungkan dua citra bahan, sehingga dihasilkan citra yang menggambarkan daerah penelitian secara penuh.
Pemotongan Citra
Pemotongan citra sangat diperlukan untuk membatasi daerah yang akan diteliti sehingga cakupan daerah penelitian tidak terlalu lebar.
———————————————————————————-
Hasil pengolahan citra NOAA-AVHRR dan juga citra Aqua MODIS yang digunakan dalam skripsi ini dalam prosesnya untuk tahap terakhir diolah dengan software ENVI 4.0 untuk kemudian disajikan dalam bentuk peta dengan menggunakan software ArcGIS 9.0. Untuk membantu dalam proses pengkelasan suhu, maka hasil pengolahan SPL dari ENVI 4.0 disimpan dalam format asciii. Format ini akan dijadikan menjadi data raster dengan menggunakan convert ascii to raster pada ArcGIS 9.0. untuk dapat mengetahui nilai dan membuat pengkelasan suhu. Setelah itu, pengkelasan suhu diatur dengan pembedaan warna dari tiap-tiap suhu.
——
*jika menggunakan ENVI versi di atas ENVI 4.0, misal ENVI 4.2 atau selanjutnya, data hasil pengolahan dengan ENVI bisa disimpan ke dalam format IMG dari erdas imagine, untuk kemudian dapat dibuka dengan mudah dan leluasa untuk pengaturan symbologi nya di ArcGIS.
——
Untuk bebaca, silahkan lihat postingan sebelum2nya :
http://ajiputrap.blogspot.com/2008/11/penginderaan-jauh-kelautan-suhu.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2008/11/argo-float-aqua-modisnoaa-avhrr-odv.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2008/10/arcgis-for-image-processing.html

dan banyak lagie….silahkan dilihat2 ae…hehe
—————————————————————————
Salam Penginderaan Jauh untuk Kelautan bagi Indonesia tercinta…

Aji Putra Perdana
– sok ocean, sok iso, sok tenan, sok atuh –
*udah di to be continued……

————————————————————————————-
Perdana, Aji Putra, (2006). Kajian Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Analisis Data Penginderaan Jauh dan Data Argo Float di Selatan Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. ( download )
————————————————————————————-
Perdana, Aji Putra, (2006). Study Of Sea Surface Temperature Based On Analysis Of Remotely Sensed Data And Argo Float Data In The South Of Java Island, Bali Island And Nusa Tenggara Archipelago. Skripsi. Yogyakarta: Faculty of Geography, Gadjah Mada University. ( download ) menggunakan formula


Web Gis

Kartografi
Rencana Costumize ArcView »

webgis_ashe_med 
Bab 1 Perkembangan Web GIS
Sebelum kita melangkah ke perkembangan web GIS maka kita akan sedikit mundur ke belakang untuk mengetahui sedikit sejarah tentang web gis. Seperti kita ketahui internet mulai mendunia pada tahun 90 an atau pada saat WWW pertama kali di perkenalkan pada khalayak ramai. Saat inipun internet telah menjadi unsur penting dalam proses pembelajaran dan untuk mendapatkan informasi yang cepat, mudah dan murah. Perkembangan internet tidak hanya di satu bidang saja akan tetapi mencakup berbagai bidang seperti perdagangan, perobatan, pendidikan, pertanian dan lain sebagainya.
Seiring dengan perkembangan teknologi, salah satu teknologi yang turut berkembang adalah GIS. GIS mampu untuk memberi berbagai data yang berguna untuk individu atau masyarakat. Melihat potensi internet yang mampu menjanjikan peningkatan penyaluran informasi baik graik, teks, peta dan sebagainya, maka pada tahun 1995 para pengkaji mencari cara yang sesuai untuk menggabungkan dua teknologi yang sangat berguna ini. penggabungan dua hal ini secara tidak langsung telah mengubah corak penyampaian informasi ke dalam bentuk yang lebih menarik, ringkas dan mudah dipahami, dan seiring pertambahan waktu maka webgis pun semakin improtif.
Akhir-akhir ini pembangunan sangat marak dan para developer mencoba untuk mendapatkan keuntungan untuk membangun, mengimplementasi dan meningkatkan kemampuan aplikasi GIS. Meskipun GIS merupakan satu sistem yang mampu menyediakan berbagai informasi tetapi mash banyak yang sama sekali tidak tau tentang gis. Sejujurnya salah satu produk WebGIS yang pertama saya kenal adalah Google Earth. dan itu baru akhir-akhir ini saja mulai menggunakannya. Dari hal ini jika saya berasumsi banyak orang yang seperti saya, maka bisa dinyatakan bahwa WebGIS masih belum banyak di ketahui orang dan masih sedikit yang mengerti.
Pada awal kemunculannya GIS merupakan teknologi yang berdiri sendiri, dan salah satu yang membuatnya tidak familiar di masyarakat adalah karena harganya yang mahal. Selain itu pakar dibidang ini juga sedikit. Akan tetapi masalah seperti ini bisa diselesaikan dengan menggabungkan teknologi internet dan GIS. Teknologi ini kemudian dikenal dengan nama WebGIS yang mempunyai berbagai infomasi yang disebar dan bisa digunakan oleh setiap kalangan.
WebGis merupakan suatu sistem yang mengandung sebagian atau bahkan hampir semua fungsi yang ada dalam perisian GIS konvensional, serta fungsi tambahan lain yang menggunakan internet sebagai perantara. Dengan internet pula terkadang survey data bisa dilakukan dengan cepat, dan data terbaru bisa didapatkan karena ada interaksi dengan banyak orang.
Bab 2 Berbagai Software GIS
Sebuah WebGIS tidak bisa berdiri sendiri di internet tanpa ada software pembantunya. Secara umum WebGIS terdiri dari beberapa komponen utama yaitu
1. Data berupa data spasial dan atribut data.
2. Software yang bisa berupa
  • WebGIS server aplication
  • Server middleware – untuk menginterpretasikan request dari client sehingga bisa berinteraksi dengan aplikasi WebGIS
  • Web server
  • Client web browser
  • Client-side Applet atau plug-in – tergantung permintaan
  • Web database application – php, asp.net, dsb
3. Hardware berupa central server computer
Berikut ini akan saya tampilkan beberapa software WebGIS .
  1. Autodesk MapGuide menggunakan php atau ASP.net untuk database interface. mapguide server bisa menggunakan Windows Server dan untuk pengoprasian menggunakan GUI. download
  2. GeoMedia WebMap sebuah intergraph’s Web-base map yang menampilkan dan melakukan analisa secara realtime pada geospasial data. download
  3. MapServer merupakan produk opensource untuk menampilkan data spasial dalam web. download
  4. MapFish terdiri dari 2 bagian yaitu client dan server, dan menggunakan javascript sebagai frameworknya. download
  5. dan lain sebagainya.
Bab 3 Potensi Penggunaan WebGis
WebGis punya potensi yang besar sebagai penghasil uang. Mungkin yang pertama adalah dari sektor pembuatan mapnya sendiri. Yang kedua adalah dari sponsor. yang dimaksud sponsor disini bukan hanya iklan yang biasa berupa banner yang ada di setiap sudut sebuah website, tetapi bisa juga melewati map. Contoh studi kasus adalah sebagai berikut: misalkan seseorang mempunyai sebuah web berbahasa indonesia yang saya khususkan untuk beredar di indonesia saja dalam artian tidak bisa diakses dari luar negeri. Kemudian Traffic dari web itu adalah 10ribu pengunjung tiap harinya. Karena kolom untuk banner sudah penuh, dia mempunyai inisiatif untuk menambahkan webgis dalam websitenya. fitur ini kemudian dipasarkan dan banyak yang merespon positif. cara mengiklankannya cukup mudah, hanya perlu menentukan posisi kemudian masukkan data yang diperlukan seperti foto tempat dan lain sebagainya. karena sang pengiklan merasa terbantu maka mereka mengeluarkan sejumlah uang sebagai tanda jasa. hal yang sama yang mungkin dilakukan oleh Google, karena lebih dari 90% pendapatan mereka berasal dari iklan.
source :
jasongibbs.com
eprints.utm.my
webgisdev.com
fajar
google

