Peluang Usaha Pembibitan Ikan Air Tawar

kolam pembibitanBidang perikanan terbukti memberikan peluang usaha yang cukup besar, setidaknya itu yang dialami oleh KPI Mina kepis. Organisasi ini berdiri pada tahun 1983 dengan nama taruna tani Burikan yang mempunyai beberapa seksi kegiatan salah satunya wiraswasta yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan.
Seiring berjalannya waktu peluang usaha pembibitan ikan air tawar ternyata mampu memberikan pemasukan yang cukup besar sehingga kelompok ini berfokus pada perikanan. Setelah melewati beberapa fase maka terbentuklah KPI Mina Kepis. Kami berhasil menemui pak Marjono salah seorang pengurus sekaligus pengusaha pembibitan ikan air tawar. Dari pak Marjono kami bisa menggali seluk beluk bisnis pembibitan perikanan air tawar.
Produksi
Produk yang dihasilkan antara lain jenis ikan hias dan ikan konsumsi. Untuk ikan hias dalam 1 siklus panen (pemijahan – siap jual), ikan koi mencapai 5000 ekor / musim dan jenis ikan komed 3000 ekor / musim. Untuk ikan konsumsi, setiap musim panen jenis graskap mencapai 5000 ekor, bawal 5000, ekor nila 2000 ekor, gurami 1500 ekor.
KPI Mina Kepis lebih fokus pada pembibitan, tahap awal adalah proses seleksi induk yang siap kawin. Induk hasil seleksi dipisahkan di tempat khusus yang telah diberi media temapt bertelur. Setelah bertelur induk diangkat , kemudian telur akan menetas dalam waktu 1 minggu.
Setelah berumur 20 hari – 1 bulan, burayak dipindahkan ke kolam tanah yang telah disiapkan beserta pakan alaminya. Untuk kolam ukuran 5x 10 meter butuh 5 karung pakan dengan harga 8-10 ribu/ karung.
Setelah bibit seukuran 1 kuku, diberi pakan pelet samapi siap panen dibutuhkan 3-5 karung ukuran 30 kg harga 200 ribu tiap karung. Waktu yang diperlukan dari proses bertelur sampai siap jual (ukuran 2-3 jari) sekitar 3 bulan.
Keunggulan dari pembibitan antara lain jenis ikan variatif, tempat yang strategis, dan kualitas terjaga. Selain itu pengelolaan sudah terorganisir. Dalam proses pengelolaannya, masing-masing petani mengelola kolamnya sendiri. Akan tetapi dalam proses pemasarannya dilakukan melalui satu pintu.
Apabila ada salah satu petani siap panen, maka ikan-ikan tersebut ditempatkan dalam bak penampungan khusus yang berfungsi sebagai display. Saat melayani konsumen, ada petugas khusus yaitu petugas pasar yang menangani penimbangan, packing dan pembayaran.
Pada saat kondisi ramai pengunjung dibutuhkan 3-4 orang petugas, sedangkan pada saat kondisi sepi cukup 2-3 orang. Petugas pasar ini dibayar sesuai prosentase, dari setiap penjualan disisihkan 7% dengan rincian 15 untuk pengembangan titik pasar (pelayanan konsumen), 2% untuk proses packing (gas dan plastik) dan 4% untuk petugas pasar.
Pemasaran
Konsumen berasal dari usaha pemancingan, rumah makan, pembeli umum bahkan dari instansi untuk keperluan penelitian. Sebagian besar pembeli berasal dari DIY dan beberapa dari Kalimantan dan Sulawesi.
Untuk harga jual bervariasi tergantung dari jenis ikan, ikan bawal ukuran 2-3 jari 18 ribu /kilo, ikan nila 13 ribu / kilo, graskap ukuran 1 jempol 25 ribu/kilo, tombro ukuran 1 jari 40 ribu/ kilo.
Pada hari besar omset mencapai 10 juta per hari sedangkan hari biasa 5 juta per hari. Omset pada tahun 2007 mencapai 1,1 M dan tahun 2008 mencapai 1,4 M.
Kendala
Kendala yang dihadapi selama ini antara lain terbatasnya suplai air pada musim kemarau, sehingga dalam pemenuhan kebutuhan oksigen harus dibantu dengan blower. Hal lain adalah pada musim tertentu banyak berpengaruh terhadap jenis ikan tertentu sehingga mudah terserang penyakit.
Persaingan tidak begitu berpengaruh karena masing-masing sudah mempunyai pangsa pasar sendiri. Rencana ke depan akan dilakukan renovasi fisik pasar untuk kenyamanan konsumen. Serta membuat kolam permanen.

Simulasi Keuntungan Usaha Pembibitan Ikan Air Tawar
Analisis usaha ini didasarkan pada ukuran kolam 5 x 10 m dengan satu jenis ikan.

Pengeluaran
Pakan bibit : 5 karung x Rp. 10.000,00 = Rp. 50.000,00
Pakan pelet : 4 karung x Rp. 200.000,00 = Rp. 800.000,00
Pupuk alami : 8 karung x Rp. 2.000,00 = Rp. 16.000,00
Total pengeluaran = Rp. 866.000,00

Pendapatan
Bawal : 70 kilo x Rp. 18.000,00 = Rp. 1.260.000,00

Keuntungan

Rp. 1.260.000,00 – Rp. 866.000,00 = Rp. 394.000,00

sumber gambar : diskan.pemkab-tabjungjabungbarat.go.id

Ikan Hias Indonesia Berpeluang Menguasai Dunia

“Ikan Hias Indonesia apabila di tangani secara serius akan mampu berbicara banyak di pasar Internasional dan akan mendorong Indonesia menjadi eksportir terbesar di dunia mengungguli Singapura”, demikian yang dikatakan Direktur Produksi, Ir. Iskandar Ismanadji, pada acara coffee morning, yang diselenggarakan pada 20 Mei 2011 lalu di Gedung Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Ketua Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI), Prof. Dr. Sukoso; Ketua Komisi Ikan Hias Indonesia (KIHI), Sugiarto Budiono; serta pemain-pemain dan stakeholder ikan hias yang tinggal di Jakarta.

