PENGARUH GANGGUAN IKLIM TERHADAP PERKEMBANGAN BUAH NANGKA

Nangka (jackfruit) merupakan pohon yang sekaligus merupakan nama buahnya. Nama ilmiah tumbuhan ini adalah Artocarpus heterophyllus. Menurut Wikipedia Ensiklopedia Bebas, bahwa buah ini berasal dari Ghats bagian barat, India yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah iklim tropis, bahkan subtropis (hingga lintang 30 derajat, baik utara maupun selatan). Nangka ini bisa hidup baik di daerah dataran hingga daerah ketinggian sekitar 700m pada berbagai jenis tanah. Nangka ini memiliki beberapa beberapa varian, di antaranya nangka bubur, nangka celeng, serta beberapa jenis yang lain. Bagian nangka yang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari adalah buah, daun, dan kayunya.

Uraian berikut mengetengahkan bentuk tak lazim dari buah nangka. Bentuk tak lazim seperti yang nampak pada gambar di atas. Menurut dugaan penulis, bentuk tersebut lantaran pertumbuhan yang tak sempurna pada buah nangka tersebut. Hal ini terjadi lantaran curah hujan yang tinggi dan berlangsung hampir setiap hari terus menerus sepanjang tahun 2010 hingga April 2011 ini. Ini masih beruntung. Buah nangka tersebut masih bisa berkembang. Pada beberapa pohon nangka, banyak bunga yang gugur hingga tak terjadi pembuaahan. Kalaupun jadi buah, buah tersebut banyak yang mengalami pembusukan sebelum matang. Apakah ini ada hubungannya dengan pengaruh gangguan iklim terhadap pertumbuhan nangka? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu perlu dilakukan penelitian.

KUPU-KUPU HITAM

Bermula dari Probolinggo, hingga akhirnya menyebar ke berbagai daerah di pulau Jawa dan Bali. Bahkan juga sampai ke Jakarta. Itulah fenomena ulat bulu yang akhir-akhir ini terjadi. Jumlah ulat bulu yang luar biasa banyak ini memang merisaukan. Ada seorang pakar yang mengatakan bahwa fenomena itu lantaran musim penghujan yang berkepanjangang hingga ulat-ulat itu tidak sempat merubah diri menjadi kepompong. Pendapat lain mengatakan bahwa ulat bulu yang ada di Bali adalah sejenis ulat sutera emas.

‘nuansa masel’ kali ini tidak akan membahas tentang ulat bulu tersebut di atas, namun lebih pada makhluk hidup yang sudah berada pada wujud terakhir dalam rangkaian siklus hidup bermetamorfose, yakni menjadi kupu-kupu. Makhluk hidup yang kemudian termasuk serangga ini sangat disenangi manusia, berbeda sekali ketika masih jadi ulat. Klasifikasi ilmiah menurut Wikipedia Ensiklopedia Bebas bahwa kupu-kupu termasuk kerajaan animalia, divisi rhopalocera, filum arthropoda, kelas insekta, ordo lepidoptera. Masih menurut Wikipedia, lepidoptera berasal dari kata lepis yang berarti sisik dan pteron yang berarti sayap. Dengan demikian lepidoptera berarti serangga bersayap sisik. Kupu-kupu termasuk binatang yang aktif pada siang hari (diumal).

Kupu-kupu hitam dengan ujung berwarna kebiruan metalik ini saya potret dengan kamera saku pinjaman merk Sony tipe DSC-W 150 di belakang rumah, ketika asyik minum air genangan dengan jarak sekitar 4,5m dari obyek. Penulis hanya sempat memotret sekali dari arah belakang obyek. Ketika penulis bergerak untuk memotret dari arah depan, kupu-kupu tersebut buru-buru terbang dengan tidak sampai menuntaskan minumnya. Mungkin kupu-kupu tersebut tahu gerakan penulis. Penulis sedikit kecewa karena hanya memperoleh satu rekaman gambar kupu-kupu yang menurut penulis termasuk langka ini. Jarang sekali penulis menemukan kupu-kupu dengan warna seperti itu, walau menurut Wikipedia ada 600 spesies kupu-kupu di pulau Jawa dan Bali. Penulis mencoba mencari hal-hal yang berkaitan dengan kupu-kupu hitam ini di google dan Wikipedia. Walau belum sepenuhnya saya mencari, ternyata yang saya temukan hanya kupu-kupu hitam dengan totol putih. Penulis tidak menemukan seperti gambar di atas. Ataukah kupu-kupu tersebut merupakan jenis atau varietas baru?

Penulis juga menyesal sebelum mem-posting-kannya. Penyesalan itu disebabkan oleh tindakan penulis sendiri untuk memotong bagian tepi gambar tersebut. Semula penulis beranggapan bahwa bagian tepi itu tidak penting dan mengganggu, karena obyeknya terlihat kecil dibanding hal-hal yang ada di sekelilingnya. Tetapi ternyata hal itu salah.

Walau bagaimanapun juga, obyek ini tetap penting mengingat kupu-kupu merupakan bagian dari lapisan kehidupan di muka Bumi yang sering disebut biosfer. Dalam kehidupan sehari-hari, kupu-kupu berfungsi membantu proses penyerbukan ketika kupu-kupu tersebut mencari madu atau nektar yang ada pada bunga untuk dijadikan makanannya.

Sumber:
Wikipedia Ensiklopedia Bebas. Kupu-kupu. http://id.wikipedia.org/wiki/Kupu-kupu_dan_ngengat

BUAH NAGA

Buah naga merupakan buah yang dihasilkan oleh tanaman kaktus yang konon didatangkan dari negara Meksiko, Amerika Tengah. Jelasnya tumbuhan ini bukan asli Indonesia. Kaktus merupakan vegetasi pada biocycle daratan, bioma (biochore) gurun atau semi gurun. Berdasarkan kebutuhan airnya, tumbuhan tersebut termasuk xerophyt yang hidup di daerah iklim kering. Ini membuktikan bahwa persebaran flora dan fauna itu dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dalam kaitannya dengan buah naga ini berkaitan dengan tindakan atau campur tangan manusia.

Tanaman buah naga atau kaktus naga ini, sekarang sedang ngetren dikembangkan oleh para petani holtikultura di Indonesia, khususnya di Kabupaten Malang dan mBlitar yang notabene iklimnya sangat bertolak belakang. Namun demikian tanaman tersebut bisa hidup dan berkembang biak dengan baik, bahkan bisa berbuah.

Rupanya tanaman ini memiliki kemampuan preadaptasi yang luar biasa baik. Betapa tidak, ditinjau dari faktor iklim (klimatik), tumbuhan ini biasa hidup di daerah beriklim kering/setengah kering dengan temperatur udara yang ekstrim dan curah hujan yang kurang sampai sangat kurang (< 250mm/tahun). Namun nyatanya tumbuhan tersebut mampu hidup di daerah (di Indonesia) yang curah hujannya berkisar antara 1.000mm sampai lebih dari 2.000mm/tahun. Dari faktor keadaan tanah (edafik), tumbuhan ini biasa hidup di tanah yang bertekstur pasir, tapi nyatanya tumbuhan ini bisa hidup di daerah Malang dan mBlitar yang tanahnya bertektur debu (tanah abu vulkanik), bahkan bertekstur liat/lempung di tanah yang berbatuan induk gamping/kapur. Sedang dari faktor fisiografik, buah naga tersebut bisa hidup di daerah ketinggian. Sekedar diketahui, bahwa ketinggian rata-rata daerah Kabupaten di atas 350m di atas permukaan laut.

Untuk menunjang hidupnya, tumbuhan ini memerlukan tegakan penopang. Biasanya para petani buah naga memberikan tegakan penopang tumbuhan ini dengan beton bertulang, pipa paralon yang dicor dengan semen, bambu, atau tumbuhan penyangga. Hal ini dilakukan karena tumbuhan ini rupanya termasuk tumbuhan pemanjat/merambat (liana). Sesuai habitatnya, agar tumbuhan ini bisa hidup baik dan bisa berbuah, maka tumbuhan ini harus ditanam di lahan terbuka yang menerima terik sinar Matahari secara langsung.

Herannya, dari pengamatan penulis, tumbuhan ini justru berbunga dan berbuah pada saat musim penghujan. Masa mekarnya bunganya pun berlangsung singkat. Hanya berlangsung beberapa menit, ketika pagi hari. Setelah itu bunga menguncup kembali dan melayu, hingga akhirnya terbentuk buah. Hal ini dibenarkan oleh seorang teman yang menekuni usaha pembudidayaan buah naga ini. Menurut teman yang juga sebagai ketua kelompok tani Desa Tlogosasi Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ini, bahwa masa berbuah tanaman ini selama musim penghujan terus menerus. Jadi selama enam bulan penuh! Tanaman ini siap berbuah setelah berumur satu tahun. Teman yang juga pensiunan guru tersebut menambahkan bahwa ada tiga varietas buah naga yang ada di Indonesia, yakni buah naga yang daging buahnya putih, kuning, dan merah. Sedang yang paling mahal harganya adalah yang daging buahnya berwarna merah. Per akhir Maret lalu, beliau menjuah hasil panenannya Rp 25.000/kg kepada pedagang yang datang dari Surabaya dengan pembayaran tunai. Biasanya para pedagang tersebut datang dengan langsung membawa truk. Semoga usaha ini bisa untuk memanfaatkan potensi lahan yang masih banyak sebagai lahan tidur yang sekaligus untuk meningkatkan keanekaragaman usaha tani dan bisa menyerap banyak tenaga kerja. Muaranya, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.