Rencana Costumize ArcView

Untuk jendela proyek maka hanya ada view, table, chart, dan scripts. Sedangkan menu saya hilangkan help karena help di vista tidak muncul maka untuk sementara dihilangkan terlebih dahulu.

awal

Untuk ‘view’ maka saya menambahkan sebuah button tambah titik. Tambah titik ini diharapkan bisa sebagai alat bantu awal ketika mengolah data raster. Kemudian di tools point sebenarnya ada banyak tools akan tetapi saya merasa yang banyak digunakan setelah program jadi hanya poligon dan titik saja jadi saya pisahkan kedua tool ini. untuk button memang banyak yang dihilangkan terutama di bagian zooming. Saya kira cukuplah tool zoom + dan –  serta pan untuk melihat peta. Query builder juga dihilangkan karena di menu sudah ada. Untuk menu sendiri, yang saya rasa bakalan sering di pergunakan adalah File, Edit, View, dan Theme.

awal 2

Sedangkan untuk tables chart dan Script saya tidak melakukan banyak perubahan didalamnya. Secara keseluruhan maka seolah tidak banyak yang ditambah atau dikurangi. Akan tetapi jumlah tool dan button masih banyak kemungkinan untuk berubah.


Mas@ blog for G.I.S only

Kartografi

peta jaman dahulu 
Menurut Ensiklopedia bebas ‘Wikipedia’, Kartografi (atau pembuatan peta) merupakan sebuah  studi atau praktek membuat peta atau globe. Pada pembuatan peta maka ada proses grafis sehingga sebuah gambar menjadi informatif. sedangkan bahan untuk pembuatan peta sendiri adalah semua bahan yang secara keseluruhan atau sebagian menggambarkan bumi atau benda angkasa dalam semua skala, termasuk peta dan gambar rencana dalam 2 dan 3 dimensi; peta penerbangan, pelayaran, dan angkasa; bola peta bumi; diagram balok; belahan; foto udara, satelit, dan foto ruang angkasa; atlas; gambar udara selayang pandang, dan sebagainya.

Dahulu sebelum masa perkembangan komputer, untuk membuat peta maka diperlukan studi lapangan dan digambar menggunakan pena serta kertas. Pada masa sekarang ini pembuatan peta tetap memerlukan tenaga ahli akan tetapi mereka lebih di mudahkan oleh teknologi. Para ahli bisa mendapatkan data yang akurat melalui satelit, dan dengan perangkat lunak pembantu mereka bisa membuat peta yang detail dan presisi.
Agar didapatkan sebuah peta yang berkualitas tinggi maka diperlukan berbagai proses panjang diantaranya adalah:
  • Perancanaan Peta : perencanaan bisa di bilang sebagai tujuan pembuatan peta. Daerah mana yang akan kita petakan. Jika tujuan telah ditetapkan maka langkah berikutnya adalah..
  • Pencarian dan pengumpulan data : Langkah ini mempunyai dua metode, yang pertama adalah metode langsung. metode ini merupakan metode konvensional yaitu tim pembuat peta meninjau langsung daerah yang akan dipetakan. Metode ke dua adalah metode tidak langsung, dimana pembuat peta hanya mencari data dari peta atau data-data yang sudah ada sebelumnya.
  • Pengolahan data : pada langkah ini pembuat peta akan mengolah data yang telah diterima. Dengan adanya software-software GIS maka pengolahan data bisa lebih mudah dari pada dengan pengolahan konvensional.
  • Penyajian dan Penggambaran data : pada langkah ini pembuat peta akan membuat peta dari dara yang telah diolah, baru kemudian akan digambar pada suatu media.
  • Penggunaan Data : langkah terakhir, dari langkah terakhir maka akan ditentukan bahwa peta yang dibuat bagus apa tidak. Pengguna akan menilai bahwa peta yang dibuat mudah dimengerti atau tidak. Begitu pula dengan ketepatan data yang diperoleh. Jika peta yang dibuat mudah di mengerti dan presisi maka peta tersebut bisa dibilang peta yang bagus.
Dalam pembuatan peta yang baik, maka terdapat beberapa standart yang harus dipenuhi:
  1. Menampilkan suatu lokasi dan/ atau atribut.
  2. Menampilkan suatu hubungan, baik antar lokasi (jarak), antar atribut (suhu vs vegetasi), antara lokasi dan atribut (produksi dan distribusi), dan antar atribut hasil penghitungan (income per capita).
  3. Mempunyai skala atau referensi untuk orientasi jarak atau lokasi.
  4. Mempunyai informasi mengenai koordinat atau sistem proyeksi yang digunakan.
  5. Menggunakan tanda-tanda atau simbologi yang sistematik.
  6. Mempunyai informasi tekstual seperti judul atau legenda.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kartografi
http://en.wikipedia.org/wiki/Cartography
http://fitoridesu.multiply.com/journal/item/32/Kartografi_peta_Gis
http://ipankreview.wordpress.com/2009/03/15/pemetaan-dan-simbol-peta-bagian-1/
Modul_Gis_Sku.pdf

Detail Gagasan tentang Aplikasi GIS

tugas: Penjabaran fungsi di Legend editor
Revisi : Detail Gagasan tentang Aplikasi GIS »
 
Beberapa waktu yang lalu saya mengajukan judul untuk gagasan aplikasi GIS.
pada saat itu saya mengajukan tentang Web GIS. akan tetapi karena cangkupan dari web GIS terlalu luas maka saya diharuskan memilih tema yang lebih spesifik. setelah saya timbang-timbang lagi maka saya memutuskan untuk membuat aplikasi GIS berbasis web dengan public service sebagai backgroundnya.
nantinya web gis ini akan menampilkan setiap data keluarga di suatu daerah.
dengan adanya data tersebut maka pemerintah akan lebih mudah dalam melakukan sensus penduduk. selain itu dengan mengetahui populasi masyarakat di suatu daerah tertentu maka diharapkan pemerintah kota tidak salah dalam melakukan investasi ataupun pembangunan. sasaran lain dari data ini adalah para surveyor produk barang atau jasa ataupun para sales promotion. dengan mengetahui pangsa pasar, maka mereka dapat melakukan strategi perdagangan yang lebih baik dari pada harus door-to-door ke rumah calon customer. kalau mau dikembangkan lagi, mungkin bisa di kolaborasikan dengan direktorat pajak untuk mengetahui keluarga mana yang belum membayar pajak, dll.
untuk sumber data yang pasti adalah google earth walaupun sampai saat ini belum bisa mengambil gambar besar dari suatu daerah. sumber yang lain kemungkinan adalah instansi pemerintah di bidang kependudukan(belum tau bagaimana cara meminta, karena ada kemungkinan data tersebut bersifat rahasia).


Mas@ blog for G.I.S only

Penjabaran fungsi di Legend editor

tugas

untuk sementara saya hanya menemukan 2 type dari legend editor, kedua gambar dibawah ini saya ambil dari legend editor untuk country dan City. untuk masing masing legend editor ternyata legend type nya tidak sama.
country 
cities1
Jika dilihat pada dua gambar diatas maka tipe legend pada masing masing legend editor ada 5. jika dari kedua gambar digabungkan maka akan ada 6 type legend dari legend editor. yaitu
  • Single symbol: Simbol dan warna yang sama digunakan untuk semua fitur dalam theme.theme sendiri tidak di klasifikasikan dalam field/peta.
  •  
  • single-simbol
  • Graduated color: graduated color digunakan untuk membuat warna bayangan yang biasanya dari terang ke gelap. contoh pemakaian bisa pada cities, dengan menggunakan graduated color dan mengambil sampel berdasarkan populasi  maka kita bisa mengetahui kota mana yang padat penduduk dan mana yang tidak. semakin gelap warna maka akan semakin banyak penduduknya. contoh lain mungkin pada laut, yang biasanya semakin gelap warna laut maka semakin dalam pula laut itu.
  •  
  • graduated-color
  • Graduated symbol: Simbol besar ke kecil digunakan untuk melambangkan kelas. penggunaan yang umum pada cities. dengan mengambil clasifikasi field population maka akan diketahui kota mana yang mempunyai populasi banyak yaitu yang mempunyai simbol besar.
  •  
  • graduated-symbol
  • Unique value: Mempunyai banyak variasi warna dan terkadang digunakan secara acak. unique value melambangkan kelas. uniquq value biasanya digunakan untuk peta dunia dengan banyak negara, dan masing-masing negara mempunyai warna tersendiri.
  •  
  • unique-value
  • Dot: Setiap titik tertentu mewakili jumlah pengamatan dari fenomena yang dipetakan. Jumlah titik pengamatan yang mewakili masing-masing diatur dalam Legend Editor. Atau, ArcView akan menghitung rasio ini dengan menggunakan tombol Hitung. 
  •  
  • dot
  • Chart: Pie chart dan bar menunjukkan grafik distribusi beberapa atribut sekaligus. Untuk pie chart, besarnya pie dapat proporsional untuk atribut lain. Relatif proporsi dibandingkan beberapa langkah dapat ditampilkan dengan pie chart. Ukuran setiap pie (diameter) dapat dikontrol sebagai fungsi lain lapangan. penggunaan pada country untuk mengetahui populasi, pendatang dan penduduk asli di suatu daerah
  •  
  • .chart-kota

