Tips memilih Ikan Arwana

Nama Super red memang familiar ditelinga. Namun ternyata arwana tidak hanya super red.
Di Kalimantan dikenal 3 jenis Arwana yaitu:”Super Red”,”Banjar Red” dan “Piano”.Dari Sumatera “Golden Red”,dan “Jardini” dari Irian.Masing-masing mempunyai ciri khas,
Super Red Ini mempunyai ciri dari penutup insang hingga sisik berwarna merah,seperti pepaya matang.
“Semula saya berpikir dan berpatokan kalau super red harus berwarna merah.
Ternyata warna dari super red beragam ada hijau,coklat atau kuning.Yang penting ringnya merah dan tebal.Warna dasar merah berharga paling tinggi.Warna merah pada super red tidak terbentuk seketika,Super red ukuran 10 cm warnanya kuning dan berubah merah saat ikan berukuran 20 cm. Awas Salah Pilih
Super Red serupa dengan Banjar Red saat berukuran kurang dari 15 cm.Keduanya mirip baik bentuk maupun warna.Namun setelah berukuran 15 cm mulai mudah dibedakan,Warna ekor dari Banjar Red nampak lebih merah dibanding Super Red yang masih kuning.
Tubuh Super Red ramping sedangkan Banjar Red lebar,Sisiknya silver kehijau-hijauan,dan ringan tipis.Dari “pipi”hingga ekor dihiasi bintik hitam.
Jika ukuran lebih besar lagi diatas 50 cm dipastikan hobiiss tidak akan terkecoh karena ring super red sudah keluar ,ring merah dan tebal.
Sebaliknya banjar red perlahan-lahan warna merah pada ekor mulai pudar menjadi kuning.
Salah pilih juga terjadi pada arwana pino dengan banjar red .Bentuk dan warna tubuh keduanya sangat mirip ,Namun tubuh pino cenderung lebih gelap dan ekor kehitam-hitaman.
Sedangkan golden red dari Sumatera ini,saat kecilpun sudah menunjukan ciri khususnya .Sisik golden red berwarna keemasan dan semakin terang setelah besar.Ciri lain ekor golden red memiliki 2 warna ,bagian atas hitam dan bawah merah.
Sedangkan Jardini ,sisiknya berwarna hitam dengan bintik merah disekujur tubuh.Sejak kecil hingga besar warna tubuh Jardini tidak berubah yakni keperakan.
Ikan Arwana Prima.
Sampai sekarang belum ada standar baku kriteria Arwana bagus.Namun menurut para Hobiss dan peternak ,beberapa tubuh bisa dijadikan patokan,antara lain punggung,sisik atau ring,mata dan sungut.
Punggung arwana yang baik lurus dan kekar,kendati Hobiss sering berebut
Arwana bongkok seperti punuk unta,karena alasan unik.Sebenarnya Bongkok itu disebabkan patah tulang dan setelah sembuh meninggalkan cacat.Arwana betina yang punggungnya bengkok tidak bisa bertelur.
Fisik harus proposional ,Artinya ukuran antara kepala,tubuh,ekor dan sirip seimbang.
Sisik atau ring pilih yang tebal,tersusun rapi dan bebas lendir yang menyelimuti tubuh.
“Menurut kepercayaan atau Mitos,,Pada ikan arwana yang sisik kelima dan keenam pada punggungnya tidak pecah membawa keberuntungan.”
Namun untuk memperoleh ikan arwana seperti itu atau bisa disebut “tiew lung”sulit atau hese alias hararese.Kalaupun ada harganya ..hmm selangit.
Pemeriksaan sungut hingga ekor wajib dilakukan sebelum dibeli.Sungut arwana harus lengkap atau sepasang ,lurus dan sama panjang.Aquarium yang kecil mengakibatkan sungut bengkok atau patah.Jika sungut patah dipangkal tidak dapat tumbuh lagi.Mulut arwana lebar dan dower.
Hindari yang bermulut rata yang diakibatkan sering menabrak dinding aquarium.
Mata,Tutup insang,Sirip Dayung ,dan ekor bentuk dan ukurannya normal.
Mata arwana normal:tidak menonjol,pecak atau turun.
Tutup insang atau “pipi” rata menutupi seluruh rongga insang.Sirip dayung kanan dan kiri seimbang.
Jika tidak gerakannya seperti orang mabuk.,sempoyongan.
Ekor arwana yang baik tulangnya lurus ,lebar dan bulat.
Sumber :  http://vulkanisir.info

Peluang Bisnis Ikan Arwana Masih Terbuka Lebar

Peluang Bisnis Ikan Arwana Masih Terbuka Lebar Cetak

Jumat, 01 Juli 2011 10:47
Nama arwana tentu sudah tidak asing lagi bagi telinga masyarakat Indonesia. Meski tak sepopuler puluhan tahun lalu tapi peluang bisnis ikan arwana masih terbuka lebar dan tak lekang oleh zaman.

arwanaArwana adalah sejenis ikan bertulang banyak yang hidup di air tawar. Ikan ini berasal dari keluarga Osteoglossidae dan kerap disebut sebagai “bonytongues” (lidah bertulang). Ikan dari keluarga ini rata-rata bertubuh panjang, dan tertutup oleh lapisan sisik yang lebar, dan berat serta berpola mozaik.

Arwana yang banyak ditemukan di Indonesia adalah spesies arwana Asia (Scleropages formosus). Spesies ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana Asia juga disebut “Ikan Naga” karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari Mitologi China.

Tren memelihara arwana sebagai ikan akuarium, pernah booming di Indonesia sekitar 20 tahun lalu. Kini hobi memelihara arwana seakan meredup, meski demikian bukan berarti bisnis ikan arwana ikut memudar. Bahkan, peluang ekspor benih ikan arwana di pasar internasional saat ini masih terbuka lebar dan memilik prospek yang bagus.

“Dari kebutuhan ekspor ke China sebesar 15 ribu ekor benih arwana per bulan, saat ini baru bisa dipenuhi sekitar 50 persennya saja,” kata Santoso, Ketua Kelompok Peternak Ikan Mina Karya, Dusun Blendangan, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Jogjakarta, beberapa pekan lalu.

Menurut dia, kelompok yang dipimpinnya itu sejak enam tahun lalu mengelola ikan arwana dan hasilnya selalu memuaskan. “Selama ini kami sudah ekspor benih arwana ke Singapura dan China. Ke depannya prospek masih sangat luas, karena di DIY (Jogjakarta, Red), baru kami yang membudidayakan ikan asli Kalimantan ini,” katanya.

Ia menambahkan, budidaya ikan arwana tidak terlampau sulit karena yang terpenting air lancar dan suhu juga stabil. “Selama ini yang sering menjadi kendala adalah serangan jamur, namun hal ini dapat diatasi dengan menjaga suhu jangan sampai berada di bawah 25 derajat Celcius, sementara untuk pakan hanya dengan katak atau ikan bawal kecil,” tuturnya.

Santosa mengatakan, musim panen benih ikan arwana ini adalah pada Desember hingga Juni atau pada saat musim penghujan. “Dalam sebulan masa panen, bisa dilakukan empat hingga tujuh kali panen. Tiap ekor indukan bisa menghasilkan 90 hingga 140 bibit Arwana, setelah berusia dua hingga empat minggu baru diekspor dengan harga Rp 25 ribu per ekor,” ujarnya.(*/SurabayaPost)

Sumber: http://ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda.html?start=8