Muncar Dibidik Jadi Kawasan Minapolitan


Banyuwangi – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi, Hary Cahyo, mengatakan, Departemen Kelautan dan Perikanan akan mengembangkan Kecamatan Muncar di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai kawasan minapolitan, yakni kawasan perikanan terintegrasi,Konsep tersebut bertujuan meningkatkan sumber daya manusia, pendapatan nelayan serta kesejahteraan masyarakat sekitar Pelabuhan Ikan Muncar. Sebagai tahap pertama pengembangan minapolitan pada tahun ini pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperluas tempat labuh berkapasitas 900 kapal.

Sebab, tempat labuh saat ini hanya mampu menampung 50 kapal sehingga nelayan harus antre setiap kali melakukan bongkar ikan. Antrean bongkar ikan ini berakibat pada menurunnya kualitas ikan. “Ikan jadi kurang segar,” kata dia kepada Tempo, Rabu (21/4).Padahal nelayan di Pelabuhan Ikan Muncar memberikan kontribusi tangkapan ikan lebih dari 30 ribu ton setahun. Sementara jumlah nelayan mencapai 13 ribu orang dengan 870 unit alat tangkap berbagai jenis

Menurut Hary, Pelabuhan Muncar saat ini diunggulkan pemerintah pusat pasca meredupnya hasil perikanan di Pelabuhan Bagansiapiapi. “Kita berharap Muncar bisa terus eksis,” kata dia
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Banyuwangi, Sukirman, yang juga pengurus Asosiasi Cold Storege Muncar, mengatakan selama ini pendapatan nelayan tidak maksimal karena terbatasnya tempat labuh. Nelayan harus antre hingga tiga jam lebih untuk mendapat giliran bongkar ikan.
Akibatnya, kualitas ikan turun dan banyak ditolak oleh perusahaan pengalengan ikan. Nelayan akhirnya terpaksa menjual ikannya ke perusahaan penepungan yang harganya di bawah harga saat menjual ikan di perusahaan pengalengan. “Lebih dari tiga jam, kualitas ikan sudah turun,” tutur dia.

sumber:.tempointeraktif.com

Sembulungan oh Tanjung Sembulungan

Semenanjung Sembulungan, nama semenanjung di ujung timur Pulau Jawa
Semenanjung Sembulungan terletak di sebelah timur Kecamatan Muncar
Sembulungan menjadi pembuangan sesaji setelah melaksanakan ritual acara petik laut
Lokasi dari Tanjung Sembulungan ini terpisah sedikit dengan daratan Muncar
Sembulungan masuk dalam kawasan wisata Taman Nasional Alas Purwo

Makam Sayyid Yusuf

Makam Sayid Yusuf terletak di semenanjung Sembulungan, Muncar. Sayit Yusuf dikenal sebagai tetua nelayan Muncar Pada setiap kegiatan petik laut Muncar, selalu diadakan ziarah ke Makam ini. Pada masa hidupnya, Sayid Yusuf menyukai Gandrung, sehingga kuburannya disebut dengan makam gandrung. Bahkan setiap acara Petik Laut, kesenian Gandrung dipentaskan di sini

masih banyak hal yang belom saya ketahui tentang tanjung sembulungan
hingga sekarang konon masih banyak hewan seperti,kera,harimau,banteng,ular dll
selain menyimpan mistik yang sangat terasa,karena masih masuk kawasan alas purwo
lokasi ini juga daerah penangkapan ikan lemuru,biasanya lemuru bergerombol disini
Lemuru berada di teluk Pangpang, dekat ujung Sembulungan dan semenanjung Senggrong di sisi pulau Jawa dan di Teluk Jimbaran Bali


View Tanjung Sembulungan in a larger map


Durian merah menjadi primadona Banyuwangi

Dari seluruh jenis durian yang hidup di Banyuwangi, durian merah paling jadi unggulan. Merujuk pada namanya, durian merah berarti dagingnya berwarna merah. Menurut Pengamat Holtikultura, Eko Mulyanto, durian jenis ini juga ditemukan di pedalaman Kalimantan. Namun rasa durian merah di Banyuwangi lebih manis dan legit.

Secara fisik, biji durian merah kecil tapi dagingnya tebal dan lembut. Harganya lebih mahal dibanding durian yang dagingnya berwarna kuning atau putih. Untuk durian merah kecil seberat 1 kilogram, harganya Rp 25 ribu. Paling besar dengan berat 2 kilo lebih, bias mencapai Rp 50 ribu.

Durian merah lebih mahal karena tanamannya tergolong langka.Hanya ada dua pohon yang tumbuh di Banyuwangi. Satu pohon dimiliki Sulaimi, warga Desa Balak, Kecamatan Songgon. Sementara lainnya tumbuh di halaman rumah Serad, warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah.

Kedua pohon durian itu dipercaya berusia ratusan tahun. Sulaimi (75), menuturkan, pohon durian merahnya justru lebih unik. Dari dalam tanah, katanya, muncul dua pohon yang mirip percabangan. Satunya berwarna merah, lainnya berwarna putih. “Karena itu saya namain durian merdeka,” tuturnya sambil tertawa.

Dalam satu pohon, kata dia, bisa menghasilkan sedikitnya 150 buah durian merah. Setiap kali panen, durian selalu menjadi buruan. Menurut Sulaimi, masyarakat meyakini durian merah berkhasiat untuk menambah vitalitas lelaki. “Supaya stamina tetap fit,” ujar kakek yang sudah turun temurun berjualan durian ini

sumber:http://www.jurnalbesuki.com/

Semua orang pasti mengenal buah durian. Tapi, kalau durian berwarna merah pasti belum banyak yang mengetahui. Bahkan, mungkin, sulit mempercayainya.

Durian berwarna merah bukan isapan jempol. Buah itu benar-benar ada, tepatnya tumbuh di Desa Kemiren Banyuwangi, Jawa Timur. Bahkan begitu sohornya, salah satu gang di desa itu dinamakan Gang Duren Abang alias Gang Durian Merah.

Adalah Serad, warga Desa Kemiren, yang mempunyai satu-satunya pohon durian berbuah merah. Tak heran bila musim durian tiba rumah Serad tak pernah sepi pengunjung. Apalagi durian merah sudah menjadi buah primadona warga.

Menurut Serad, durian merah lebih manis dan gurih dibanding buah sejenis umumnya. Bahkan, tambah dia, durian merah dipercaya bisa meningkatkan vitalitas kaum pria.

Begitu terkenalnya, peminat durian merah banyak yang datang dari luar Banyuwangi. Pantas saja Sirad hanya menyuguhkan sebuah durian merah untuk dimakan bersama. Alasannya agar semua pengunjung bisa menikmati durian merah. Jadi jangan harap bisa membawanya pulang. Biasanya pengunjung hanya membawa pulang biji durian untuk dijadikan benih. Anda ingin mencoba?

sumber:http://berita.liputan6.com

Pulau merah “Red Island”

Pulau merah merupakan wisata pantai yang terletak diujung selatan Banyuwangi
Pantai ini sangat alami karena salah satu lokasi wisata di kawasan pantai selatan yang masih alamiah,
Pantai Pulau Merah juga memiliki ombak yang bagus untuk surfing. Ketika laut surut, para pengunjung dapat mengunjungi tempat ini dengan berjalan kaki menikmati eunikan berupa gunung kecil yang berada ditengah pantai yang warna tanahnya berwarna merah, karena itu dinamakan pantai Pulau Merah

Pulau Merah adalah sebuah pulau berbentuk bukit kecil dekat pantai dengan pantai berpasir putih sepanjang kurang lebih 3 km.Pantai Pulau Merah terletak sekitar 60 kilometer dari Kota Banyuwangi ke arah selatan. Perjalanan yang membutuhkan waktu dua setengah jam.Sebagian kawasan pantai Pulau Merah berada di kaki Gunung Tumpang Pitu, yang menjulang ratusan meter, yang juga merupakan kawasan hutan lindung

Di sebelah timur pantai terdapat pegunungan, yang konon kabarnya mempunyai kekayaan alam yang tersembunyi
ke sebelah selatan pulau kita dapat menikmati indahnya sunset di sore hari. +- 50 meter ke barat terdapat pelabuhan pelelangan ikan yang cukup besar.
Pantai pancer pada tahun 1996 pernah terjadi bencana alam yang sangat besar yaitu Tsunami, Tak sedikit warga pantai Pulau Merah yang menjadi korban saat itu, namun, keindahan pulau merah kembali pulih dengan ciri khasnya yang mungkin satu-satunya di banyuwangi

kembang-kembang kertas

mekare reng singojuruh eman
kawitan buru ketemu kembang kertas ajum warnane
klidang klidung ngokor lorong nyonggo roso atine bingung

kang mekar sore wes ilang yoro..kesapu angin dalanan
kembang kertas kari duh eman
kadung wes mulo pestine..sun lan riko nono jodone

kembang kembang kertas ..jaluk tolong sampekno
isun gagas welas nyonggo roso
sepurane sepurane salah lan lupute

kembang kembang kertas ..jaluk tolong gadukno
welas bathin isun yo mung riko
kembang kertas sun titipno awak kulo

kang mekar sore wes ilang yoro.. kesapu angin dalanan
kembang kertas kari duh eman
kadung wes mulo pestine..sun lan riko nono jodone

kembang kembang kertas ..jaluk tolong sampekno
isun gagas welas nyonggo roso
sepurane sepurane salah lan lupute

kembang kembang kertas ..jaluk tolong gadukno
welas bathin isun yo mung riko
kembang kertas sun titipno awak kulo

KLIK untuk dengerin lagunya> :