  • chart-countri

Sistem Koordinat dan Proyeksi Peta

resume

Peta merupakan gambaran suatu tempat seperti kota, negara atau benua yang memperlihatkan kharakteristik utamanya bila di lihat dari atas [Collin English Dictionary, 2003]. Jadi pemetaan dapat diartikan sebagai kegiatan penggambaran permukaan bumi yang di proyeksikan ke dalam bidang datar dengan skala tertentu. Sebuah peta dasar dibuat dengan skala terkecil mulai dari 1 : 50.000 sampai 1 : 250.000. Pembagian peta di Indonesia mengacu pada system proyeksi Universal Transvers Mercator (UTM) dengan system koordinat DGN 95 atau WGS 84.
Sistem Proyeksi
Proyeksi diartikan sebagai metoda/cara dalam usaha mendapatkan bentuk ubahan dari dimensi tertentu menjadi bentuk dimensi yang sistematik. Analoginya adalah sama dengan saat kita akan menghitung luas kulit jeruk. Untuk menghitungnya kita harus mengupasnya dan meletakkannya pada bidang datar. Karena awalnya kulit jeruk tersebut 3 Dimensi dengan dikupas dan di letakkan mendatar maka dipaksakan menjadi 2 Dimensi maka sebagai akibatnya terjadi perubahan dari bentuk awal yang dikarenakan adanya sobekan, mengembang atau berkerut. Maka dalam hal ini bumi adalah jeruk dan sobekan kulit jeruk nantinya akan menjadi sebuah peta.
kulit bumi
Pemindahan dari globe ke bidang datar harus diusahakan akurat. Agar kesalahan diperkecil sampai tidak ada kesalahan maka proses pemindahan harus memperhatikan syarat-syarat di bawah ini:
  • Bentuk-bentuk di permukaan bumi tidak mengalami perubahan (harus tetap), persis seperti pada gambar peta di globe bumi.
  • Luas permukaan yang diubah harus tetap.
  • Jarak antara satu titik dengan titik lain di atas permukaan bumi yang diubah harus tetap.
Di dalam proses pembuatan peta untuk dapat memenuhi ketiga syarat di atas sekaligus adalah suatu hal yang tidak mungkin. Bahkan untuk dapat memenuhi satu syarat saja untuk seluruh bola dunia juga merupakan hal yang tidak mungkin, yang bisa dipenuhi hanyalah satu saja dari syarat-syarat di atas dan ini hanya untuk sebagian kecil dari muka bumi.
Oleh karena itu, untuk dapat membuat rangka peta yang meliputi wilayah yang lebih besar harus dilakukan kompromi ketiga syarat di atas. Akibat dari kompromi itu maka lahir bermacam jenis proyeksi peta.
Proyeksi berdasarkan bidang asal
  • Bidang datar (zenithal)
  • Kerucut (conical)
  • Silinder/Tabung (cylindrical)
  • Gubahan (arbitrarry)
  •  
proyeksi1
Jenis proyeksi datar, kerucut dan tabung merupakan proyeksi murni, tetapi proyeksi yang dipergunakan untuk menggambarkan peta yang kita jumpai sehari-hari tidak ada yang menggunakan proyeksi murni di atas, melainkan merupakan proyeksi atau rangka peta yang diperoleh melaui perhitungan (proyeksi gubahan).
Ada banyak sistim Proyeksi, diantaranya yang digunakan dalam kepentingan pemetaan adalah Proyeksi Silinder Melintang yang dikenalkan oleh Mercator dan bersifat Universal atau disebut UTM ( Universal Tranvers Mercator ) sistim ini telah dibakukan oleh BAKOSURTANAL sebagai sistim Proyeksi Pemetaan Nasional. Mengapa menggunakan sistem UTM, karena:
  1. Kondisi geografi negara Indonesia membujur disekitar Garis Katulistiwa atau garis lingkar Equator dari Barat sampai ke Timur yang relatip seimbang.
