Ide Bisnis | Bisnis Manisan Cabai

Cabai merupakan bahan dasar membuat sambal. Namun sekarang ini cabai dapat dijadikan makanan favorit anak-anak. Tenang saja, anak-anak tidak akan sakit perut karena memakan cabai, karena cabai yang satu ini sudah dibuat sebagai manisan.

Manisan cabai adalah inovasi industri kuliner Indonesia, khususnya industri pengolahan makanan. Tidak perlu menjadi pengusaha besar untuk mengolah cabai menjadi manisan. Cabai adalah buah yang mengandung vitamin C dan A. Anak-anak akan menyukainya karena rasanya yang manis. Selain itu dengan makan manisan cabai, kebutuhan anak akan vitamin juga jadi terpenuhi.

Lalu bagaimana cara membuatnya? Untuk membuatnya, Anda membutuhkan cabai merah yang dagingnya tebal, gula pasir, garam, dan air. Petama-tama belahlah cabai, dan buang semua biji dan tangkai putih yang ada di dalam cabai, karena bagian inilah yang membuat rasa pedas pada cabai. Setelah itu, rendam cabai dalam air garam selama 6 sampai 12 jam. Ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa rasa pedas. Setelah itu rendam cabai dalam air kapur selama 10 menit agar cabai rapuh. Sambil menunggu, masaklah air dengan gula pasir, lalu aduk hingga rata dan mengental. Angkat dalam keadaan panas.

Kemudian tiriskan dan cuci cabai yang telah direndam dalam larutan garam, lalu masukkan cabai tersebut dalam larutan gula dalam keadaan panas. Ini bertujuan agar rasa manisnya meresap. Rendamlah kira-kira 6 hingga 12 jam. Lalu coba manisan cabai itu. Jika sudah manis, maka proses pembuatannya sudah selesai. Jika belum, Anda harus mengulang prosesnya mulai dari memasak larutan gula, lalu rendam lagi, dan seterusnya.

Manisan cabai bisa jadi ide usaha rumah tangga Anda selanjutnya. Selain karena bahannya mudah didapat, cara membuatnya pun sederhana. Toniel, adalah sebuah industri rumahan yang membuat dan memasarkan manisan cabai. Usaha yang dikelola oleh IAlicce Hanafi ini memproduksi dan memasarkan manisan cabai kering dengan nama SanBe.

Manisan cabai buatannya dijual dengan harga Rp20.000,- per kotak dengan berat 200 gr. Dengan membuka stand yang berlokasi di Jembatan Merah Plaza II, Surabaya, ia memasang dispay aneka jenis manisan, sirup, dan kue-kue. Namun tidak hanya manisan cabai, di standnya ada juga maisan lain seperti manisan Tomakura (tomat rasa kurma), manisan BingLuh (belimbing wuluh), manisan Pencit (mangga muda), manisan Terong, dan manisan Pare. Untuk melirik lebih lanjut mengenai proses pembuatan dan prospek pemasaran manisan cabai, kunjungi situs online marketing-nya di www.alicce.blogspot.com atau www.aliccehavana.blogspot.com. (*/Nilam/dari berbagai sumber)

Sumber : ciputraentreprenuerchip.com

Ide Bisnis | Bisnis Tempe dari Biji Ketapang

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Lia Nurul Husnah, Meivitasari, dan Pradekatiwi mengembangkan tempe yang berbahan dasar biji ketapang.

Lia Nurul Husnah mengatakan, kebanyakan orang belum mengetahui bahwa biji ketapang memiliki kandungan gizi tinggi sehingga selama ini biji ketapang hanya menjadi sampah organik. “Ternyata biji ketapang memiliki rasa gurih dan kandungan gizi tinggi. Antara lain, protein 25,3 persen, gula 16 persen, serat 11,75 persen, karbohidrat 5,8 persen, serta berbagai macam asam amino,” katanya.

Kandungan gizi tersebut berasal dari biji ketapang bersih tanpa kulit yang dapat dipanen setiap tiga bulan setelah mulai berbuah. “Produk biji ketapang dapat menjadi salah satu upaya untuk penganekaragaman bahan pangan. Terlebih lagi tanaman ketapang tergolong mudah dibudidayakan,” katanya.

Belakangan ini, pasokan kedelai sebagai bahan baku tempe juga tidak mencukupi kebutuhan nasional sehingga pemerintah harus mengimpornya. Pohon ketapang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dan cocok ditanam di daerah dengan iklim pesisir dan dataran rendah hingga ketinggian sekitar 400 m dengan curah hujan antara 1.000-3.500 mm per tahun.

“Pemanfaataan biji ketapang selama ini masih minim. Hanya digunakan sebagai pengganti biji almond dalam kue-kue, bahan pembuatan selai, dan bahan mi,” katanya.

Bentuk buah pohon ketapang seperti buah almond. Besar buahnya kira-kira 4-5,5 cm berwarna hijau. Ketika tua, warnanya menjadi merah kecokelatan.

Sumber : ciputraentreprenuerchip.com

Ide Bisnis | Bisnis Hasil Olahan Ikan

Sebagai negara kepulauan, yang 2:3 wilayah negara ini adalah laut, maka tidaklah mengherankan jika Indonesia memiliki berbagai sumber daya alam hasil kelautan yang luar biasa besar. Dikelilingi dengan lautan luas, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi perikanan cukup tinggi. Jika kita perhatikan, protein yang terkandung dalam  ikan merupakan salah satu sumber protein yang paling tinggi. Banyaknya protein yang terkandung dalam ikan, mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi ikan setiap harinya. Oleh karena itu, hasil olahan laut ini, khususnya ikan, bisa menjadi potensi bisnis daerah yang luar biasa pastinya.

Namun, ternyata bukan hanya ikan laut saja yang  banyak diminati pasar, berbagai macam jenis ikan air tawar juga mengalami peningkatan permintaan di pasar konsumen. Maka tak heran jika kondisi tersebut dimanfaatkan juga oleh sebagian orang untuk mencoba peluang usaha budidaya ikan air tawar, karena prospek bisnisnya juga sangat bagus.
Seiring dengan perkembangan teknologi, potensi ikan juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku utama berbagai macam produk makanan olahan yang bernilai jual tinggi. Jika biasanyakita lihat dipasaran  ikan dijual segar untuk konsumsi rumahan, kini dengan bantuan mesin tepat guna, ikan bisa diolah menjadi berbagai produk olahan yang memiliki potensi pasar cukup bagus. Beberapa contoh produk olahan ikan yang diminati banyak konsumen antara lain nugget ikan, bakso ikan, sosis ikan, kerupuk ikan, serta abon ikan.
Tak bisa dipungkiri bila perkembangan teknologi sangat membantu para pelaku usaha untuk mengolah ikan menjadi produk-produk makanan yang diminati pasar. Salah satu mesin yang banyak digunakan dalam mengolah ikan, yaitu mesin pemisah daging dan tulang ikan. Dengan kapasitas 150 sampai 200 kg per jam, alat ini memudahkan para pengusaha untuk memisahkan antara daging dan tulang ikan dengan waktu yang relatif singkat. Sehingga proses produksi lebih efisien, karena daging ikan yang keluar dari mesin sudah lumat dan siap untuk diproses menjadi bakso, nugget, krupuk, sosis, otak-otak, maupun abon ikan.
Potensi bisnis hasil olahan ikan, pasarnya masih sangat luas. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda mencoba peruntungan dengan mengolah kekayaan ikan yang ada di daerah Anda menjadi peluang bisnis baru yang cukup menguntungkan. Yang terpenting Anda jeli melihat peluang pasar, dan ciptakan produk baru berbahan baku ikan yang sekiranya bisa diterima pasar.
Semoga sedikit informasi tentang potensi bisnis daerah pada pekan ini, bisa menjadi inspirasi bagi Anda untuk mengembangkan usaha. Manfaatkan potensi yang ada di daerah Anda, dan mulailah membuka usaha. Selamat berkarya dan salam sukses.

Sumber : informasi-budidaya.blogspot.com/search/label

Ide Bisnis | Pengusaha Sukses dari Menu Spesial Sambal

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang tidak pernah lepas dari berbagai macam menu makanan pedas, ternyata menjadi ladang bisnis yang sangat empuk bagi Yoyok Heri Wahyono. Lelaki yang tahun ini genap berusia 38 tahun tersebut mencoba menjalankan bisnis makanan dengan menu spesial sambal, sesuai dengan kegemarannya yang tidak bisa lepas dari makanan pedas berbahan baku cabe ini.

Perjalanan bisnis

Mengawali kesuksesan bisnisnya pada pertengahan tahun 2002 tepatnya di bulan Agustus, Yoyok yang saat itu sengaja melepaskan jabatannya sebagai manajer di salah satu perusahaan ternama di kota Yogyakarta memutuskan untuk membuka warung tenda dengan menu andalan spesial sambal bersama teman-temannya. Ide ini didapatkannya bersama teman-temannya yang tergabung dalam InSEd production, event organizer (EO) yang saat itu didirikan Yoyok. Sadar bahwa omset dari event organizer tidak bisa diharapkan secara rutin, Yoyok bersama lima orang rekannya yang tergabung dalam InSed production mulai putar arah dan terjun di bisnis kuliner yang menjanjikan pendapatan rutin lebih besar.
Dengan mengusung nama Waroeng Spesial Sambal “SS”, enam sekawan tersebut membuka warung tenda kaki lima di kawasan Jl. Kaliurang (tepatnya sebelah barat Grha Sabha Pramana UGM). Hadir di tengah masyarakat dengan spesialisasi sambal, memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga warung tenda ini setiap harinya diserbu para penggemar sambal yang rata-rata adalah pelajar dan mahasiswa.

