Bentuk Morfologi Hamster

Hamster adalah salah satu Hewan Peliharaan dari jenis hewan pengerat yang sangat lincah dan gesit.  Karena itulah tubuh hamster gempal dan kuat. Di habitatnya, hamster tinggal di dalam lubang bawah tanah pada siang hari, agar tidak dimangsa oleh predator.  Hamster berkembang biak sangat cepat terutama jika dipelihara dan biasa menjadi hewan percobaan di laboratorium. Berikut akan di jelaskan bentuk morfologi hewan peliharaan hamster, secara lebih spesifik yaitu :
Berikut artikel yang pembahasan tentang Bentuk Morfologi Hamster;
Mata
Warna mata hamster terbagi menjadi beberapa tipe, yakni merah, ruby, hitam, kombinasi merah, kombinasi ruby, serta kombinasi hitam dan ruby. Ukuran mata hamster terbilang cukup besar untuk binatang seukurannya. Hamster juga memiliki kemampuan melihat ke segala arah karena posisi matanya berada di bagian samping kepala. Sayangnya, hewan ini buta warna sehingga penglihatannya tidak sempurna
Hidung
Hidung hamster berukuran kecil sehingga hanya terlihat seperti tonjolan. Meskipun begitu, hamster merupakan hewan memiliki indra penciuman sangat tajam. Biasanya mengenali bau di sekitarnya dengan cara mengendus sambil mengangkat kedua kaki depan. Penciuman yang tajam berguna untuk mengimbangi penglihatan hamster yang kurang baik.
Pipi
Salah satu bagian tubuh yang khas dari hamster adalah pipinya. Hamster memiliki pipi yang cukup elastis sehingga sering disebut sebagai kantong pipi. Fungsi kantong pipi ini untuk mengangkut dan memindahkan makanan. Di alam bebas, makanan diambil dari sumbernya, kemudian dimasukkan kedalam lubang sebelum dinikmati. Di dalam kandang, kantong pipi digunakan untuk membawa makanan dari wadah pakan ke tempat yang disukainya. Kantong pipi juga berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan membuat sarang dan menakut-nakuti musuh.
Telinga
Telinga hamster kecil dan pendek, tetapi pendengarannya sangat tajam. Komunikasi antar sesama hamster dilakukan menggunakan gelombang ultrasonik.
Gigi
Sebagaimana layaknya hewan pengerat, hamster memiliki gigi yang dapat tumbug terus-menerus. Untuk mencegahnya, hamster selalu menggigiti benda apa saja yang ada di sekitarnya. Kebiasaan ini mirip dengan kebiasaan tikus. Memberi makanan dengan tekstur keras mampu menjaga gigi hamster agar tidak terus tumbuh. Gigi hamster yang terus tumbuh adalah sepasang gigi seri masing-masing di rahang atas dan bawah. Total gigi hamster adalah 16 buah.
Kumis
Hamster  termasuk hewan berkumis. Kumisnya ini berfungsi sebagai alat navigasi saat beraktivitas di kegelapan. Kumis pada hamster mulai jelas terlihat pada umur sekitar satu minggu.
Tubuh
Hamster memiliki ukuran tubuh relatif kecil. Hamster dewasa memiliki panjang tubuh 7 – 10 cm. Hamster jenis tertentu panjang tubuhnya 18 – 20 cm. Tubuhnya kuat dan lentur, Tidak seperti tikus, hamster memiliki bulu yang lebat dan halus di sekujur tubuhnya. Bulu-bulu tersebut memenuhi hingga telinga, ekor, dan kaki. Namun hewan ini tergolong hewan berumur pendek. Masa hidupnya hanya sekita 2 – 4 tahun.
Kaki dan Ekor
Hamster memiliki ekor yang sangat pendek sepintasterlihat tidak berekor. Selain ekor, kaki hewan ini juga terbilang pendek, tetapi cukup kuat sehingga dapat diandalkan untuk memanjat

RED CANARY

Burung Kenari ini pertama kali dikembangkan pada 1930-an oleh Dr Hans Duncker (Jerman) dengan menyilangkan siskin merah (jantan) dengan kenari kuning (betina). Beberapa orang mengatakan leluhur dari hewan peliharaan kenari kuning yang digunakan Hans adalah Roller Jerman, sementara yang lainnya menyakini sebagai kenari Border.
Red Factor Canary merupakan salah satu jenis burung kenari yang sangat populer. Burungnya sangat actif dan bergairah. Burung ini relatif mudah dipelihara namun perlu usaha yang lumayan keras untuk menernakkannya sehingga menghasilkan keturunan yang bagus.
Red Factor Canary termasuk “color canary” dan sebenarnya juga merupakan Color Bred Canary tetapi memiliki “red factor” sebagai bagian dari struktur genetiknya.