  2. Untuk kondisi seperti ini, sistim proyeksi Tranvers Mercator/Silinder Melintang Mercator adalah paling ideal (memberikan hasil dengan distorsi minimal).
  3. Dengan pertimbangan kepentingan teknis maka dipilih sistim proyeksi Universal Transverse Mercator yang memberikan batasan luasan bidang 6º antara 2 garis bujur di elipsoide yang dinyatakan sebagai Zone.
UTM menggunakan silinder yang membungkus ellipsoid dengan kedudukan sumbu silindernya tegak lurus sumbu tegak ellipsoid (sumbu perputaran bumi) sehingga garis singgung ellipsoid dan silinder merupakan garis yang berhimpit dengan garis bujur pada ellipsoid. Pada system proyeksi UTM didefinisika posisi horizontal dua dimensi (x,y) menggunakan proyeksi silinder, transversal, dan conform yang memotong bumi pada dua meridian standart. Seluruh permukaan bumi dibagi atas 60 bagian yang disebut dengan UTM zone. Setiap zone dibatasi oleh dua meridian sebesar 6° dan memiliki meridian tengah sendiri. Sebagai contoh, zone 1 dimulai dari 180° BB hingga 174° BB, zone 2 di mulai dari 174° BB hingga 168° BB, terus kearah timur hingga zone 60 yang dimulai dari 174° BT sampai 180° BT. Batas lintang dalam system koordinat ini adalah 80° LS hingga 84° LU. Setiap bagian derajat memiliki lebar 8 yang pembagiannya dimulai dari 80° LS kearah utara. Bagian derajat dari bawah (LS) dinotasikan dimulai dari C,D,E,F, hingga X (huruf I dan O tidak digunakan). Jadi bagian derajat 80° LS hingga 72° LS diberi notasi C, 72° LS hingga 64° LS diberi notasi D, 64° LS hingga 56° LS diberi notasi E, dan seterusnya.
proyeksi3
gambar : Zona UTM Dunia
Setiap zone UTM memiliki system koordinat sendiri dengan titik nol pada perpotongan antara meridian sentralnya dengan ekuator. Untuk menghindari koordinat negative, meridian tengah diberi nilai awal absis (x) 500.000 meter. Untuk zone yang terletak dibagian selatan ekuator (LS), juga untuk menghindari koordinat negative ekuator diberi nilai awal ordinat (y) 10.000.000 meter. Sedangkan untuk zone yang terletak dibagian utara ekuator, ekuator tetap memiliki nilai ordinat 0 meter.
Untuk wilayah Indonesia terbagi atas sembilan zone UTM, dimulai dari meridian 90° BT sampai dengan 144° BT dengan batas pararel (lintang) 11° LS hingga 6° LU. Dengan demikian wilayah Indonesia dimulai dari zone 46 (meridian sentral 93° BT) hingga zone 54 (meridian sentral 141° BT).
proyeksi4
Sistem Koordinat
Sistem koordinat merupakan suatu parameter yang menunjukkan bagaimana suatu objek diletakkan dalam koordinat. Ada tiga system koordinat yang digunakan pada pemetaan yakni:
1.Sistem Koordinat 1 Dimensi : satu sumbu koordinat
proyeksi7
2.Sistem Koordinat 2 Dimensi.
proyeksi5
3.Sistem Koordinat 3 Dimensi.
proyeksi6
Posisi acuan dapat ditetapkan dengan asumsi atau ditetapkan dengan suatu kesepakatan matematis yang diakui secara universal dan baku. Jika penetapan titik acuan tersebut secara asumsi, maka sistim koordinat tersebut bersifat Lokal atau disebut Koordinat Lokal dan jika ditetapkan sebagai kesepakatan berdasar matematis maka koordinat itu disebut koordinat yang mempunyai sistim kesepakatan dasar matematisnya.
Koordinat Geografi pada Proyeksi UTM adalah salah satu transformasi geografi yang mempunyai referensi Posisi Acuan dan arah yang sama yaitu Titik Pusat Proyeksi untuk posisi dan arah utara Grid di Meridian Pusat sebagai arah acuan.