Meraih sukses

Menawarkan kurang lebih 28 jenis sambal dengan pilihan lauk pauk serta sayur yang beragam. Berhasil mengantarkan waroeng SS diterima dengan mudah oleh para konsumen. Sehingga tidak lebih dari waktu enam bulan, alumnus teknik kimia UGM ini sudah berani membuka cabang Waroeng SS yang kedua yaitu di daerah Condong Catur. Bahkan tidak berselang lama, cabang-cabang berikutnya juga mulai dibukanya di seputaran kota Yogyakarta untuk memperluas jangkauan pasar.
Besarnya animo masyarakat terhadap Waroeng SS yang menawarkan menu spesial sambal ini, membuat keyakinan Yoyok semakin kuat untuk mengembangkan usaha tersebut lebih besar lagi. Yaitu dengan jalan membuka kemitraan melalui sistem franchise. Kemitraan yang ditawarkan Waroeng SS ternyata mendapat sambutan positif dari calon investor. Hingga pada akhirnya restoran yang berlogo cabe dengan huruf SS ini, menjadi salah satu peluang bisnis franchise makanan yang cukup diminati para investor. Terbukti saat ini Waroeng SS telah berkembang hingga 40 gerai, dan tersebar di berbagai daerah. Meliput seputaran Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Kediri, Bandung, Jakarta, Depok, Cirebon, bahkan sampai Pekanbaru.
Kerja keras lelaki kelahiran 2 September 1973 beserta para rekan dan tim Waroeng SS yang jumlahnya lebih dari 600 orang, mengantarkan warung tenda kaki lima di kawasan Yogyakarta mencapai kesuksesannya dan masing-masing gerai menghasilkan omset jutaan rupiah setiap harinya.
Tak heran bila sebutan Mr. Huuh-Haah kini telah melekat pada pengusaha sukses di bidang kuliner tersebut. Karena pedasnya rasa sambal buatannya berhasil membuat para konsumen tak bisa berpaling ke tempat lainnya. Semoga informasi tentang profil pengusaha sukses dari menu special sambal, dapat menginspirasi para pembaca untuk tertarik menekuni dunia usaha.

Sumber : informasi-budidaya.blogspot.com/search/label

Ide Bisnis | Usaha Bawang Goreng Yang Menguntungkan

Siapa yang tidak membutuhkan bawang goreng? mulai dari tukang bakso, mie ayam, masakan sunda, dllnya. Ide Bisnis | Usaha Bawang Goreng Yang Menguntungkan dengan bermodal kecil dan keuntungannya luar biasa besar.Kejelian melihat peluang pasar, itulah kelebihan Ari Dianto dalam menjalankan usaha bawang goreng sejak 1996. Dengan modal awal sekitar Rp 100 ribu untuk membeli 10 kilogram bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah, minyak goreng, dan plastik pembungkus, Ari kini mampu meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan.

Ari dan istrinya Sri Mulyanti mengaku sempat kesulitan berbisnis bawang goreng. Namun berkat ketekunan dan keseriusan, mereka kini menjadi pengusaha bawang goreng yang sukses di Bogor, Jawa Barat. “Untuk pemasaran Januari-Februari kita bisa memasarkan dua sampai tiga kwintal per hari. Pemasaran mencakup wilayah Jabotabek,” ujar Ari yang hanya lulusan sekolah menengah atas belum lama berselang.

Selain bersama sang istri dalam berbisnis, Ari dibantu 10 karyawan yang berasal dari lingkungan tempat tinggalnya. Ari biasa memasarkan bawang goreng seharga Rp 35 ribu per kg. Guna meningkatkan jumlah konsumen, Ari melakukan pendekatan langsung ke sejumlah pedagang makanan yang membutuhkan bawang goreng seperti penjual bakso serta pengusaha katering.

Keberhasilan berbisnis juga dirasakan Erlismiati. Sejak 2000, ia eksis memasarkan sambal balado kentang hasil kreasi sendiri. Dengan modal awal sekitar Rp 300 ribu untuk pembelian bahan baku kentang, cabe giling, minyak goreng, dan peralatan dapur, Erlismiati kini mampu meraih omzet hingga Rp 10 juta per bulan. Bahkan, ia bisa mencapai keuntungan dua kali lipat pada hari-hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha. “Resep saya ciptakan sendiri. Saya memakai pengawet alami yaitu kapur sirih,” ujar wanita berusia 46 tahun ini.

Dalam menjalankan usahanya, Erlismiati sehari-hari dibantu lima karyawan tetap dan delapan pegawai lepas yang berasal dari anggota keluarga maupun lingkungan rumahnya di Bekasi Utara, Jabar. Ia bermula memasarkan produknya dari kelompok pengajian dan acara silaturahmi keluarga. Namun, pemasaran hasil kreasi Erlismiati kini menjangkau Kalimantan, Bali, hingga Mekah, Arab Saudi. “Saya biasa menjual antara Rp 6.000 per ons atau Rp 60 ribu per kilogram,” tutur Erlismiati.

Sumber: Liputan6.com