Kumpulan Ide Bisnis untuk Mahasiswa

Kumpulan Ide Bisnis untuk Mahasiswa Views :612 Times PDF Cetak E-mail
Senin, 17 Oktober 2011 13:11
Masa muda adalah masa yang penuh semangat. Termasuk dalam hal berbisnis. Semangat untuk memulai berbisnis banyak ditemui dalam diri anak muda, terutama mereka yang tengah mengenyam pendidikan di bangku kuliah.

mahasiswa1011Meski banyak orang mencap mahasiswa sebagai anak-anak yang masih bergantung pada orangtua, tetapi tak bisa disangkal banyak dari mereka yang mampu menunjukkan kepiawaian dalam berwirausaha.

Sebagian besar lainnya, walaupun belum menghasilkan usaha yang nyata dan menghasilkan laba yang signifikan, sudah tergerak untuk menekuni dunia wirausaha tetapi masih terganjal sejumah faktor. Di antaranya yang paling sering didengar adalah kurangnya waktu yang bisa dialokasikan untuk berbisnis, ketakutan akan gagal, kurang luasnya jaringan, kebingungan dengan minat dan bidang usaha yang akan digarap, dan sebagainya.

Tentang faktor kebingungan mengenai minat dan bidang usaha yang akan digarap, sebenarnya hal ini bisa dipecahkan dengan membuka mata dan telinga seluas-luasnya. Artinya, mahasiswa bisa lebih peka dalam mengetahui apa yang mereka inginkan untuk tekuni dan kerjakan jika mereka mau bersungguh-sungguh dalam membuka pikiran terhadap semua hal yang ada di sekitarnya. Semakin terbuka, semakin besar peluang untuk mendapatkan ide bisnis yang brilian dan profitable.

Nah, apabila Anda adalah mahasiswa yang sedang kebingungan untuk memulai sebuah usaha sembari menjalani kuliah tetapi belum tahu ide bisnis yang sebaiknya digarap, kumpulan ide bisnis berikut ini mungkin bisa memberikan sedikit pencerahan. Selamat menyimak.

Bimbingan belajarKecuali untuk orang-orang yang cuek dengan prestasi dan asal kuliah, selalu akan ada mahasiswa yang mencari bantuan orang lain yang lebih menguasai mata kuliah yang mereka anggap sulit demi grafik Indeks Prestasi yang stabil. Anda bisa memanfaatkan celah ini sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. Dirikan sebuah layanan bimbingan belajar yang membantu mereka ini. Anda bisa melakukan pembimbingan sendiri atau mempekerjakan orang lain atau sesama rekan mahasiswa yang Anda anggap kompeten dalam bidang yang diberikan.

Jangan membatasi diri untuk hanya belajar aspek akademis. Saat menjalankan usaha, Anda juga perlu memperluas hingga bidang non-akademis, misalnya memberikan bimbingan bagi mereka yang hendak memiliki surat izin mengemudi, belajar olah vokal, basket, bermain gitar dan sebagainya. Yang terpenting adalah Anda memiliki kesabaran ekstra dalam membimbing.

Bisnis onlineAnda bisa memulai bisnis online dari kamar tidur. Anda bisa membuat situs, blog atau toko e-commerce yang menghasilkan pemasukan pasif meski Anda harus mengikuti perkuliahan.

Jika situs atau blog Anda sudah mendapat tempat di hati pembaca dan banyak dikunjungi, coba tawarkan ruang untuk beriklan di halaman utamanya, atau iklan dalam berbagai bentuk kepada perusahaan besar yang memiliki relevansi dengan konten yang Anda muat. Dengan demikian, perusahaan tersebut bisa dikenal oleh pembaca situs/ blog dan Anda bisa menikmati keuntungan.

Dengan semakin banyaknya orang yang bisa mengakses internet, peluang usaha semacam ini juga makin terbuka lebar. Jika Anda seorang mahasiswa yang suka menulis atau menyukai dunia maya untuk berinteraksi dan menuangkan gagasan, cobalah peluang ini. Syaratnya diperlukan ketelatenan dan displin diri yang keras untuk membangunnya setiap hari. Meski mudah memulainya, keberhasilan dalam bisnis online (seperti halnya bisnis di dunia nyata) memerlukan waktu dan tenaga. Jadi jangan  berharap bisa meraup untung dalam waktu singkat dengan sedikit kerja keras.

Jual beli dan simpan pinjam buku bekasSiapa yang tidak butuh buku murah jaman sekarang? Saat biaya pendidikan semakin membubung, peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang kurang mampu terus terbebani.

Siswa dan mahasiswa selalu membutuhkan buku teks dan Anda bisa memberikan mereka buku teks yang lebih murah dari yang baru tanpa mengorbankan fungsinya dalam menunjang proses belajar.

Anda bisa membeli buku bekas yang masih layak digunakan dengan harga yang murah dari para pengumpul buku atau dari rumah ke rumah. Atau Anda bisa juga merancang sebuah program pertukaran buku yang memfasilitasi para peserta didik yang ingin menemukan buku atau meminjamkan buku yang sudah tidak mereka butuhkan lagi. Anda bisa menjual buku-buku bekas tersebut.

Menyusun catatan kuliah

Anda ingin berbisnis tetapi tidak mau ketinggalan mata kuliah yang diajarkan? Mudah saja, kenapa tidak membuat sebuah catatan perkuliahan yang Anda bisa jual kepada teman-teman yang malas mencatat atau merangkum materi yang disampaikan dosen? Anda bisa menetapkan tarif untuk setiap lembar catatan yang Anda miliki. Tawarkan juga potongan harga bagi yang sudah menjadi langganan. Asyik bukan?

Koran/situs kampus

Mungkin Anda pernah menemukan beberapa situs warta kampus atau koran kampus yang konvensional. Nah, tugas Anda adalah bagaimana membuat sebuah situs atau blog atau media kampus yang lebih mengerti aspirasi dan keinginan masyarakat kampus. Anda bisa mengajak beberapa teman untuk mendirikan blog atau situs yang menyediakan berbagai macam informasi yang sering terlupa dan remeh tetapi penting dalam kegiatan sehari-hari mahasiswa. Misalnya, tempat kos yang nyaman dan murah, daftar rumah makan atau katering yang terjangkau tetapi sehat dan bergizi, atau cara berobat hemat ke poliklinik kampus atau perawatan kesehatan lain yang jarang terlintas di pikiran kita tetapi terbukti sangat berguna bila tersedia di Internet. Isu terbaru di lingkungan kampus atau kebijakan rektorat yang patut disebarluaskan pun bisa menjadi magnet bagi para pembaca agar senantiasa mengunjungi situs. Saat sudah ramai, Anda bisa mengembangaknnya menjadi bisnis yang menguntungkan dengan memasang iklan, membangun komunitas yang loyal, meluncurkan layanan atau produk, dan sebagainya.

Lowongan kerja
Ide ini mungkin tak terpikir bagi Anda yang sedang mencari pekerjaan. Tapi memang cara untuk berhasil adalah dengan membantu orang lain berhasil. Dan cara untuk mendapatkan pekerjaan adalah dengan membantu rekan-rekan Anda untuk mendapatkan pekerjaan!

Sudah kita ketahui bersama bahwa mahasiswa sering harus menyiasati keadaan keuangan mereka sehingga mau tak mau harus mencari kerja di luar waktu belajar mereka agar tetap bisa menjalani studi dan membayar biaya hidup sehari-hari. Anda bisa membangun kerjasama dengan beberapa perusahaan dan memberikan mereka beberapa kandidat pekerja mahasiswa yang memenuhi kualifikasi.  Tak hanya untuk mereka yang berijazah S1, Anda bisa juga membidik orang-orang dengan ijazah SMA atau bahkan SD sekali pun karena justru mereka inilah yang paling membutuhkan bantuan.

Laundry anak kos

Angkat tangan Anda jika semasa kuliah Anda kewalahan harus mencuci sendiri pakaian kotor Anda. Menjalani perkuliahan yang padat dan mengerjakan tugas-tugas dan makalah sudah menyita banyak waktu dan tenaga. Dan ditambah pekerjaan mencuci dan menyeterika pakaian, semua ini seolah tak ada habisnya.

