Nama TTG : Bubu Keong Macan dari Bambu
Keong macan yang banyak hidup di perairan pantai dapat juga ditangkap dengan menggunakan alat tangkap yang disebut dengan bubu keong macan. Sebagai gambaran, di bawah ini dijelaskan mengenai konstruksi, metode operasi, umpan yang dapat dipakai, musim penangkapan dan daerah penangkapan dari bubu keong macan yang dapat dijadikan sebagai acuan sebelum melakukan penangkapan dengan bubu keong macan dari bambu.
Konstruksi
Ukuran bubu keong macan dari anyaman bambu yang banyak dipakai adalah bagian bawah diameternya 20-30 cm, bagian atas diameternya 10-15 cm, tinggmya antara 10-15 cm, diameter pintu masuk berkisar antara 8-10 cm dengan berat pemberat di setiap setiap sudut bubu seberat kurang lebih 200 gram. Penusuk umpan memakai kawat dengan diameter kurang lebih 2 mm. Ukuran bubu dapat berbeda tergantung daerah penangkapan dari nelayan yang membuatnya.
Metode operasi
Pemasangan bubu di daerah penangkapan dipasang dengan cara diuntai satu demi satu (sistim rawai). Jarak satu dengan lainnya antara 1.5-2.0 m. Dalam satu set bubu biasanya dipasang sebanyak 200-300 buah bubu atau dari kapasitas perahu, modal dan kemampuan nelayan yang mengoperasikannya. Waktu operasi dimulai dari jam 18:00 — 06:00 dengan lama perendaman antara 4-5 jam.
Alat bantu penangkapan
Pengoperasian bubu keong macan dari bambu umumnya tidak menggunakan alat bantu. Untuk memudahkan pengoperasian pada waktu mengangkat bubu dapat memakai gardan yang dapat dibuat dari bambu, kayu atau besi.
Jenis hasil tangkapan
Jenis hasil tangkapan yang diprioritaskan adalah keong macan (Babylonia spirata), sedangkan hasil tangkapan yang tidak bisa dimanfaatkan dilepaskan kembali ke perairan dalam keadaan hidup.
Perahu dan nelayan
Pengoperasian bubu dapat dilakukan dengan menggunakan perahu motor tempel atau perahu motor dengan rata-rata nelayan sebanyak 2 orang.
Umpan
Umpan yang biasa dipakai berupa ikan pepetek yang sudah diasinkan atau ikan rucah.
Musim penangkapan
Musim penangkapan disesuaikan dengan musim keong macan di daerah penangkapan masing-masing informasi dari musim keong macan bisa diperoleh dari Cabang Dinas Perikanan dan Kelautan di daerah masing-masing.
Daerah penangkapan
Daerah penangkapan ialah perairan pantai yang dasar perairannya berlumpur, berlumpur bercampur pasir atau perairan yang banyak dihuni oleh keong macan pada kedalaman antara 5 -20 m tergantung keberadaan keong macan di daerah penangkapan.
Pemeliharaan alat
Untuk memelihara alat tangkap supaya tahan lama, setiap setelah dipergunakan sebaiknya dibersihkan, yang rusak diperbaiki atau diganti dengan yang baru.
Pengadaan alat dan bahan
Bahan dan alat untuk pembuatan bubu bisa dicari di toko material atau membeli Iangsung dari seseorang yang mempunyai pohon bambu.
Kisaran harga satuan peralatan
Perahu tanpa motor / perahu motor tempel Rp. 2000.000,- s/d Rp.5000.000,-. Satu buah Bubu dan tali temali Rp. 2.500,- s/d Rp. 5.000,-
Sumber : Dit PMP, DKP
Kontak : Departemen Kelautan dan Perikanan
Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Lantai 9 Tel. (021)3519070 (Hunting) Fax. (021) 3522560 Jakarta
Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Jl. Medan Merdeka Timur No. 16 Lantai 9 Tel. (021)3519070 (Hunting) Fax. (021) 3522560 Jakarta
———————-