Tips Merawat Hamster untuk Pemula

Banyak orang tertarik untuk memelihara hamster sebagai hewan peliharaan karena binatang yang satu ini emang lucu banget dan menggemaskan. Biasanya kita tertarik pada hamster karena wajahnya yang lucu, bentuk tubuhnya yang mungil, tingkah lakunya yang menggemaskan, dan tentu saja, karena hamster bukan tikus. Ada beberapa tips buat kamu yang udah gak tahan memelihara hamster.
Berikut ini saya membahas Tips Merawat Hamster Untuk Pemula, semoga bermanfaat dan membantu anda ;
Sebelum Membeli
  1. Sepele: Pastikan seluruh anggota keluarga bisa mencintai hamster. Tidak semua orang bisa menerima kehadiran binatang di dalam kehidupannya. Walau demikian, memang memelihara hamster memiliki berbagai keuntungan, diantaranya: perawatan mudah, tidak berisik, ongkos pemeliharaan relatif murah, dan terdapat beragam jenis hamster yang dapat dipilih – tentunya dengan harga yang beragam. Mengapa kesiapan mental untuk memelihara hamster perlu? Perlu diingat, hamster yang kita pelihara nanti tidak bisa mencari makan sendiri. Oleh sebab itu, minimal kita perlu untuk rutin memberi makan dan minum. Jika seluruh anggota keluarga tidak memiliki kesiapan mental untuk belajar memelihara hamster, biasanya akan berujung pada kematian hamster karena ketidak-tahuan pemilik.  
  2. Adakah anggota keluarga yang alergi terhadap bulu hewan? Pertanyaan ini penting. Beberapa orang tidak tahan terhadap bulu hewan dan bisa mengakibatkan reaksi alergi. Untuk pengidap alergi (kasus ini jarang terjadi dan baru tercatat di Inggris dan Amerika), mohon berhati-hati terhadap hamster siria berbulu panjang. Dalam beberapa kasus, pengidap alergi tidak tahan terhadap hamster siria bulu panjang. Jadi, pada waktu membeli coba pegang hamster siria bulu panjang tersebut. Bila menimbulkan reaksi alergi, sebaiknya memelihara hamster siria bulu panjang hanya untuk dilihat, bukan dipegang. Normalnya, bulu hamster tidak akan rontok asal suhu ruang terjaga (sekitar 25 derajat Celcius). Diatas suhu kamar tersebut, bulu hamster dapat rontok dan dapat menjadi masalah serius bagi pengidap asma. Asalkan suhu ruang terjaga, hal ini tidak akan menjadi masalah. Penulis artikel ini memiliki penyakit asma dan sampai artikel ini ditulis belum pernah kambuh karena bulu hamster.
  3. Beli di petshop atau peternak yang baik. Hamster sebenarnya relatif mudah berkembang biak. Oleh sebab itu, ada beberapa peternak yang secara tidak bertanggung-jawab asal mengembang-biakkan. Akibatnya, banyak hamster yang genetikanya berantakan. Jika hanya pencampuran warna, ini tidak masalah. Namun sering kali terjadi perkawinan antar spesies, yang umum terjadi biasanya hamster champbell dikawinkan dengan hamster winter white. Makan penting untuk mengetahui jenis-jenis hamster, supaya tidak mendapatkan keturunan yang asal-asalan. Perkawinan antar spesies jugab beresiko untuk mendapatkan keturunan berikutnya yang cacat. Untuk referensi, dapat dilihat pada daftar peternak dan petshop yang telah disertifikasi oleh Klub Hamster Indonesia. Selain itu, dapat dilihat pada tempat penjualan, jika cukup terawat, kita bisa membeli di tempat tersebut.
  4. Anggaran dan biaya. Beda jenis hamster, beda harga. Kadang hamster dengan warna sama dijual dengan harga yang berbeda di tempat yang satu dan lainnya. Jangan terpancing oleh harga murah. Peternak yang baik biasanya justru tidak mau banting harga, karena untuk mempertahankan kualitas hamster bukanlah pekerjaan mudah. Selain itu, pikirkan biaya bulanan untuk memelihara hamster. Biaya bulanan untuk serbuk kayu dan makanan untuk sepasang hamster biasanya sekitar 30.000 – 50.000 per bulan. Bisa juga lebih jika kita menghendaki segala sesuatunya ekstra mewah untuk hamster kita.
  5. Tentukan tujuan memelihara: ingin hamster berkembang biak atau tidak? Tujuan ini penting ditetapkan sejak awal. Umur hamster rata-rata bisa mencapai 2-4 tahun, tergantung perawatan dan jenis. Masa subur hamster dimulai sejak umur sekitar 4-6 bulan. Selama dipelihara hamster bisa melahirkan 6 kali, dengan tiap kelahiran antara 3-15 ekor (rata-rata 6-8 ekor, untuk roborovski rata-rata 4 ekor). Dengan demikian, dalam satu masa hidupnya, hamster bisa melahirkan kurang lebih 6 x 8 ekor = 48 ekor! Jika kita tidak berniat untuk menjadi peternak, sebaiknya hanya memelihara hamster dengan jenis kelamin yang sama, untuk menghindari perkawinan. Jantan atau betina? Pada prinsipnya sama. Namun KHI lebih menyarankan untuk memelihara jantan. Mengapa? Karena hamster jantan lebih toleran terhadap sesamanya dan tidak agresif. 
  6. Mau spesies apa? Di Indonesia ada 4 spesies hamster yang umum dipelihara, yakni hamster siria (Mesocricetus auratus), hamster champbell (Phodopus champbelli), hamster winter white (Phodopus sungorus), dan hamster roborovski (Phodopus roborovskii)
  7. Kandang dan perlengkapan. Untuk memelihara hamster tidak diperlukan kandang khusus. Untuk mengetahui spesifikasi kandang dapat dilihat di halaman berikutnya.
  8. Transportasi hamster. Pikirkan bagaimana hamster akan dibawa pulang. Ingat: hamster tidak tahan panas, angin kencang, dan air. Jadi, selama perjalanan, pastikan hamster terhindar dari ketiga hal tersebut. Waktu yang baik untuk membawa hamster adalah pagi, sore, atau malam hari. Tidak disarankan untuk membawa hasmter pada siang hari. Usahakan pada saat cuaca cerah. Lebih baik jika membawa hamster menggunakan kontainer khusus dimasukkan tas kain yang di dalamnya diberi es batu untuk menjaga suhu tetap stabil dan dingin.