Bisnis Centre SMKN 2 Rembang Budidayakan Tambak Bandeng

Rembang-Siswa SMKN 2 Rembang jurusan Agribsnis Perikanan tahun pelajaran ini diajarkan budidaya ikan bandeng. Secara simbolis penebaran benih dilaksanakan Jumat pagi oleh Kepala Sekolah setempat didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, di lokasi tambak kawasan Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang.


SMKN 2 Rembang, Gatot Raharjo mengatakan budidaya ikan bandeng merupakan pengembangan dari program pendapatan asli siswa (PAS) dimana periode sebelumnya dikembangkan budidaya ikan lele. Semua kegiatan dilakukan oleh siswa dan hasilnya digunakan untuk meringankan biaya pedidikan siwa baik untuk biaya operasional dan pribadi.

Ditambahkan, pendanaan untuk budidaya tambak bandeng melalui bantuan peningkatan mutu pendidikan dari APBD I/provinsi sebesar Rp 200 juta. Sekira Rp 130 untuk menyewa lahan tambak, pembelian sarana-prasarana, bibit dan pakan, sementara sisanya untuk program lain Bisnis Centre SMKN 2 Rembang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Dandung Dwi Sucahyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, hendaknya implementasi tambak insentif pembesaran ikan bandeng konsumsi yang dikembangkan oleh Bisnis Centre SMKN 2 Rembang, jika hasilnya optimal dan maksimal dapat ditularkan ke warga Rembang.

Ditambahkan kedepan Bisnis Centre juga bisa mengembangkan perikanan darat, karena ilmu dan pengetahuan dalam jurusan agribisnis perikanan juga meliputi pelajaran tersebut. Untuk praktek budidaya ikan air tawar, pihaknya siap memediasi hak pinjam embung yang dikelola dinas terkait.


Sementara itu Ketua Pengelola Bisnis Centre Sri Wahyuni mengatakan, program budidaya tambak intensif ikan bandeng konsumsi ingin menepis keraguan sistem kelola tradisional yang dikembangkan petambak tradisonal. Dalam luasan 1 meter persegi biasanya ditebar 2-3 benih, namun diintensifkan dengan menabah jumlah tebaran antara 5 hingga 7 ekor benih ikan bandeng.


Kuncinya yakni pada sistem menyiapkan lahan dan pola makan, berbekal teori yang dipelajari dan kali ini dipraktekkan akan meringkas masa panen dari 6 bulan menjadi 4 bulan saja. Sehingga mengurangi pengeluaran untuk biaya pakan dan hasil panen akan lebih banyak diperoleh karena ikan badeng berukuran 1 kilogram berisi 4 ekor, sementara dengan sistem tradisional biasanya haya dicapai 1 kilogram berisi antara 6 hingga 8 ekor.


Tahap pertama tambak insentif pembesaran ikan badeng konsumsi yang dikembangkan Bisnis Centre SMKN 2 Rembang, budidaya di lahan seluas 1,5 hektar, ditabur 75 ribu bibit. Tingkat kematian 20%, saat panen nanti diperoleh hasil 1,2 ton ikan badeng, dengan ukuran 1 kilogram berisi 5 ekor. Sementara untuk tahap kedua di lahan eluas 0,5 hektar yang sekarang sedang disiapkan akan ditaburi 25 ribu benih ikan bandeng. ( heru )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *