“Semua orangtua ingin selalu melindungi anak-anaknya
agar tidak berbuat kesalahan yang bisa merugikan si anak.
Saking khawatirnya, terkadang orangtua malah gagal berkomunikasi
dengan anak karena cara komunikasinya tidak disukai anak”
Akibat dari hal di atas adalah orangtua melakukan komunikasi
dengan cara yang justru merusak hubungannya dengan si anak.
Menurut Dr. Jeffrey Bernstein, psikolog dari Philadelphia
dan penulis buku ’10 Days to a Less Defiant Child’,
ada tiga gaya komunikasi orangtua yang tidak disukai anak
seperti dilansir Psychology Today
1. Memojokkan dengan rasa bersalah
| Biasanya dilakukan dengan cara meminta atau membuat anak merasa berada dalam posisi orangtua atau orang lain dalam situasi tertentu. Orang tua seringkali mencoba membuat anak-anak merasa bersalah atas tindakan atau pikiran mereka. Orang tua yang mengontrol anak-anaknya menggunakan perasaan bersalah ini sebenarnya memiliki risiko mengucilkan anak-anaknya dari mereka sendiri Contohnya: Quote:
Cara ini tidak akan berhasil dan justru membuat Budi semakin membuat jarak |
2. Menggunakan Sarkasme atau sindiran
| Sindiran adalah mengatakan hal-hal yang berkebalikan dari apa yang sebenarnya ingin dikatakan dan tersirat melalui nada suaranya Contohnya: Quote:
Sarkasme merupakan hambatan bagi orangtua yang ingin berkomunikasi |
3. Menguliahi
| Yaitu ketika orangtua datang dan memberikan ceramah bagaimana seharusnya anaknya melakukan sesuatu, bukan memberikan masukan atau saran. Terlalu mengarahkan dan menyetir justru tidak akan didengar oleh anak-anak, atau bahkan malah membuat si anak melakukan kebalikan dari apa yang orangtua perintahkan Orangtua yang mendikte anak-anaknya bagaimana seharusnya memecahkan |
dan semoga saat kita jadi orang tua,
kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita
I Love You Ma…
You are my everything…
Semoga bermanfaat 