Pedagang Ikan Louhan Optimis Bisnis Akan Kembali Bergairah

Kapanlagi.com – Para pedagang ikan hias tetap optimis penjualan ikan Louhan akan kembali bergairah setelah permintaan ikan hasil silang tersebut menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Peminatnya masih tetap banyak, hanya saja lebih terbatas ke kalangan hobis. Kontes-kontes Louhan juga masih rutin diadakan,” kata Suhid, seorang pedagang ikan Louhan di Jalan Kartini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7).

Di samping itu, beberapa pecinta ikan hias juga kembali memelihara ikan Louhan, setelah sempat beralih ke ikan Discus, karena kualitas bibit Louhan yang dijual sekarang lebih baik, katanya.

Ia mengaku lesunya penjualan ikan Louhan akhir-akhir ini akibat bibit ikan Louhan yang dijual pada saat ‘booming’ tahun 2002-2003 tidak diseleksi terlebih dulu. Bibit yang bagus dan jelek sama-sama dijual dengan harga yang relatif mahal.

“Jadi saat ikannya sudah besar dan tidak sebagus yang dijanjikan, banyak pembeli yang kecewa dan bosan melihat ikannya. Sebagian besar pemelihara Louhan juga tidak selalu mengikuti perkembangan ikan itu,” tambahnya.

Senada dengan Suhid, Mumu, seorang pedagang Louhan lainnya di Jalan Kartini juga menyalahkan sistem penjualan yang tidak memilah kualitas sehingga menyebabkan lesunya penjualan ikan Louhan akhir-akhir ini.

“Bisnis Louhan lesu bukan karena ikan tersebut gampang dikembangbiakkan. Tapi disebabkan sistem penjualan dari pedagang yang memukul rata harga ikan Louhan,” katanya.

Meski mudah dikembangbiakkan, tidak semua peranakan ikan Louhan mempunyai kualitas yang sebaik induknya, apalagi untuk jenis Cinghwa hanya bisa menghasilkan 20% bibit yang baik, tambahnya.

Ia berharap dapat mempertahankan bisnisnya dengan hanya menjual ikan dan bibit Louhan yang berkualitas baik saja. “Ikan bagus bertemu hobis akan menghasilkan uang,” katanya.

Dibanding tiga tahun lalu, pendapatan pedagang ikan Louhan di tempat itu kini turun drastis menjadi Rp100 ribu dari Rp2 juta – Rp3 juta/hari.

Pada saat keemasan itu, hampir semua kios ikan hias di Jalan Kartini yang berjumlah lebih dari 50 memajang ikan Louhan, tetapi kini hanya tiga kios yang masih menjual ikan hasil silangan yang berasal dari Malaysia itu.

“Dulu tiap kamar kos ada akuarium berisi Louhan, pembelinya pun seperti antri karena setiap ada yang keluar kios ada lagi yang masuk,” kenangnya.

Ia optimis bisnis ikan Louhannya akan kembali bersinar setelah berhasil mengembangbiakkan bibit Louhan yang berkualitas. Untuk itu, ia telah bergabung dengan salah satu klub Louhan di Jakarta agar mudah mendapat informasi seputar perkembangan ikan itu terutama kontes-kontes Louhan di Jakarta dan berbagai daerah.

Kontes-kontes Louhan juga kembali marak di Jakarta. Tahun 2006, kontes untuk pemula diadakan empat kali, sedangkan untuk tingkat nasional dua kali, katanya.

Harga ikan Louhan yang sudah mengikuti kontes pasti akan naik, apalagi kalau menang dan mendapat sertifikat, katanya sambil mencontohkan ikan yang dulunya seharga Rp400 ribu berhasil dijual seharga Rp2,5 juta setelah mendapat sertifikat pemenang ketiga dalam sebuah kontes ikan Louhan. (*/bun)

Sumber : http://berita.kapanlagi.com/

Budidaya Ikan Louhan

I. Pendahuluan
Generasi baru ikan hias telah lahir di awal milenium baru. Ikan hias yang dikenal dengan nama Lou Han ini telah mampu membuka mata para penggemar ikan hias dengan keindahan sosok dan gerak geriknya. Sifatnya pemberang, tetapi mudah akrab dengan orang yang menyanginya, membuat penggemar ikan hias ingin untuk memeliharanya. Bahkan sebagian besar pembudidaya ikan hias tergelitik untuk memijahkan ikan yang pamornya sebagai ikan hoki didengungkan mengalahkan ikan arwana.

Hal ini setidaknya ditampakkan oleh corak hitam pada tubuhnya yang sering menggambarkan kiasan atau makna yang membuat pemiliknya mendapatkan sugesti positif. Misalnya ada seekor ikan yang memiliki guratan (marking) huruf yang berbunyi “rupiah” guratan ini memberi dorongan dan intuisi kepada pemiliknya bahwa suatu saat dia akan mendapat berkah besar.

Disamping itu dengan berkembanya ikan louhan ini ada pengaruh yang positif bagi produsen pakan ikan Lou Han dan pengrajin aquarium. Yang jelas dengan kehadiran ikan Lou Han ini gairah para pelaku ikan hias lebih semarak lagi.

II. Sejarah dan Jenis Louhan
Nenek moyang ikan Louhan sebenarnya berasal dari keluarga Cichlidae yang hidup di perairan Amerika Selatan dan Amerikan Tengah. Ada lima kriteria Lou Han yang digemari :
1. Lou Han bertubuh segi empat, dan jenis ini jumlahnya paling banyak di pasaran.
2. Lou Han bertubuh bulat, dan jenis ini sangat digemari karena dianggap sebagai Lou Han yang unik.
3. Lou Han yang banyak memiliki bintik mutiaranya. Jenis ini dikeluarkan oleh Meng Aquarium dan cukup populer.
4. Kuning/golden/super red, saat ini merupakan jenis Lou Han yang berperingkat harga tinggi. Jenis ini tidak memilik corak hitam yang berjajar horizontal di sekujur tubuh.
5. Lou Han dengan kepala nongnong. Jenis ini memiliki nuansa tersendiri dan nongnong ini dipercaya memiliki tuah.

III. Air Untuk Pemijahan dan Perawatan Lou Han
Dalam membudidayakan atau memijahkan Lou Han, kwalitas air memegang peran yang penting untuk menjaga kelangsungan hidup telur, burayak dan Lou Han muda. Namun untuk mempersiapkan air yang berkwalitas sebenarnya tidak terlalu sulit, karena termasuk yang memiliki teloransi cukup tinggi dan mampu beradaptasi dengan suhu, keasaman serta kesadahan air. Sumber air bisa berasal dari :
* Air sumur
Bila membudidayakan ikan Lou Han dengan air sumur, maka harus diendapkan selama 48 jam terlebih dahulu sebelum digunakan.
* Air PAM
Air PAM baru bisa digunakan setelah kandungan khlorin dan PH-nya dinetralkan dan untuk itu bisa menggunakan Trisulfat 5 PPM, namun pada tahap peneluran agar dihindari.

IV. Peralatan dan Perawatan Kolam atau Aquarium.
1. Peralatan
Peralatan yang harus disediakan sebelum ikan dideder, dipelihara atau dibesarkan antara lain :
a. Bak penampungan air
b. Filter ada beberapa jenis :
– Filter biologi
– Filter kimiawi
– Filter mekanis
c. Peralatan lain :
– Aerator
– Alat penampung air.
– Ornamen dan bebatuan.
– Lampu fluorescence / UV

2. Pembersih kolam dan akuarium.
Untuk membersihkan akuarium bisa dengan menggunakan sipon (spons) biasa atau bergagang, dan digosok keseluruh bagian dalam, untuk kotoran yang menempel dengan kuat bisa memakai silet atau bahan kimia asalkan dan dicuci dan dibilas dengan baik dan bersih. Namun akuarium atau kolam dalam keadaan kosong atau tidak ada air dan ikan.

3. Pengurasan air.
Pengurasan dan penggantian air di akuarium yang terawat baik cukup dilakukan sebulan sekali. Ikan-ikan di dalam akuarium harus dipindahkan terlebih dahulu ke tempat lain jangan lupa menggunakan air yang telah memenuhi syarat kwalitas.
Jika kolam atau akuarium menggunakan filter bio seperti jenis bi bacl. Pengurasan dilakukan 2 – 3 bulan sekali.

V. Pakan Lou Han
1. Pakan Alami.
Pakan alami banyak jenisnya seperti : artemia, kutu air, cacing tanah, cacing rambut, cacing darah (blood worm), ikan kecil dan udang renik.
2. Pakan Buatan.
Untuk pakan buatan yang harus yang harus diperhatikan unsur-unsur gizi yang terkandung antara lain :
a. Protein.
b. Lemak.
c. Karbohidrat.
d. Vitamin + mineral
Bentuk pakan harus disesuaikan dengan bentuk dan ukuran mulut ikan antara lain :
– Bentuk emulsi.
– Suspensi
– Tepung
– Lempengan
– Pelet

VI. Tahapan Budidaya Lou Han
1. Pemilihan Calon induk bisa diperoleh dengan membeli ataupun memelihara sejak kecil.
2. Tersedianya wadah akuarium, kolam dan pakan
3. Memilih induk yang sehat dan berkwalitas, baik yang jantan maupun betinanya.
4. Proses pemijahan sebaiknya bagian sisi akuarium ditutupi kertas koran. Bila sudah bertelur untuk lebih sehat telurnya diberi anti jamur dengan dosis 10 ml/100 lt air.

Demikian sekelumit tentang kiat mengatasi permasalahan budidaya Lou Han. Semoga bermanfaat bagi anda penggemar ikan hias Lou Han.

Sumber : http://infokebun.wordpress.com/2008/06/11/budidaya-ikan-louhan/