Bagi mahasiswa yang tinggal di kos, lebih praktis untuk menggunakan jasa laundry yang terjangkau daripada harus membeli deterjen, mencuci dan menyeterika semua pakaiannya sendiri. Terutama di musim-musim ujian, bisnis semacam ini bisa menuai banyak untung.

Ada ide bisnis lain yang belum tercantum di sini? Bagikan di kotak komentar! (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/12027-kumpulan-ide-bisnis-untuk-mahasiswa.html

Empat Langkah Mengubah Ide Menjadi Bisnis

PDF Cetak E-mail
Minggu, 18 September 2011 07:55
Sejumlahideas ide cemerlang yang Anda miliki bisa disulap menjadi peluang bisnis potensial. Tapi, ada baiknya mempersiapkan sejumlah faktor penting sebelum melibatkan diri ke dalamnya.

Berikut ini adalah empat langkah yang dapat membantu Anda menghemat waktu, uang, dan tenaga sepanjang proses:

Membayangkan
Cari tahu apakah hal ini benar-benar sesuatu yang diinginkan. Anda tidak harus memiliki gairah terhadap produk atau jasa tertentu yang hendak ditawarkan. Tapi, Anda harus memiliki semangat tinggi untuk membuat bisnis tersebut sukses, sehingga memberikan stamina yang dibutuhkan untuk melalui pasang-surut keadaan.

Meneliti
Guna menentukan kecemerlangan ide itu, Anda perlu mengetahui apakah ide tersebut memenuhi kebutuhan tertentu dan adakah pasar untuknya. Anda juga membutuhkan naluri bisnis. Jadi, berbicaralah dengan semua orang.

Jangan takut untuk mendiskusikan ide karena karena khawatir seseorang akan mencurinya. Sebab, ketakutan itu justru menghilangkan peluang Anda mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Merencanakan
Mayoritas rencana bisnis mencakup tujuan Anda, deskripsi bisnis, analisa pasar, analisa permulaan dan biaya sehari-hari, strategi pemasaran dan penjualan, serta rencana organisasi. Banyak perempuan membuat kesalahan dengan tidak memperhitungkan waktu dan tenaga yang mereka curahkan ke dalam rencana bisnisnya. Gaji Anda seharusnya menjadi bagian dari rencana biaya.

Mendanai
Melakukan proyeksi keuangan tidak berbeda dari merencanakan dana kuliah anak. Pertama, siapkan biaya untuk meluncurkan perusahaan Anda. Setelah itu, tentukan di mana Anda memutuskan mengamankan dana tersebut ke depan.

Banyak orang menggunakan uang tunai atau kredit mereka sendiri, atau meminjam bantuan dana dari keluarga atau teman-teman mereka. Selain itu, ada pula yang menggunakan modal ventura.

Anda juga harus melakukan analisa impas (proyeksi tentang kapan pendapatan akan melebihi pengeluaran dan Anda akan menghasilkan uang) dan belajar untuk menulis laporan keuangan, yang menunjukkan nilai perusahaan Anda. (*/MI)

Sumber:
 http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/47-memulai-bisnis/11222-empat-langkah-mengubah-ide-menjadi-bisnis.html

Sepatu Cantik Berbalut Sampah

E-mail

Minggu, 31 Juli 2011 09:22
Sampah jika diubah menjadi benda fashion memang bisa menjadi ‘harta’ bagi penampilan. Hal ini terbukti dari koleksi sepatu ‘Winter Trash Ecotrash Platform Slingback’ yang dikeluarkan oleh butik sepatu Christian Louboutin.
sepatu_christian_louboutinSeperti dilansir dari sassybella.com, dengan model platform khas Louboutin bersol merah, sepatu ini berhiaskan sampah. Antara lain potongan poster, perangko bekas, robekan catatan tempel, kain sisa, serta kabel yang dikemas di bawah plastik sehingga menempel sempurna.
Berasal dari tempat sampah, kini barang-barang yang telah dibuang itu justru jadi hiasan cantik dan juga dipajang di butik sepatu Christian Louboutin di Paris. Hasil kreasi ini sangat unik, bahkan terlihat sebagai karya seni.
Uniknya, meskipun motif hak dan alas sepatu adalah leopard, tetapi bagian platformnya bermotif kulit ular warna emas.
Dengan hiasan sampah yang berbeda-beda, tentunya koleksi sepatu ini hanya dibuat satu setiap ukuran. Sehingga, pemakainya tetap merasa mengenakan sepatu eksklusif meskipun berhias sampah. Tertarik memilikinya? (*/vivanews)

Elevator Pitch: Cara Kenalkan Usaha dalam 60 Detik

PDF Cetak E-mail
Kamis, 21 Juli 2011 16:38
entrepreneur-wannabe
Ok, Anda seorang entrepreneur. Suatu saat Anda bertemu dengan seseorang yang berpotensi diajak kerjasama, entah itu menjadi investor, mitra, atau bahkan mentor selama membangun usaha rintisan (startup). Orang tersebut sedang terburu-buru dan Anda lupa membawa kartu nama. Nah, apa yang akan Anda lakukan ? Membuang kesempatan emas begitu saja? Atau tetap bersikukuh mengajaknya bicara meski ia berusaha menolak?

Pernahkah Anda berada dalam situasi tersebut? Jika Anda belum pernah, kemungkinan besar Anda akan mengalaminya. Dan jika sudah, Anda mungkin merasa sangat kecewa karena sulitnya bertemu dengan orang tersebut kembali (terutama jika ia seseorang yang sangat sibuk dan tinggal jauh dari tempat tinggal Anda).

Lalu apa solusi agar peristiwa semacam itu tidak terulang kembali? Anda bisa menyusun sebuah ‘presentasi’ (atau ‘pitch’) singkat, padat dan jelas tentang usaha Anda yang bisa diucapkan dalam 60 detik saja. Istilah yang biasa digunakan ialah ‘elevator pitch’ karena ia bisa diucapkan saat orang menggunakan elevator, yang biasanya sangat singkat (1-2 menit). Dengan elevator pitch, Anda harus bisa membuat orang lain yang mendengarkan merasa tertarik dan ingin tahu lebih lanjut tentang apa yang tengah Anda kerjakan melalui usaha rintisan tersebut.

Apa saja yang harus disebutkan dalam sebuah elevator pitch? Pertanyaan-pertanyaan ini akan membimbing Anda dalam menyusun sebuah elevator pitch.

“Siapa Anda?”
Sebutkan dengan jelas nama Anda. Jika nama Anda sulit untuk diingat orang atau sulit untuk diucapkan orang, jangan ragu gunakan secarik kertas untuk menuliskannya. Dengan membuat orang mengingat nama kita, peluang untuk diingat akan lebih besar. Untuk sebutkan nama dibutuhkan waktu 5 hingga 10 detik.

“Apa masalah yang ingin Anda pecahkan?”
Berikan sedikit penjelasan tentang masalah yang melatarbelakangi usaha rintisan Anda. Akan lebih baik jika Anda bisa menghubungkannya dengan konteks sehari-hari orang yang diajak bicara sehingga ia merasa lebih ‘terhubung’. Usahakan untuk menjelaskan masalah tidak lebih dari 20 detik.


“Solusi apa yang bisa Anda berikan?”
Setelah menjelaskan masalah, ajukanlah solusi yang bisa Anda berikan untuk memecahkannya. Solusi ini tentunya berupa produk/ jasa yang usaha rintisan Anda bisa berikan. Jelaskan solusi sekitar 10 hingga 20 detik.