Seluruh peserta yang hadir pada acara tersebut, baik dari pihak DIHI maupun KIHI merasa optimis dan berharap Indonesia mampu bangkit dan menjadi produsen terbesar ikan hias di dunia pada tahun 2015 sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Dalam siaran pers yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) kepada wartawan disebutkan bahwa potensi ekspor ikan hias Indonesia diperkirakan sudah mencapai US $ 60 juta sampai dengan US $ 65 juta. Angka potensi ini akan menandingi Singapura sebagai eksportir terbesar di dunia. Pada tahun 2009 Indonesia baru menguasai 3,12 % dari perdagangan ikan Hias dunia. Hal ini masih tertinggal dari Singapura yang sudah mencapai 16,08%.

Spesies Ikan Hias Air Tawar di Indonesia diperkirakan berjumlah 400 spesies dari total 1.100 spesies di dunia, sedangkan ikan Hias Air Laut diperkirakan berjumlah 650 spesies. Di samping itu, sekitar 18 % dari seluruh terumbu karang di dunia berada di wilayah Indonesia. Wilayah sebaran produksi ikan hias Indonesia meliputi 18 propinsi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua dan Papua Barat. Pangsa Pasar Ekspor Ikan Hias utamanya adalah Negara Singapura, Cina, Hongkong, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, USA dan Eropa.

Air Laut
Edward Danakusumah, salah seorang anggota DIHI mengungkapkan, pemerintah agar sudah mulai mempersiapkan pengembangan budidaya ikan hias air laut. Menurutnya, sekarang permintaan ikan hias hias air laut mulai bertambah banyak, diperkirakan sepuluh tahun mendatang permintaan spesies ikan hias air laut akan semakin meningkat sehingga ikan hias air laut menjadi bisnis yang sangat menguntungkan, “oleh karena itu, kalau ini tidak diantisipasi dari sekarang, bukan tidak mungkin spesies ikan hias air laut akan direbut negara tetangga” kata Edward.

Langkah-langkah yang harus perhatikan oleh pemerintah, menurut Edward, adalah dengan cara memikirkandan mengikuti event-event ikan hias, baik yang diselenggarakan di dalam maupun di luar negeri. “Pemerintah harus berperan aktif dalam segala event-event ikan hias. Ini dimaksudkan untuk promosi” tandas Edward.

Kendala
Di Indonesia, menurut siaran pers tersebut, seperti di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara yang sudah berhasil mengembangkan serta memasarkan komoditas ikan hias yang memiliki harga cukup baik seperti diantaranya jenis : arowana, discus, cupang, koi, louhan, guppy, koki, dan jenis ikan hias air tawar lainnya. Sementara jenis ikan hias laut seperti : clown fish, damsel, chromis, marine angel, scorpion, butterfly, scooter blenny, wrasse, trigger fish, beaked coral fish, sea horse, cardinal, beberapa diantaranya berhasil dibudidayakan.

Namun, kebijakan pengembangan industri ikan hias juga masih terkendala dengan kebijakan management authority CITES yang berada di Kementerian Kehutanan ada (beberapa jenis ikan hias masih masuk dalamAppendix CITES yang kewenangannya masih di Kementerian Kehutanan”, tambah Direktur Produksi.

