Dengan telah direleasenya lele sangkuriang sebagai varietas unggul oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dengan surat KEPMEN KP nomor 26/Men /2004 tanggal 21 Juli 2004 dan kemudian didesiminasikan maka permintaan benih maupun induk cukup banyak. Namun demikian ketersediaan induk yang diproduksi masih jauh dari kebutuhan/permintaan dari para pembenih dan pembudidaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memproduksi calon induk lele Sangkuriang kelas Induk Pokok ukuran 500-700 gram/ekor sebanyak 200 paket (2.000 ekor betina dan 1.000 ekor jantan). Bahan dan alat yang digunakan yaitu Induk lele PS jantan dan betina, pakan induk, pakan benih, pakan pembesaran, cacing, ovaprim, pupuk dan kapur.
Pemijahan dilakukan secara buatan dengan jumlah induk masing-masing minimal 30 pasang (30 ekor jantan, 30 ekor betina). Larva hasil penetasan telur didederkan dalam bak fiber glass. Pendederan 2 dilakukan di kolam tanah selama tiga minggu dengan kepadatan 150 ekor/m2. Pembesaran pertama dilakukan pada kolam dengan kepadatan 200 ekor/m2 selama 2 bulan. Pembesaran kedua dilakukan pada kolam dengan kepadatan 100 ekor/m2 selama empat bulan. Dari kegiatan yang dilakukan diperoleh hasil calon induk lele Sangkuriang sebanyak 334 paket (1670 ekor jantan, 3340 ekor betina).