Penggunaan benih dan induk bermutu baik, merupakan kunci permasalahan budidaya yang sering dikeluhkan oleh pembudidaya. Pada akhir tahun 2006, nila GESIT dan nila Nirwana telah dirilis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI sebagai strain unggul ikan nila. Diseminasi kedua jenis ikan nila tersebut, telah dilakukan dalam kerangka Pusat Pengembangan Induk Ikan Nila Nasional (PPIINN). Ikan nila Nirwana, yang dikembangkan oleh BPBI Wanayasa, digunakan sebagai induk unggul yang kemudian diproduksi pula oleh BBPBAT Sukabumi.
Dengan berpedoman pada Standar Prosedur Operasional (SPO) PPIINN, maka dilakukan kegiatan produksi calon induk unggul nila Nirwana. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan, maka diperoleh 8.200 ekor betina dan 1.200 ekor jantan (setara dengan 24 paket), dan telah didistribusikan ke 6 propinsi di Indonesia. Sementara itu, produksi benih nila tunggal kelamin jantan telah menghasilkan 515.000 ekor benih berukuran 2 – 3 cm dari 500.000 ekor yang telah ditargetkan.