Jenis-jenis Kerapu dan Budidayanya


Di Indonesia kerapu termasuk komoditas unggulan perikanan budidaya. Harga cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor yang sangat diminati di pasar Internasional. Terdapat 7 genus ikan kerapu yang tersebar di perairan Indonesia, yaitu Aethaloperca, Anyperodon, Cephalopholis, Chromileptes, Epinephelus, Plectropomus, dan Variola. Dari 7 genus kerapu tersebut tidak semua dapat dibudidayakan dengan baik. Ada 3 genus saja yang dapat dibudidayakan dengan baik dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ketiga genus tersebut adalah Chromileptes, Plectropomus, dan Epinephelus.
Spesies kerapu komersial genus Chromileptes adalah Chromileptes altivelis yang termasuk jenis Serranidae, ordo Perciformes. Jenis kerapu ini disebut juga polka dot grouper atau hump backed rocked atau dalam bahasa lokal sering disebut ikan Kerapu Tikus. Ciri-ciri tubuh adalah berwarna dasar abu-abu dengan bintik hitam. Ikan kerapu tikus juga sering disebut sebagai ikan kerapu bebek merujuk pada cirri-ciri tubuhnya yang dihiasi bintik-bintik kecil bulat berwarna hitam dan dengan karakteristik tubuhnya yang seperti itu jenis kerapu ini dalam perdagangan internasional disebut sebagai panther fish. Daerah habitatnya meliputi Kep. Seribu, Kep. Riau, Bangka, Lampung dan kawasan perairan terumbu karang.
Spesies kerapu dari genus Plectrocopomus yang sudah dapat dibudidayakan dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi adalah ikan kerapu sunuk atau kerapu merah (Plectrocopomus leopardus) yang banyak dibudidayakan oleh karena jenis ikan ini ternyata pertumbuhannya lebih cepat daripada jenis ikan kerapu lainnya, dan benihnya selain diperoleh dari alam (penangkapan) juga sudah dapat diadakan dengan cara pemijahan dalam bak. Kerapu Sunuk (coral trout) sering ditemukan hidup di perairan berkarang. Badan ikan memanjang tegap. Kepala, badan, dan bagian tengah dari sirip berwarna abu-abu kehijau-hijauan, cokelat, merah, atau jingga kemerahan dengan bintik-bintik biru yang berwarna gelap pada pinggirnya. Bintik-bintik pada kepala dan bagian depan badan sebesar diameter bola matanya atau lebih besar. Pada jenis kerapu sunu lodi kasar umumnya bintik-bintik biru di badan berbentuk lonjong. Sebaliknya, pada kerapu sunu lodi halus bintik-bintik ini berbentuk bulat dan lebih kecil ukurannya bintik-bintik yang ada di bagian belakang badan berbentuk bukat dan berukuran kecil. Sementara itu, bagian bawah kepala dan badan tidak terdapat bintik-bintik biru. Namun, ada satu bintik biru pada pangkal sirip dada. Bentuk ujung sirip ekor ikan kerapu sunu rata. Ujung sirip tersebut terdapat garis putih. Adapun pada sirip punggung ikan terdapat duri sebanyak 7-8 buah. Daerah habitat tersebar di perairan Kep. Karimanjawa, Kep. Seribu, Lampung Selatan, Kep. Riau, Bangka Selatan, dan perairan terumbu karang.
Spesies dari genus Epinephelus adalah ikan Kerapu Lumpur atau estuary grouper (Epinephelus spp) dan ikan kerapu macan yang memiliki nama ilmiah Epinephelus fuscogutattus. Kedua jenis ikan inilah yang sudah dapat dibudidayakan di Indonesia dari genus Epinephelus. Kerapu lumpur mempunyai warna dasar hitam berbintik-bintik sehingga disebut juga kerapu hitam. Bentuk tubuh memanjang Bagian kepala dan punggung berwarna gelap kehitaman, sedangkanperut berwarna keputihan. seluruh tubuhnya dipenuhi bintik-bintik kasar berwarna kecokelatan atau kemerahan. Spesies ini paling banyak dibudidayakan karena laju pertumbuhannya yang cepat dan benih relatif lebih banyak ditemukan. Daerah habitat banyak ditemukan di Teluk Banten, Segara Anakan, Kep. Seribu, Lampung, dan daerah muara sungai.
Kerapu macan termasuk kelompok ikan kerapu yang berharga tinggi. Jenis kerapu ini merupakan ikan asli Indonesia yang hidup tersebar di berbagai perairan berkarang di Nusantara. Selain di Indonesia, daerah penyebaran kerapu macan meliputi perairan di wilayah Indo-Pasifik. Bentuk ujung sirip ekor, sirip dada, dan sirip dubur ikan berupa busur. Kepala dan badannya berwarna abu-abu pucat kehijauan atau kecokelatan. Badan dipenuhi dengan bintik-bintik gelap berwarna jingga kemerahan atau coklat gelap. Bintik-bintik di bagian tengah lebih gelap dibanding yang di pinggir. Ukuran bintik semakin mengecil ke arah mulut. Adapun punggung dan pangkal sirip punggung ikan terdapat bercak besar kehitaman.
Dalam pembudidayaan ikan kerapu di atas perlu diperhatikan hal-hal berikut agar pembudidayaan dapat berhasil, yaitu :
  • Terlindung dari gelombang besar dan badai, sebab ikan mudah menjadi stres dan menurunkan selera makan apabila terus menerus dihantam gelombang,
  • Terlindung dari ancaman predator yaitu hewan buas laut (ikan butal dan ikan besar lainnya) dan burung laut,
  • Terlindung dari ancaman pencemaran buangan limbah industri, limbah pertanian dan limbah rumah tangga,
  • Terlindung dari hilir mudik lalu lintas kapal karena selain akan menimbulkan riak-riak gelombang juga buangan kapal (minyak solar dll) akan mencemari area pemeliharaan

Segudang Manfaat Teripang Budidaya

Teripang adalah komoditas budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. prospek pengembangan budidaya teripang sangat menjanjikan. Apalagi kawasan Indonesia yang memiliki perairan laut yang sangat luas. Teripang adalah hewan yang bergerak lambat, hidup di dasar pasir pada lingkungan terumbu karang. Teripang dapat dijumpai mulai dari daerah pasang surut sampai dengan laut dalam.
Teripang berperan penting dalam lingkaran rantai makanan pada tingkat struktur pakan. Teripang berperan sebagai deposit feeder yaitu sebagai hewan pemakan deposit. Teripang juga berperan sebagai suspension feeder yaitu sebagai hewan pemakan suspensi.
Teripang memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Sedikitnya terdapat 50 jenis kandungan aktif biologi yang ditemukan di dalam teripang. Kandungan Teripang berdasarkan hasil penelitian adalah :
  1. Kolagen
  2. Mukopolisakarida atau Glucasaninoglycans (GAGs)
  3. Glucosamine
  4. Chondroitin
  5. Saponin
  6. Gamapeptide
  7. Omega-3, 6, dan 9
  8. Protein
  9. Vitamin A, B1 (Thiamine), B2 (Riboflavin), dan B3 (Niacin)

Kolagen 

  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Memelihara kesehatan sendi dan tulang, mencegah osteoporosis.
  • Membuat kulit menjadi lebih muda, meningkatkan kecantikan dan memperlambat penuaan dini.
Mukopolisakarida atau Glycosaminoglycan Acid (GAG’s)
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, anti kanker dan anti tumor.
  • Mencegah inflamasi dan mengurangi rasa sakit, mempercepat penyembuhan luka.
  • Mengurangi kadar gula darah dan kekentalan darah, mencegah penggumpalan darah, mengendalikan lemak darah, mengurangi trigliserida dan kolesterol.
  • Mencegah penuaan dini.
  • Anti virus dan anti radioaktif.
Glucosamine dan Chondroitin
  • Mencegah inflamasi dan mengurangi rasa sakit.
  • Memelihara kesehatan sendi dan tulang, memperbaiki sendi yang rusak, menyokong kesehatan tulang rawan, tendon, dan ligamen.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memelihara pertumbuhan dan perkembangannya.
Saponin
  • Antioksidan, anti mikroba, dan anti kanker.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Merangsang pembentukan sumsum tulang, memproduksi darah dan mencegah anemia.
  • Bertindak sebagai perangsang untuk membantu masalah impotensi.
  • Meningkatkan metabolisme energi dan mengatasi kelelahan.
Gamapeptide (hanya di temukan di Golden Sea Cucumber, tidak terdapat di spesies lain)
  • Mencegah inflamasi dan mengurangi rasa sakit, mempercepat penyembuhan luka ( 3 kali lebih cepat ).
  • Mengaktifkan pertumbuhan dan aktifitas sel-sel.
  • Membuat kulit menjadi lebih muda dan meningkatkan kecantikan.
  • Menenangkan dan menstabilkan emosi.
  • Memelihara sirkulasi darah.
Omega 36 dan 9
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Menutrisi otak dan jantung.
  • Mengendalikan lemak darah dan tekanan darah, memelihara sirkulasi darah, mencegah penyakit kardiovaskular.
  • Meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat, mencegah kepikunan.
Protein (Asam Amino)
  • Terdapat 18 asam amino dengan 9 asam amino esensial. Komponen untuk pertumbuhan sel-sel baru, memperbaiki jaringan, memproduksi antibodi dan enzim.
  • Kaya akan arginin, komponen penyusun sperma dan kolagen.
Protein (Lektin)
  • Lektin pads Sea Cucumber tidak berpengaruh pada tipe golongan darah. Lektin tsb memiliki aktifitas anti kanker bahkan memiliki efek positif terhadap perlawanan virus HIV.
  • Bersama asam amino, Trypsin lektin meningkatkan aktifitas aglutinasi, yaitu aktifitas darah dalam proses pembentukan antibodi dari serangan bakteri & mikroorganisme yang menginfeksi darah.
Vitamin A, B1 (Thiamine), B2 (Riboflavin), dan B3 (Niacin)
  • Melancarkan metabolisme dan memelihara kesehatan fungsi sistem tubuh secara keseluruhan.

Perkembangan budidaya teripang di Indonesia belum maksimal. Padahal komoditas ini sangat potensial untuk dikembangkan. Apalagi jika melihat penangkapan terhadap teripang tidak hanya pada teripang berharga mahal tapi juga pada teripang yang berharga murah. Hal ini menunjukan bahwa pasar teripang sangat terbuka. Saat ini, baru kawasan Indonesia timur saja yang melakukan pengembangan budidaya teripang, antara lain Maluku, Papua, Papu Barat dan Sulawesi tenggara. Di kawasan barat Indonesia, hanya Provinsi Lampung saja yang sudah membudidayakan teripang secara komersial. 

Lokasi budidaya teripang yang baik memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • Dasar perairan terdiri dari pasir.
  • Pasir berlumpur yang ditumbuhi lamun (seagrass).
  • Pada surut terendah masih tergenang air yang dalamnya antara 40-80 cm.
  • Kecerahan air di atas 75 cm dan arus tidak terlalu kuat serta terlindung dari angin yang kencang.
  • Perairannya tidak tercemar dan mudah dijangkau.
  • Salinitas antara 24-33 ppt serta suhu 25-300 celcius
Dengan melihat segudang kandungan dan manfaat yang dimiliki oleh teripang maka tidak salah jika prospek budidaya teripang sangat cerah. Apalagi pasar luar negeri merespon sangat baik terhadap teripang dari Indonesia. Saat ini, teripang yang memiliki nilai ekonomis tinggi antara lain teripang pasir (Holothuria scabra), teripang perut hitam (H. atra), teripang susuan (H. nobilis), teripang perut merah (H. edulis), dan teripang nanas (Thelenota ananas).

Jenis-jenis Ikan Arwana Indonesia

Arwana merupakan ikan hias yang sangat diminati. Karakteristiknya yang memiliki warna yang indah membuatnya menjadi primadona. Tidak hanya sebagai hiasan, arwana oleh beberapa kalangan juga diyakini membawa keberuntungan bagi yang memilikinya. Ikan arwana yang termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi memiliki banyak varietas di seluruh dunia. Di Indonesia terdapat beberapa jenis arwana yang diantaranya telah dapat dibudidayakan.

Super Red Arwana
Indonesia termasuk Negara yang memiliki jenis ikan arwana yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ikan ini banyak ditemui di perairan Kalimantan utamanya di Kalimantan bagian barat. Ikan arwana merah memiliki beberapa varietas diantaranya arwana warna merah darah (blood red), merah cabe/cabai (chili red), merah oranye (orange red) dan purple red.
Secara umum arwana merah, sejak kecil sudah memiliki warna merah pada sirip, ekor, dayung dan sungut. Sedangkan warna merah pada badan akan meuncul ketika arwan sudah berusia 3 – 4 tahun.
Golden Arwana
Arwana jenis ini di alam banyak ditemui diperairan Sumatera terutama di provinsi Riau. Varietas arwana jenis ini berdasarkan warna dasarnya terdiri dari blue base, green base dan gold base. Kekurangan dari arwana ini adalah warna sisik pada umumnya tidak bisa sampai melewati punggung dan hanya sampai pada level sisik ke 4 (dihitung dari bawah badan ke atas).
Jardini Arwana
Karakteristik arwana jenis ini memiliki warna dasar hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kunign ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini dapat dijumpai di Pulau Irian karena arwana ini sering pula disebut sebagai arwana irian. Jardini dibagi 2 jenis, yaitu warna dasar lebih gelap adalah scleropqges jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah scleropqges leichharti.
Inilah beberapa arwana yang populer di Indonesia dan oleh sebagian pembudidaya ikan hias ketiga jenis ikan arwana tersebut telah dapat dibudidayakan. Teknik budidaya ikan arwana secara umum tidaklah sulit namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang ekstra.
Arwana dapat dikembangbiakkan di wadah budidaya seperti akuarium atau kolam. Kualitas air yang selalu terjaga baik menjadi tuntutan dalam budidaya ikan ini. PH air untuk budidaya arwana sebenarnya sangat lebar tapi lebih disarankan untuk memudahkan pemeliharaannya PH airnya disesuaikan dengan kondisi air pada kondisi sebenarnya di alam yaitu PH 6,8 – 7,5 dan suhu 27 – 29 C. Sedangkan penggantian air untuk menjaga kualitas air, dilakukan sebanyak 30 – 34 % dari total volume dengan air deklorinisasi. Penggantian air perlu dilakukan apalagi jika kondisi setelah hujan karena air hujan dapat mengakibatkan perubahan mendadak pada kualitas air.
Pemberian pakan pada arwana sebaiknya diberikan pakan bervariasi yang mengandung protein sangat tinggi. Pakan untuk induk arwana dapat diberikan berupa ikan/udang rucah ditambah dengan pellet dengan kadar protein 32 %. Pemberian pakan ini dilakukan setiap hari dengan ketentuan 2% dari berat total tubuhnya.
Kematangan gonad akan terjadi pada saat umur ikan arwana berumur 4 tahun dan sudah mencapai panjang 45 – 60 cm. Pemijahan akan terjadi sepanjang tahun. Puncak pemijahan akan terjadi antara bulan Juli dan bulan Desember. Ketika telah terjadi pemijahan maka induk jantan akan menjaga telur tersebut di dalam mulutnya selama 2 bulan.

Tambak Bandeng Panen 50 Hari

Tambak bandeng di pesisir utara Cirebon sudah rusak, miskin hara. Kondisi itu menyebabkan petambak bandeng tidak mungkin mendapat hasil tinggi. Bahkan ada petambak kawakan bilang, beternak bandeng di pesisir utara Cirebon hanya buang uang dan tenaga. Itu memang dirasakan Muhidin, petambak bandeng di Cirebon. Selama 31 tahun bergelut dengan ikan bermulut mungil itu, tak pernah ia meraup untung besar. Kalau tidak rugi, paling pas-pasan.
Tanpa pelet, panen 50 hari
Kondisi itu berubah sejak Muhidin menerapkan teknologi sederhana. Mula-mula ia mengeringkan kolam lalu menaburkan cacahan 20 gedebong pisang. Menurut Junaedi gedebong pisang kaya unsur fosfor organik yang tidak merusak tanah kolam. Karena tanah tetap gembur, unsur hara di dalam kolam mudah diserap tanaman yang menjadi makanan bandeng yaitu klekap. Penggunaan gedebong cukup 1 kali dalam setahun atau 5 periode. Setelah itu kolam dengan kedalaman 60-80 cm (dasar kolam menyerupai punggung kura-kura) itu diisi air hingga macak-macak. Jangan lupa menyaring air agar tidak banyak predator masuk. Gunakan racun jika terlihat banyak predator. Tiga hari kemudian isi air hingga ketinggian 40-60 cm. Terlalu dalam, sinar matahari yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis tidak bisa masuk ke dasar kolam.
Muhidin masih menambahkan 1 liter probiotik untuk meningkatkan kesuburan kolam. Probiotik yang berisi mikroba itu dicampurkan ke dalam 50 liter air, lalu disebar merata ke seluruh kolam. Biarkan kolam selama 3 hari sebelum bibit bandeng ditebar. Bibit yang digunakan berukuran 2,5-3 cm dengan padat penebaran 3.000 ekor. “Idealnya bibit berukuran 5 cm supaya lebih kuat. Tapi karena ketersediaan terbatas, bibit ukuran lebih kecil pun diambil,” tutur Muhidin. Tiga pekan berselang Muhidin kembali menambahkan suplemen yang berasal dari ekstrak kotoran walet, sayur-sayuran, dan buah-buahan, serta ikan. Dosisnya sama, 1 liter untuk kolam seluas 4.000 m2. Tujuannya mengantisipasi ketersediaan pakan yang berkurang setelah bandeng tumbuh besar. Suplemen ini boleh digunakan, boleh juga tidak jika klekap yang tumbuh bisa mencukupi kebutuhan ikan.
Meski tanpa pelet, pertumbuhan bandeng luar biasa cepat. Umur 50 hari bandeng sudah besar-besar: sekilo isi 10 ekor. Saat itu juga Muhidin dan Fuji, istrinya, melakukan pemanenan. Padahal biasanya dengan budidaya konvensional dibutuhkan waktu 5-6 bulan untuk mencapai ukuran sama. Itu pula yang Trubus saksikan ketika akhir Desember 2008 berkunjung ke kolam pembesaran milik Muhidin. Puluhan bandeng berumur 43 hari yang diambil sebagai sampel rata-rata berbobot 10-12 ekor/kg. Pertumbuhan cepat karena klekap subur sehingga ketersediaan pakan melimpah. Selain tumbuh supercepat, tingkat kelulusan hidup juga meningkat drastis dari 70% menjadi 98%. Itu lantaran gedebong pisang dan probiotik menstabilkan salinitas dan pH air.

USAHA IKAN HIAS AQUARIUM

PENDAHULUAN

Sejalan dengan lajunya pembangunan Kota Jakarta, maka perkembangan perikananpun mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini dimungkinkan karena pada hakekatnya Kota Jakarta merupakan Wilayah konsumen yang potensil, sehingga sangat mendukung dalam usaha pemasarannya.

ikan_hias

Mengamati kegiatan usaha Perikanan khususnya ikan hias tentunya tak dapat dipisahkan dengan sarana penunjang yang yang tak kalah pentingnya dengan usaha ikan hias itu sendiri yaitu “AQUARIUM” karena betapun indahnya ikan hias apabila tidak ditunjang dengan penampilan aquarium serta dekorasi yang memadai, maka sesungguhnya nilai keindahan itu telah berkurang dan ini hanya bisa dicapai melalui penanganan yang tekun dan berkelanjutan.

ikan_hias_2

Untuk mengembangkan usaha ikan hias diwilayah DKI Jakarta dilaksanakan melalui Pusat Promosi Hasil-hasil Perikanan yang beralokasi di Jalan Sumenep, Jakarta Pusat.

PERLENGKAPAN AQUARIUM

  1. Aquarium dalam keadaan bersih dan tidak bocor
  2. Tanaman hdiup secukupnya
  3. Bahan-bahan dekorasi: pasir bersih (tidak mengandung lumpur), koraltex, akar kayu dan batu karang
  4. Pompa udara (aerator) sebagai alat penambah oksigen dalam air
  5. Lampu neon ultra violet pada malam hari dapat menimbulkan rasa alami yang mempesona
  6. Filter yang dihubungkan dengan aerator berfungsi sebagai penyaring kotoran dalam air
  7. Peralatan lainnya: slang plastik, serokan dan pembersih kaca.

aquarium_1

TEKNIS DEKORASI AQUARIUM

  1. Pasir dimasukkan kedalam aquarium lalu diatur/dipadat sambil diberi percikan air secukupnya.
  2. Kemudian tanaman air ditanam dengan cara dibenamkan kedalam pasir (tanaman yang lebih tinggi diletakkan dibagian belakang)
  3. Setelah diperkirakan siap untuk didekor, maka sebelum diisi air permukaan tanaman dan pasir ditutup dengan kertas koran atau plastik. Hal ini dilakukan dengan maksud agar tekanan air tidak merusak tanaman dan tidak menimbulkan kekeruhan.
  4. Air dalam aqurium ditunggu sampai kotorannya mengendap, lalu ikan dimasukkan (diusahakan jenis ikan yang tidak saling memangsa)
  5. Tahap selanjutnya aerator dipasang sesuai ukuran aquarium, tapi bila tersedia banyak tanaman hidup, aerator cukup dipasang pada malam hari saja
  6. Aquarium diletakkan ditempat yang datang agar tekanan air merata dan diusahakan jangan terlalu banyak terkena sinar matahari karena akan mempercepat tumbuhnya lumut.