“Siapa yang Anda butuhkan?”
Yang terakhir jangan lupa untuk sebutkan orang seperti apa yang tengah Anda cari untuk mewujudkan solusi itu melalui usaha rintisan Anda. Sesuaikan dengan orang yang Anda ajak bicara. Misalnya jika ia seorang yang pebisnis mapan, Anda bisa menjelaskan Anda tengah mencari seorang investor. Atau jika Anda berbicara dengan sesama entrepreneur yang berminat pada bidang yang sama, Anda coba jelaskan bahwa Anda sedang giat mencari mitra usaha. Bagian ini setidaknya memakan waktu 5-10 detik.Setelah itu tentu Anda harus menghapalkannya berulang kali sehingga saat bertemu dengan orang yang potensial, Anda tak kebingungan lagi.
Selamat mempraktikkan!

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/component/content/article/37-advise/9906-elevator-pitch-cara-kenalkan-usaha-dalam-60-detik.html

Suparyoto, Sang Pencetus Kopi Organik

PDF Cetak E-mail

Rabu, 18 Mei 2011 09:27
Saat sebagian pihak masih berkutat dengan upaya peningkatan produksi, Suparyoto sudah berupaya memperbaiki kualitas produksi kopi. Saat pasar dunia meributkan dampak budidaya pertanian berbahan kimia, dia telah berpikir untuk menghasilkan produk pertanian ramah lingkungan.

kopi_lampungSeluruh upaya itu terwujud dalam bentuk budidaya pertanian kopi robusta organik di Desa Gunung Terang, Kecamatan Way tenong, Lampung Barat. Kawasan berudara sejuk dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut ini berbatasan dengan kawasan hutan lindung Register 45B Bukit Rigis.

Suparyoto adalah Ketua Gabungan Kelompok Tani Hulu Hilir Desa Gunung Terang, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat. Maka, pada waktu-waktu tertentu ia mengadakan pertemuan dengan sejumlah pengurus kelompok tani tersebut. Misalnya, ketika mereka memutuskan menggunakan mesin pemotong rumput untuk membasmi rumput yang banyak tumbuh di bawah tanaman kopi. “Mesin itu diharapkan bisa menjadi pengganti obat kimia pembasmi rumput,” ujar Suparyoto, atau Pak Par, panggilannya.

Dari Semarang, Jawa Tengah, Suparyoto datang ke Gunung Terang pada 1994, menyusul orangtuanya yang menjadi petani. Di sini ia mendapati penghidupan warga desa yang umumnya miskin. Mereka menggantungkan hidup dari hutan karena kopi hanya dipanen sekali setahun. Akibatnya, daya dukung hutan terus menurun. Dia lalu membentuk kelompok tani. “Dalam pikiran saya, kelompok tani akan memampukan petani di Gunung Terang untuk mengakses pasar dan sarana pertanian,” ujar Suparyoto yang juga mengajari warga menanam pisang di antara tanaman kopi, selain menanam sayuran atau empon-empon, untuk menambah pendapatan.

Pada September 2000 terbentuk kelompok tani Tunas Enggal dan dua kelompok hutan kemasyarakatan (HKm).Kelompok HKm dibentuk untuk merespons surat keputusan Menteri Kehutanan mengenai pengelolaan hutan bersama masyarakat. Lewat HKm, warga setempat diizinkan mengelola hutan Bukit Rigis yang rusak, sekaligus untuk menyelamatkannya. Sedangkan Tunas Enggal dibentuk untuk mempermudah akses pasar dan memperkuat kelembagaan petani. “Saat itu kami mendapat pendampingan dari Watala, lembaga pendampingan masyarakat yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Pendorong untuk beralih pada budidaya organik muncul ketika pada tahun 2003-2004 petani kesulitan mendapatkan pupuk kimia. Bersama Watala, Suparyoto mengajak warga memakai kotoran kambing dan kompos sebagai ganti pupuk kimia.

Petani yang tergabung dalam HKm dan Tunas Enggal lalu diajari membuat pupuk organik dari kotoran kambing dan dedaunan. Suparyoto menjadikan kebun kopinya sebagai contoh kebun organik. Menggunakan pupuk organik, mendorong dia membuat perbandingan sebagai evaluasi sekaligus daya tarik. Bila menggunakan pupuk kimia campuran, petani membutuhkan 1,5 ton-2 ton pupuk per tahun. Ditambah biaya tenaga kerja, petani harus mengeluarkan ongkos lebih dari Rp 5 juta per tahun. Sedangkan dengan pupuk organik, petani bisa menghemat biaya pemeliharaan kebun hingga 30 persen.

