Panen Bengkuang

Tanaman bengkuang dapat dipanen jika umbi sudah tua dan besar. Panen dapat serentak maupun bertahap. Secara fisik bengkuang siap dipanen apabila daun dan batang sudah mulai kecoklatan.

Didataran rendah, bengkuang umumnya dipanen pada umur 3,5 – 5 bulan. Sedangkan di dataran tinggi bengkuang dapat dipanen pada umur 2 – 8 bulan.

Setelah dibersihkan dari tanah dan dipisahkan dari umbi bengkuang yang tidak sehat, umbi yang bertangkai hingga pangkal batang disatukan dalam bentuk ikatan tergantung pada tujuan kegunaan akhir.

Umbi bengkuang yang dikirimkan kepabrik dikemas dalam karung maupun curah. Sedangkan umbi yang dikirimkan kepasar dapat dikemas dalam berbagai bentuk sesuai selera pasa, misalnya diikat atau ditaruh dalam keranjang.

Umbi bengkuang dapat diolah menjadi berbagai bentuk masakan, abik dengan cxara dikukus, direbus, dan digoreng.

Penanaman Bengkuang

Permulaan musim hujan merupakan waktu yang paling pas untuk menanam bengkuang. Karena bengkuang memerlukan air cukup banyak terutama pada pertumbuhan vegetatif yaitu umur 4-5 bulan, selanjutnya kebutuhan akan air relatif lebih sedikit.

Jarak tanam tanaman bengkuang secara monokultur: 100 x 100 ; 100 x 60 ; 100 x 40.
Jarak tanam tanaman bengkuang secara tumpang sari:Ubi kayu dengan kacang tanah 200 x 60 cm.Ubi kayu dengan jagung 100 x 60 cm.

Setelah ditanam, langkah selanjutnya adalah melakukan pemupukan. Tujuan utama pemberian pupuk ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah. Pupuk an-organik diberikan tergantung tingkat kesuburan tanah. Pada umumnya dosis pupuk anjuran untuk tanaman bengkuang adalah:- Urea : 60 – 120 kg hl/ ha, – TSP : 30 kg P205/ ha,dan – KCL : 50 kg K20/ ha.

Cara pemberian pupuk adalah:
– Pupuk dasar : 1/3 bagian dosis Urea, KCL., dan seluruh dosis P (TSP) diberikan pada saat tanam.
– Pupuk susulan : 2/3 bagian dari dosis Urea dan KCL diberikan pada saat tanaman berumur 3 -4 bulan

Pemeliharaan tanaman bengkuang perlu dilakukan untuk mendapatkan tanaman bengkuang yang sehat, baik, seragam dan memperoleh hasil yang tinggi. Pemeliharaan bengkuang meliputi penyulaman yang dilakuan paling lambat 5 minggu setelah tanam, kemudian penyiangan dan pembumbunan.

Penyiangan dilakukan apabila sudah mulai tampak adanya gulma (tanaman pengganggu) di sekitar tanaman bengkuang. Penyiangan kedua dilakukan pada saat bengkuang berumur 2-3 bulan sekaligus dengan melakukan pembumbunan. Pembumbunan dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah sehingga bengkuang dapat tumbuh dengan sempurna, memperkokoh tanaman supaya tidak rebah.

Manfaat Bengkoang

Bengkuang atau bengkoang biasa dimanfaatkan sebagai buah atau bagian dari beberapa jenis masakan. Umbi tersebut bisa dimakan segar, dibuat rujak, ataupun asinan. Tanaman bengkuang sering juga ditanam sebagai pupuk hijau atau untuk penutup tanah di perkebunan teh.

Dibalik rasanya yang segara dan sedikit manis, bengkoang ternyata menyimpan khasiat obat. Antara lain untuk mengatasi penyakit kulit, diabetes, demam, eksim, sariawan, dan wasir.

Bagian yang digunakan sebagai obat adalah akar atau umbi, biji, dan tangkai. Baik untuk obat luar maupun obat dalam. Untuk obat luar, terutama penyakit kulit cukup dengan menghaluskan umbi bengkoang dan kemudian mencampurnya dengan sedikit belerang yang telah dihaluskan pula. Tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Untuk menurunkan kadar gula darah penderita diabetes, parut satu atau dua buah umbi bengkoang lalu peras dan saring airnya. Minum air perasan itu setiap pagi dan malam hari sampai kadar gula darah normal kembali.

Untuk mengobati demam, umbi bengkuang dikupas kulitnya lalu dibuat manisan dan dimakan. Cara ini juga bisa dipakai untuk mengobati penyakit eksim.

Untuk mengobati sariawan, umbi bengkoang dikupas, diparut, diperas lalu ditambah madu secukupnya. Jika tidak ditambah madu, perasan air bengkoang itu bisa untuk mengobati wasir.

Sejarah Bengkoang

Bengkoang atau bengkuang, mendengar nama itu bayangan kita cuma dua. Pertama, buah yang enak untuk dirujak. Kedua, buah yang biasa digunakan wanita untuk membuat masker pemutih kulit.

Bengkoang memiliki nama latin Pachyrhizus erosus. Buah yang juga dikenal sebagai umbi itu berasal dari Amerika tropis. Bengkoang termasuk dalam suku polong-polongan. Di tempat asalnya, tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau jícama. Orang Jawa menyebutnya sebagai besusu.

Bengkoang memiliki Umbi akar tunggal, kulit luar krem atau coklat muda atau coklat tua, berdaging warna putih atau kuning-keputihan. Pada bentuk liarnya berumbi banyak, bentuknya memanjang.

Daun majemuk, beranak daun 3; helaian daun bercuping menjari atau utuh dengan tepi bergigi; anak daun lateral mengetupat tidak simetris sampai membundar telur, anak daun terminal mengginjal.

Perbungaan tandan semu, berbunga banyak. Bunga berkelopak coklat, mahkota bunga ungu-biru atau putih. Buah polong. Biji pipih bersegi – membundar , berwana hijau- coklat atau coklat tua kemerahan.