MAKANAN IKAN

  • Makanan ikan hias air tawar terdiri dari 2 macam yaitu: makanan alami seperti kutu air (Moina) cacing rambut (Fubifek, Chironomus) dan lawa nyamuk (cuk).
  • Makanana alami harus dibersihkan/dibilas terlebih dahulu dengan air bersih sebelum di berikan pada ikan dan satu hari cukup 1 (satu) kali saja
  • Makanan buatan: wafer, tahu, darah ayam/kerbau/marus
  • Makanan buatan sebaiknya diberikan pada saat tidak ada makanan alami
  • Pemberian makanan diusahakan jangan sampai tersisa karena dapat menimbulkan pembusukan/keracunan

MANFAAT

ikan_hias_3

Ada beberapa manfaat yang dapat dipetik dari keindahan aquarium ikan hias antara lain:

  1. dapat mendidik rasa cinta alami
  2. merupakan hiburan yang dapat mengendorkan urat syaraf serta menimbulkan rasa tentram di rumah
  3. menambah keindahan ruangan dan tidak memerlukan tempat yang luas
  4. merupakan usaha sambilan yang dapat menambah penghasilan keluarga
  5. menjaga kelestarian sumber daya perikanan

Sumber: Dinas Perikanan, Pemerintah DKI Jakarta, Jakarta

Ikan Kayu (Katsuobushi)

          
            Ikan kayu (dried bonito stick) atau yang lebih dikenal sebagai Katsuobushi adalah produk tradisional yang dibuat melalui tahapan-tahapan, menurut Nasren dan Irianto (1987) dalam Giyatmi (1998) tahapan tersebut meliputi meliputi penyiangan dan pemotongan, perebusan, pengasapan pertama, penambalan, pengasapan tahapan kedua, Pengeringan dan penyerutan, dan fermentasi.
a. Penyiangan dan pemotongan
            Proses ini meliputi pembuangan kepala dan isi perut, pembuatan fillet dan pemotongan dalam bentuk lain. Untuk fillet yang berbobot kurang dari 3 kg dipotong menjadi dua bagian, yang biasa disebut kome-bushi. Sedangkan fillet akan berukuran besar menjadi 4 bagian, yang disebut honbushi. Khususnya untuk honbushi dipisahkan lagi menjadi male-fushi atau o-bushi untuk bagian punggung dan femade-bushi atau me-bushi untuk loin bagian perut (Tanikawa 1971 dan ismi 1971 dalam Giyatmi 1998). Hasil survei yang dilaporkan oleh Lubis (1980) dalam Giyatmi (1998) bahan baku yang digunakan oleh perajin Indonesia dibedakan antara ika yang berbobot kurang dari 2,5 Kg dan lebih dari 2,5 Kg.
b. Perebusan
            Perebusan dilakukan dengan cara meletakkan ikan pada suatu baki dengan susunan yang teratur dan posisi lurus. Perebusan dilakukan pada suhu 80-850C untuk daging ikan segar dan 90-950C untuk daging ikan yang kurang segar. Suhu dinaikkan perlahan-lahan kira-kira 20 menit sampai mendidih. Setelah mendidih perebusan diteruskan sampai 45-60 menit  untuk Komebushi dan 60-90 menit untuk hunbushi. Selanjutnya didinginkan dan dibuang duri serta tulang-tulang kecilnya.
c. Pengasapan
            Pengasapan merupakan salah satu cara pengawetanikan agar tahan lama, selain memasak juga mengeringkan ikan serta memberi rasa yang khas pada ikan yang diasap (Irawan 1995 dalam Nurhaeruningsih 2000). Beberapafaktor yang mempengaruhi proses pengasapan adalah suhu pengasapan, kelembaban udara, jenis kayu yag digunakan dan ketebalan asap (Wibowo 2000 dalam Nurhaeruningsih 2000).
            Proses pegasapan dibedakan menjadi dua macam yaitu pengasapan panas dan pengasapan dingin. Pengasapan panas menggunakan suhu (65-80) 0C selama 3-5 jam, sedangkan pengasapan dingin menggunakan suhu (30-40)0C selama 4-6 minggu.
Pengasapan dalam proses pembuatan ikan kayu bertujuan menurunkan kadar air, sehingga membentuk  tekstur yang keras pada ikan kayu. Pembuatan ikan kayu menggunakan cara pengasapan dingin dengan waktu yang lama dapat mencapai kadar air yan cukup rendah (Motohiro 1989 dalam Nurhaeruningsih 2000).
d. Pengeringan dan penyerutan
            Pengeringan dilakukan dengan sinar matahari (penjemuran). Setelah pengeringan tahap pertama tingkat kekeringannya harus mencapai 60% pada bagian penggung dan 40 % pada bagian perut (Ismail 1971 dalam Giyatmi 1998). Setelah  kering, ikan disimpan di dalam kotak sampai 3-4 hari hingga tekstur menjadi agak lunak, selanjutnya permukaan diserut hingga halus. Setelah penyerutan, permukaan daging ikan kaering berwarna coklat cemerlang. Kemudian fillet dijemur kembali sampai 2-3 kali. Wada et al (1992) dalam Giyatmi (1998) menambahkan bahwa selama pengeringan permukaan daging digaris-garis dengan pisau selama 2 mm. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan tempat bagi tumbuhnya kepang.
e. Fermentasi
            Ikan yang telah kering ditempatkan didalam sebuah kotak dan disimpan seama 13-14 hari, sehingga akan tumbuh kapang (terutama Penicilium dan Aspergillus) dipermukaan secara alami. Tahap ini adalah fermentasi tahap pertama. Ikan diambil dan diletakkan di udara terbuka (diangin-anginkan), selanjutnya dijemur dibawah sinar matahari. Setelah kering, kapang yang tumbuh lebat atau yang tidak diinginkan dibuang dengan sikat, kemudian dipindahkan ke kontak lain untuk fermentasi tahap kedua. Fermentasi diulang sampai empat kali, dengan pertumbuhan kapang semakin banyak. Warna permukaan ikan akan berubah dan hijau keabu-abuan menjadi coklat muda yang merupkan karakteristik dari  katsuobushi. Fermentasi dapat dilakukan pada suhu 300C, dengan kelembaban relatif (RH) 80% selama 30 hari (Wada et al 1992 dalam Giyatmi 1998).
             Ikan kayu yang difermetasi lebih lama dikenal sebagai produk tradisonal jepang yang dimanfaatkaan sebagai bumbu masak (penyedap), dengan cara menyerut ikan kayu dengan pisau tajam menjadi serpihan tipis, selanjutnya ditambahkan air panas sebagai stok untuk pembuatan soup dan beberapa masakan.
            Di Indonesia, ikan kayu juga menghasilkan komoditas komersial untuk diekpor. Daerah produki ikan kayu ini terutama terdapat di Sulawesi Utara dan Sumatera Utara (Lubis 1980 dalam Yusma Yennie 1998). Sesuai dengan permintaan negara pengimpor, ikan kayu yang dihasilkna hanya merupaan produk setengah jadi, yaitu produk yang sudah diasapi, dikeringkan tanpa dilakukan proses penumbuhan kapang, yang disebut arabushi. Biasanya penjamuran dilakukan sendiri di negara tersebut dengan cara khusus untuk mengontrol pertumbuhan (Hanafiah et al 1984 dalam Yusma Yennie 1998).
            Sebagai produk tradisional Jepang mempunyai sejumlah proses pengolahan yang sejenis yang merupakan turunan dari proses pembuatan Katsuobushi. Dari beberapa jenis tersebut, Jepang hanya mengimpor dari negara lain dalam bentuk arabushi (Sjef van Eys 1983 dalam Yusma Yennie 1998).
Daftar Pustaka
Yusma Yennie 1998. Skripsi. Teknik Pembuatan dan Penyimpanan starter cair kapang Eurotium repens untuk fermentasi ikan kayu (Katsuwobushi). THP-FPIK : IPB
Giyatmi 1998. Thesis. Isolasi dan Identifikasi Kapang Pada Pembuatan Ikan Kayu (Katsueobushi) Cakalang (Katsuwonus pelamis L.) Dengan Fermentasi Alami. Pasca sarjana. IPB
Nurhaerunningsih 2000. Skripsi. Proses Pembuatan Katsuobushi ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan Menggunakan Starter Polikultur Aspergillus sp. THP-FPIK : IPB