Namun, dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia yang kecil jumlahnya, petani membutuhkan setidaknya 6 ton pupuk organik per hektar per tahun. Beruntung ada bantuan kambing dari Heifer Internasional Indonesia, Watala, dan Dinas Peternakan Lampung Barat untuk memenuhi kebutuhan bahan pupuk organik. Kebun kopi yang dikelola dengan pupuk kimia bisa menghasilkan 1,5 ton biji kopi per hektar, sedangkan kebun kopi organik pada tahun pertama hanya menghasilkan 900 kilogram per hektar. “Sayangnya, petani tidak berpikir, pupuk kimia membuat tanah bergantung pada obat penyubur itu. Coba tidak dipupuk selama empat tahun berturut-turut, tanah pasti tidak produktif. sedangkan pupuk organik dapat menjaga tingkat kesuburan dan unsur hara tanah,” ujarnya.

Meski begitu, Suparyoto terus memberikan pengertian kepada petani. Soal penurunan produksi hingga 60 persen dari produksi normal dengan pupuk kimia, misalnya, ia berusaha meyakinkan bahwa itu hanya produksi awal. “Ini bentuk adaptasi tanah dan tanaman. kalau pupuk kandang digunakan terus-menerus, produksi kembali normal.” Perlahan usahanya menampakkan hasil. Bidang tanah yang diberi ppuk organik bertambah menjadi sekitar 8 hektar. Produksi pun meningkat sampai 1,2 ton per hektar. Suparyoto juga mengajari petani melakukan pascapanen dengan benar, misalnya dengan petik merah dan penjemuran di lantai jemur atau terpal. “Ini menjadikan cita rasa kopi lebih enak dan terjaga,” ujarnya.

Dari sekitar 900 petani kopi, baru puluhan orang yang mengerjakan tanahnya dengan pupuk organik. Suparyoto berharap, seiring dengan berjalannya waktu, jumlah petani kopi organik terus bertambah. Salah satu upaya dia adalah memberikan penjelasan tentang dampak kopi organik bagi kesahatan. “Saya bilang kepada teman-teman, kopi yang dibudidayakan secara organik itu tak mengandung residu obat kimia tinggi,” katanya.

Di sini, yang beruntung tak hanya petani, tetapi juga konsumen, dan dalam jangka panjang lingkungan pun tidak tercemar. Dengan pemikiran itu, Suparyoto yakin suatu hari nanti kopi organik Gunung Terang dapat memenuhi syarat perdagangan kopi internasional, yakni ramah lingkungan. “Saya ingin menjadikan Gunung Terang sebagai kawasan kopi organik. almpung adalah etalase kopi nasional, kenapa tidak ada kekhususan pada produk kopinya supaya bisa dikenal seperti kopi toraja atau kopi gayo,” ujarnya.

Sayang eksportir kopi lampung umumnya masih mengandalkan peningkatan produksi, belum kualitas. Itulah salah satu sebab harga jual kopi organik sama dengan kopi yang memakai pupuk kimia. Untuk mengatasinya, Gabungan Kelompok Tani Hulu Hilir bekerja sama dengan Watala mendirikan Warung Organik sebagai upaya pemasaran sendiri. Melalui warung ini, sebanyak 5-7 ton kopi organik Gunung Terang setiap tahun diproses, dikemas, dan dipasarkan ke Bandar Lampung, Medan, sampai Bogor, Jawa Barat. Selain itu, upaya Suparyoto menghasilkan kopi organik juga dipelajari oleh petai kopi dari Bengkunat, Lampung Barat, Ulu Belu Tanggamus dan Tanjung Raja, Lampung Utara, serta Sendang Agung dan Sendang Asih, Lampung Tengah. (*/Kompas Cetak)

Sumber:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/agrobisnis/8286-suparyoto-sang-pencetus-kopi-organik.html