Cara mengakses citra satelit NOAA

Sejauh ini saya belum bisa mengetahui cara mendapatkan data langsung dari satelit NOAA selayaknya pada saat menggunakan Google Earth. untuk melakukan penangkapan citra NOAA    digunakan piranti lunak yang lain seperti piranti lunak NOAA Capture.
Untuk menggunakan NOAA Capture maka kita mulai dengan memanggil programnya.



mulai1

gambar 1 : memulai NOAA Capture

Kemudian kita akan masuk di menu orbit plan yaitu menu yang berfungsi dalam melaksanakan rencana penangkapan data satelit NOAA yang melintas pada suatu area. Rencana penangkapan data satelit ini bisa dilakukan sampai beberapa hari kedepan dan rencana penangkapan tersebut akan tersimpan pada menu orbit plan.

noaa21

gambar 2 : Orbit Plan

Menu orbit plan terdiri dari beberapa sub-menu seperti Orbit, region, view dan Help. Pada sub-menu orbit dapat dilakukan rencana penagkapan yang pertama (first), rencana penangkapan selanjutnya (next) atau rencana penangkapan sebelumnya (previous) dan menyimpan rencana penangkapan (save). Untuk mengaktipkan sub-menu ini, bisa juga dilakukan dengan mengklik beberapa tombol seperti yang digambarkan pada gambar 2 dibagian bawah, atau dengan cara yang lain seperti menekan tuts pada keyboard secara bersamaan misalnya Ctrl+F (first), Ctrl+N (next), Ctrl+P (previous) dan Ctrl+S (save).

Sub-menu region adalah untuk menentukan luasan area yang akan dipantau, batasan area pantauan digambarkan dengan dua garis kuning diantara sedangkan luasan area yang dapat dipantau digambarkan dengan kotak yang berwarna merah seperti yang ditunjukkan pada gambar 2 dibagian bawah. Untuk memperbesar area pemantauan bisa dilakukan dengan menekan tuts pada keyboard seperti Ctrl + X (untuk memperbesar area kearah horizontal atau sumbu X) dan Ctrl + Y (untuk memperbesar area kearah vertikal atau sumbu Y).

Sub-menu view adalah sub-menu yang menampilkan informasi tentang data satelit tersebut, sedangkan sub-menu help adalah sub-menu yang menampilkan informasi yang berkaitan dengan orbit plan.

Pada menu help terdapat sub-menu yang digunakan untuk melihat umur dari data orbit satelit yang digunakan. Umur dari data satelit yang digunakan akan berpengaruh pada citra yang akan ditangkap, semakin baru data orbit yang digunakan akan memberikan hasil    yang baik sehingga akan lebih memudahkan dalam geokoreksi citra atau memudahkan   proses Map move. Umur dari data orbit satelit yang direkomendasikan adalah kurang dari 14 hari atau sebelum dua minggu.


Fungsi badan golgi


Fungsi badan golgi adalah


– Sebagai tempat sintesis polisakarida seperti mucus ( lendir )
– Membentuk membran plasma ( Karena mengsekresikan protein )
– Membentuk akrosom pada sel sperma, kuning telur ( yolk ) dan lisosom
– Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan oleh sel seperti protein, glikoprotein, karbohidrat dan lemak