BUDIDAYA KEPITING SOKA


INFO PENTING :

Dinas Kelautan dan Perikanan Tarakan, kini serius mengembangkan budidaya Kepiting Soka. Kepiting dengan cangkang lunak ini memang banyak digemari karena kulitnya bisa konsumsi bersamaan dengan dagingnya. Selain untuk konsumsi lokal, Kepiting Soka saat ini lebih banyak diekspor ke Eropa dan Asia. Di pasaran lokal, Kepiting Soka dihargai Rp 40.000 sampai Rp. 50.000 per kilogram.

Di tengah tingginya permintaan, petambak yang membudidayakan Kepiting Soka di Tarakan, masih sangat sedikit. Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Tarakan, berupaya melakukan pembinaan. Baik teknis maupun non teknis kepada para petambak, untuk menekuni bisnis yang menggiurkan ini.

Kepiting Soka adalah jenis kepiting yang memiliki cangkang lunak. Jika biasanya orang enggan mengkonsumsi kepiting karena harus berjuang mendapatkan daging yang berada di antara cangkang yang keras, kini tak perlu repot lagi. Karena kulit atau cangkang Kepiting Soka yang lunak bisa ikut di makan. Apakah anda tertarik untuk mencoba rasanya, atau ingin membudidayakannya?

BUDIDAYA SOKA PERLU KETELITIAN
Budidaya Kepiting Soka terbilang masih baru, sehingga belum banyak masyarakat yang menggelutinya. Satu di antara segelintir orang yang mengusahakan Kepiting Soka, adalah Heri. Menurutnya, memelihara Kepiting Soka lebih sulit dari kepiting lainnya. Karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Hampir 5 bulan terakhir, Heri warga Mamburungan ini memulai usaha budidaya kepiting lunak. Ia mengaku, tidak mudah untuk membudidayakan kepiting jenis ini. Karena sangat membutuhkan ketelitian dalam perawatannya. Namun, prinsip budidaya Kepiting Soka ala Heri sangat sederhana. Yakni dari benih Kepiting Bakau ukuran 10 sampai 12 hari, diadaptasikan dengan lingkungan tambak selama 1 hari. Kemudian dipotong kedua capitnya. Demikian pula dengan keenam kaki jalannya. Sementara kedua kaki renangnya tetap dibiarkan utuh.

Setelah pemotongan kaki, kepiting lalu dimasukan lagi ke dalam keramba dan dibelihara selama 15 hari, atau sampai mengalami proses ganti kulit atau molting. Saat molting inilah, kepiting akan menghasilkan cangkang baru yang lunak dan siap untuk dipanen. Panen kepiting dilakukan Heri beberapa hari sekali dengan hasil panen 20 sampai 25 kilogram. Hasil panen ia jual ke pengepul dengan harga RP 40.000 hingga Rp. 50.000 per kilogram. Fungsi dari pemotongan capit dan kaki jalan kepiting adalah untuk membuat stres kepiting sehingga proses moltingnya juga akan lebih cepat.

