Muspika Gerakkan Kebersihan Tugu Perbatasan

Sarang-Melihat tugu perbatasan Provinsi Jawa Tengah-Jawa Timur yang berada di Desa Temperak Kecamatan Sarang terlihat kumuh, Muspika setempat berinisiatif mengadakan gerakan kebersihan. Sampah yang berserakan di sekitar tugu berupa patung Diponegoro dan sejumlah pohon palem yang kering dan mati disingkirkan agar kawasan terlihat asri.


Komandan Koramil Sarang Kapten Pieter Kasi disela kegiatan menjelaskan, di seputar tugu perbatasan sisi kanan dan kiri sekarang penuh warung dan menjadi tempat parkir truk besar. Kebersihan tidak dijaga sehingga menjadi kumuh.


Melihat kondisi tersebut lanjut Kapten Pieter Kasi membuat Muspika yakni Camat, Kapolsek dan Danramil Sarang merasa perihatin, kemudian berinisatif mengajak warga Desa Temperak dan para santri pondok pesantren di Kecamatan Sarang untuk bergotong-royong membersihkan tugu perbatasan.


Sementara itu Ahmad Syifak warga desa Temperak yang tinggal di dekat tugu perbatasan mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan gotong royong kebersihan karena pemerintah desa, daerah ataupun propinsi tidak mengagendakan kegiatan perawatan di tapal batas.


Ditambahkan, warga juga mengeluhkan monumen tugu perbatasan kerap digunakan sebagai arena maksiat, seperti mabuk-mabukan dan pacaran pasangan muda-mudi hingga menjurus melangggar norma agama dan susila.


Warga berharap aparat kemanan rutin melakukan razia agar kejadian tersebut tidak berlanjut karena menjadi tontonan anak-anak kecil desa setempat, mengancam pertumbuhan psikis dan moral mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *