Kategori: Info Pendukung
Gerak Pada Tumbuhan
1. Gerak Nasti
a. Seismonasti (Tigmonasti)
Seismonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan berupa sentuhan / tekanan. Contoh dari gerak seismonasti : membuka dan menutupnya daun putrid malu (mimosa pudica).
b. Termonasti
Termonasti adalah gerak nasti karena pengaruh suhu / temperature. Contoh dari gerak termonasti : Membukanya bunga tulip karena pengaruh temperature yang biasa ini terjadi pada daerah dingin.
c. Fotonasti
Fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan karena rangsang berupa cahaya. Contoh dari gerak fotonasti :
Gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
Gerak mekarnya bunga waru (Hibiscus tiliaceus)
Gerak mekarnya bunga kupu-kupu.
d. Niktinasti
Niktinasti adalah gerak menutup/rebahnya tumbuhan pada saat hari gelap/menjelang malam. Gerak ini terjadi karena perubahan tekanan turgor pada pulvinus seperti halnya pada seismonasti. Contoh dari gerak ini : gerak tidur petai daun petai cina pada malam hari.
e. Nasti kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus yang terkait. Contohnya : Gerak membuka dan menutupnya sel penutup pada stomata.
2. Gerak Tropisme
Gerak Tropisme adalah gerak tumbuh bagian tubuh tumbuhan. Gerak tumbuh ini dapat mendekati/menjauhi sumber rangsang. Jika gerakannya mendekati sumber rangsang disebut tropisme positif, dan sebaliknya. Gerak tropisme dibagi menjadi 7, yaitu :
a. Fototropisme
Fototropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan mendekati / menjauhi cahaya matahari. Fototropisme positif (mendekati arah sinar) diperlihatkan oleh pertumbuhan tunas-tunas daun/batang, sedangkan fototropisme negatif (menjauhi arah sinar) diperlihatkan oleh gerak tumbuh akar.
b. Geotropisme
Geotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan mendekati/menjauhi arah gaya gravotasi bumi. Geotropisme yang mendekati gaya gravitasi bumi (+), contohnya gerak tumbuh akar. Geotropisme yang menjauhi gaya gravitasi bumi (-), contohnya gerak tumbuh batang.
c. Tigmotropisme / Haptotropisme
Tigmotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena ada rangsang berupa sentuhan / singgungan. Contoh Tigmotropisme : gerak sulur yang melilit pada tumbuhan anggota familia cucurbitaceae, anggur, dan beberapa leguminosae.
d. Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang yang berupa zat / bahan kimia.
Contoh-contoh Kemotropisme :
Gerak tumbuh akar menuju ke daerah-daerah yang banyak mengandung unsur-unsur hara.
Gerak berbeloknya ujung akar menjauhi besi yang berkarat didalam tanah.
Gerak benang sari menuju ke indung telur karena adanya rangsang berupa senyawa kimia yang dikeluarkan oleh indung telur.
e. Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena ada rangsang berupa air. Contoh Hidrotropisme : gerak tumbuh akar yang menuju ke daerah yang lebih banyak mengandung air.
f. Reotropisme
Reotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang berupa arus air contohnya : gerak tumbuhan air yang tumbuh searah dengan arus air pada sungai-sungai yang berarus deras.
g. Termotropisme
Termotropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsng berupa panas. Bagian tubuh tumbuhan dapat bergerak mendekati/menjauhi panas.
3. Gerak Taksis
Gerak Taksis adalah gerak pindah tempat tubuh tumbuhan yang arahnya ditentukan oleh arag datangnya rangsang.
Gerak Taksis dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Fototaksis
Fototaksis adalah gerak pindah tempat tumbuhan karena adanya rangsangan berupa sinar matahari.
Contoh :
Gerak sopra kembara dari jamur Pilobolus
Gerak kloroplas menuju sisi sel yang mendapat sinar matahari
Euglena pada pagi hari bergerak kearah datangnya sinar matahari, tetapi pada siang hari Euglena akan bergerak menjauhi sinar matahari.
b. Kemotaktis
Kemotaktis adalah gerak pindah tempat tumbuhan karena adanya rangsangan berupa zat kimia.
Contoh :
Bakteri aerob pada percobaan Engelmann bergerak menuju bagian pita kloroplas yang terkena cahaya karena bagian tersebut mengeluarkan oksigen.
Gerak spermatozoid pada lumut / tumbuhan paku menuju sel telur karena pengaruh zat kimia berupa zat gula / protein.
SUKUN (Artocarpus altilis)
Sukun termasuk famili Urticaceae, genus Artocarpus dengan nama latin altilis nama lokal Sukun. Berasal dari daerah pasifik sekitar abad 18 dikembangkan sampai di Malaysia dan selanjutnya berkembang sampai di Indonesia.
Buah sukun mengandung karbohidrat dan gizi yang tinggi sehingga mempunyai prospekyang cerah sebagai komoditi pangan pengganti. Pohon sukun bertajuk rimbun dengan percabangan melebar ke samping dan tingginya dapat mencapai 10-20 m. Buahnya berbentuk bulat sampai sedikit agak lonjong, buah muda berkulit kasar dan buah tua berkulit halus. Warna buah tua berwarna hijau kekuningan dengan berat dapat mencapai 4 kg per buah. Daging buah berwarna putih krem dan rasanya agak manis dan memiliki aroma spesifik. Pohon sukun memiliki 3 jenis varietas yang dicirikan oleh ukuran buah dan letak kedudukan daun. Jenis varietas pertama dan kedua berukuran buah kecil dan sedang dengan kedudukan daun agak menguncup ke atas, tepi daun bercanggap dengan lekuk dangkal. Jenias varietas lainnya berukuran buah besar dengan kedudukan daun mendatar dan tepi daun mencanggap dengan lekuk dalam.
Cara-cara Pembuatan Bibit Pohon Sukun
Cara-cara Penanaman Pohon Sukun
Cara-cara pemeliharaan Pohon Sukun


Optimalisasi Penggunaan Varietas Tebu
Zat Pemacu Kemasakan (ZPK) TEBU
Jambu Mete (Anacardium occidentale L.)
2. Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimum antara 15-25 derajat celcius dan maksimum antara 25-35 derajat celcius. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat celcius.
3. Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembapan nisbi antara 70-80%. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembapan 60-70%.
4. Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete. Dalam penyerbukan bunga jambu mete, yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum.
5. Daerah yang paling sesuai untuk budidaya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.000-2.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).
2. Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6,3-7,3, tetapi masih sesuai pada pH antara 5,5-6,3.
Cengkeh (Syzygium aromaticum)
Rekomendasi Pemupukan Padi Sawah
|
No.
|
Kecamatan
|
Dosis Pupuk (kg/ha)
|
||
|
N *)
|
P2O5
|
K2O
|
||
|
1
|
Mowewe
|
|||
|
Horodopi
|
-128
|
2180
|
505
|
|
|
Inebenggi
|
-128
|
720
|
125
|
|
|
Waitombo
|
-122
|
220
|
125
|
|
|
2
|
Abuki
|
|||
|
Alosika
|
-63
|
70
|
145
|
|
|
Padangguni
|
-25
|
130
|
125
|
|
|
Asolu
|
-61
|
210
|
-115
|
|
|
Mekarsari
|
-107
|
90
|
45
|
|
|
3
|
Lambuya
|
|||
|
Tawa molawe
|
-113
|
30
|
-55
|
|
|
Tanggobu
|
-103
|
-10
|
5
|
|
|
Lambuya
|
-83
|
-10
|
5
|
|
|
Ameroro
|
-95
|
-70
|
125
|
|
|
4
|
Lainea
|
|||
|
Punggaluku
|
-103
|
10
|
105
|
|
|
Ambolanggadue
|
99
|
150
|
65
|
|
|
5
|
Ladongi
|
|||
|
Atula
|
-109
|
10
|
285
|
|
|
Welala
|
-109
|
-10
|
125
|
|
|
6.
|
Wondulako
|
|||
|
Bende
|
-101
|
290
|
45
|
|
|
Trandat
|
-97
|
90
|
-15
|
|
|
7.
|
Bungi
|
-41
|
50
|
165
|
|
8.
|
Landono
|
-79
|
-30
|
-95
|
|
9.
|
Wawotobi
|
-101
|
-70
|
45
|
Sejarah Perkembangan Buah Apel
- Nilai fisik : Kekerasan, berat jenis, dan mudahnya lepas dari tangkainya.
- Nilai visual : Warna kulit dan ukuran
- Analisis Kimia : Kadar vitamin, Kadar pati dan asam
- Metode fisiologi : Respirasi.
- Kandungan dari buah apel antara lain : vitamin A 2%, vitamin C 11,42 mg/100 gram, besi 2%, air 83,39%, karbohidrat : 7%, mempunyai rasa manis dan sedikit asam untuk buah segarnya.
Asal Mula Tanaman Anggur (Vitis vinivera)
- Dompolan buah tumbuh sempurna, cukup kuat dengan tangkai, usuran buah dalam dompolam seragam.
- Butiran buah gemuk (besar), kulit agak keras, berwarna merah atau hijau bergantung varietasnya, ada yang bulat, bulat telur, jorong, jorong kesamping atau memanjang.
- Rasa buahnya manis dan segar. Buah anggur merupakan buah yang perishable sehingga umur simpannya relatif singkat.