Budidaya Kepiting Soka, dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan budidaya kepiting biasa di keramba. Karena tingkat kematiannya maksimal 20 persen. Selain lebih manis, rasa Kepiting Soka juga lebih gurih dibanding kepiting biasa.

Sumber informasi :
Dinas Kelautan dan Perikanan Tarakan, kini serius mengembangkan budidaya Kepiting Soka. Kepiting dengan cangkang lunak ini memang banyak digemari karena kulitnya bisa konsumsi bersamaan dengan dagingnya. Selain untuk konsumsi lokal, Kepiting Soka saat ini lebih banyak diekspor ke Eropa dan Asia. Di pasaran lokal, Kepiting Soka dihargai Rp 40.000 sampai Rp. 50.000 per kilogram.

Di tengah tingginya permintaan, petambak yang membudidayakan Kepiting Soka di Tarakan, masih sangat sedikit. Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Tarakan, berupaya melakukan pembinaan. Baik teknis maupun non teknis kepada para petambak, untuk menekuni bisnis yang menggiurkan ini.

Kepiting Soka adalah jenis kepiting yang memiliki cangkang lunak. Jika biasanya orang enggan mengkonsumsi kepiting karena harus berjuang mendapatkan daging yang berada di antara cangkang yang keras, kini tak perlu repot lagi. Karena kulit atau cangkang Kepiting Soka yang lunak bisa ikut di makan. Apakah anda tertarik untuk mencoba rasanya, atau ingin membudidayakannya?
BUDIDAYA SOKA PERLU KETELITIAN
Budidaya Kepiting Soka terbilang masih baru, sehingga belum banyak masyarakat yang menggelutinya. Satu di antara segelintir orang yang mengusahakan Kepiting Soka, adalah Heri. Menurutnya, memelihara Kepiting Soka lebih sulit dari kepiting lainnya. Karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Hampir 5 bulan terakhir, Heri warga Mamburungan ini memulai usaha budidaya kepiting lunak. Ia mengaku, tidak mudah untuk membudidayakan kepiting jenis ini. Karena sangat membutuhkan ketelitian dalam perawatannya. Namun, prinsip budidaya Kepiting Soka ala Heri sangat sederhana. Yakni dari benih Kepiting Bakau ukuran 10 sampai 12 hari, diadaptasikan dengan lingkungan tambak selama 1 hari. Kemudian dipotong kedua capitnya. Demikian pula dengan keenam kaki jalannya. Sementara kedua kaki renangnya tetap dibiarkan utuh.

Setelah pemotongan kaki, kepiting lalu dimasukan lagi ke dalam keramba dan dibelihara selama 15 hari, atau sampai mengalami proses ganti kulit atau molting. Saat molting inilah, kepiting akan menghasilkan cangkang baru yang lunak dan siap untuk dipanen. Panen kepiting dilakukan Heri beberapa hari sekali dengan hasil panen 20 sampai 25 kilogram. Hasil panen ia jual ke pengepul dengan harga RP 40.000 hingga Rp. 50.000 per kilogram. Fungsi dari pemotongan capit dan kaki jalan kepiting adalah untuk membuat stres kepiting sehingga proses moltingnya juga akan lebih cepat.

Budidaya Kepiting Soka, dinilai jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan budidaya kepiting biasa di keramba. Karena tingkat kematiannya maksimal 20 persen. Selain lebih manis, rasa Kepiting Soka juga lebih gurih dibanding kepiting biasa.

Sumber Informasi :
http://blog.unila.ac.id/gnugroho/2009/07/23/potensi-budidaya-kepiting-soka/

BUDIDAYA BANDENG


MARI MENCOBA :

I. Pendahuluan.
Ikan bandeng merupakan adalah satu jenis ikan penghasil protein hewani yang tinggi. Usaha intensifikasi budidaya perlu dilakukan karena rendahnya produktivitas bandeng dengan budidaya tradisional. Peningkatan sistem budidaya juga harus diikuti dengan penggunaan teknologi baru.
PT. NATURAL NUSANTARA memberikan teknologi yang diperlukan dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan).

II. Sifat Biologis.
Bandeng termasuk golongan ikan herbivora , yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 – 6 bulan dengan pemeliharaan yang intensif.

III. Penyediaan Benih.
Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembsaran. Dalam pembenihan bandeng langkah yang dilakukan adalah :

1. Pemilihan induk yang unggul . Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya :
– bentuk normal, perbandingan panjang dan berat ideal.
– ukuran kepala relatif kecil, diantara satu peranakan pertumbuhannya paling cepat.
– susunan sisik teratur, licin, mengkilat, tidak ada luka.
– gerakan lincah dan normal.
– umur antara 4 5 tahun.

2. Merangsang pemijahan. Kematangan gonad dapat dipercepat dengan penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon) melalui suntikan.`

3. Memijahkan. Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan

4. Penetasan. Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 – 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang telah menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.

5. Merawat benih. Setelah berumur 9 hari larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dengan NASA dengan dosis 2 – 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S dan lain-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan nener.

IV. Pembesaran.
Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu :

1. Persiapan lahan.
Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan adalah :

– Pencangkulan dan pembalikan tanah. Bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu dengan menjadi gemburnya tanah, aerasi akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.

– Pengapuran. Selama budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman yang stabil yaitu pada pH 7 – 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah pada kondisi tersebut, dilakukan pengapuran karena penimbunan dan pembusukan bahan organik selama budidaya sebelumnya menurunkan pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri dan jamur pembawa penyakit mati karena sulit dapat hidup pada pH tersebut. Pengapuran dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 TON /ha atau 10 kg/100 m2.

– Pemupukan. Fungsi utama pemupukan adalah memberikan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang tidak kedap air (porous). Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, dan asam-asam organik utama memberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON adalah 5 botol/ha atau 25 gr/100 m2.

– Pengelolaan air. setelah dilakukan pemupukan dengan TON, air dimasukkan hingga setinggi 10 – 20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.

2. Pemindahan nener. Setelah plankton tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 – 40 cm, nener di kolam peneneran dipindahkan ke kolam

materi referensi:
http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007…