Karakter Burung Cucak Ijo

Burung cucak ijo atau cucak hijau memiliki suara indah dan merdu yang dapat menggembirakan si pemiliknya, selain merdu ternyata burung ini memiliki karakteristik tersendiri yang membedakan dengan burung lainnya.

Beberapa karakter cucak ijo yang perlu anda ketahui apabila ingin ternak cucak ijo ini atau hanya sekedar untuk hobi saja adalah sebagai berikut :

  • Burung cucak ijo tidak suka gelap dan gampang panik apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
  • Burung cucak ijo bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
  • Mudah sekali menirukan suara burung lain tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka dengan gampang hilang dari memorinya.

Produk Yang Dihasilkan Ternak Lebah

Lebah merupakan binatang yang bertubuh kecil tetapi menghasilkan madu yang bermanfaat untuk manusia. Selain madu ada beberapa produk yang dihasilkan ternak lebah diantaranya :

  • Madu sebagai produk utama berasal dari nektar bunga merupakan makanan yang sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan, kosmetika dan farmasi.
  • Royal jelly dimanfaatkan untuk stamina dan penyembuhan penyakit, sebagai bahan campuran kosmetika, bahan campuran obat-obatan.
  • Pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-obatan/ kepentingan farmasi.
  • Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dan kosmetika sebagai pelengkap bahan campuran.
  • Propolis (perekat lebah) untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan membunuh virus influensa.
  • Keuntungan lain dari beternak lebah madu adalah membantu dalam proses penyerbukan bunga tanaman sehingga didapat hasil yang lebih maksimal.

Budidaya Ternak Ikan Gabus

Budidaya ternak ikan gabus merupakan peluang bisnis yang bisa dicoba oleh anda, karena ikan gabus terkenal akan kelezatan rasa dagingnya yang menguggah selera.

Beberapa tahapan yang dilakukan dalam pemeliharaan ikan gabus, dari mulai pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva dan pendederan. Berikut penjelasan ketiga tahap tersebut :

Pemijahan
Pemijahan dilakukan dalam bak tembok, caranya siapkan sebuah bak beton ukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 4 hari; masukan air setinggi 50 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; sebagai perangsang pemijahan, masukan eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak; masukan masukan 30 ekor induk betina; masukan pula 30 ekor induk jantan; biarkan memijah; ambil telur dengan sekupnet halus; telur siap untuk ditetaskan.

Penetasan telur
Penetasan telur dilakukan di akuarium. Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air bersih setinggi 40 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama penetasan; pasang pula pemanas air hingga bersuhu 28 O C; masukan telur dengan kepadatan 4 – 6 butir/cm2; biarkan menetas. Telur akan menetas dalam waktu 24 jam. Sampai dua hari, larva tidak perlu diberi pakan, karena masih menyimpan makanan cadangan.

Pemeliharaan larva
Pemeliharaan larva dilakukan setelah 2 hari menetas hingga berumur 15 hari, dalam akuarium yang sama dengan kepadatan 5 ekor/liter. Kelebihan larva bisa dipelihara dalam akuarium lain. Pada umur 2 hari, larva diberi pakan berupa naupli artemia dengan frekwensi 3 kali sehari. Dari umur 5 hari, larva diberi pakan tambahan berupa daphnia 3 kali sehari, secukupnya. Untuk menjaga kualitas air, dilakukan penyiponan, dengan membuang kotoran dan sisa pakan dan mengganti dengan air baru sebanyak 50 persen. Penyiponan dilakukan 3 hari sekali, tergantung kualitas air.

Pendederan
Pendederan I ikan gabus dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 200 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 – 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 4.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Jenis Ternak Burung Merpati

Ternak burung merpati memilki keunikan sendiri yakni burung ini bisa dibuat beberapa jenis ternak tergantung tujuan pemeliharaannya yaitu sebagai pacuan, hias atau konsumsi. Anda tinggal memilih sesuai minat dan bakat yang anda miliki.

Merpati pacuan
Merpati pacuan atau disebut juga Carrier Pigeon, banyak diminati orang karena daya terbangnya kuat. Ciri dari merpati pacuan ini adalah sosok tubuh yang gagah tetapi terlihat ramping, bulu tipis dan kaku, kulit pada tonjolan hidungnya tebal dan besar. Merpati jenis ini memiliki kemampuan terbang sejauh 200 km, tetapi kemampuan merpati jelajah modern bias mencapai 1.500 km. Merpati yang termasuk jenis pacuan antara lain : Belgian homer, tumbler, flying tipper, flight, merpati pos dan yang popular di Indonesia adalah merpati lokal yang dilatih untuk dijadikan merpati pacuan.

Merpati Hias
Merpati hias dinilai dari keindahan warna, keindahan bulu dan bentuk tubuh. Merpati yang termasuk jenis hias antara lain Jacobin atau biasa disebut dengan merpati jambul, Satinette (paruh pendek), English Pouter (jangkung), Frillback, dan Florentine. Merpati hias yang popular di Indonesia adalah merpati kipas (Fantail).

Merpati Konsumsi
Merpati konsumsi disebut juga merpati potong atau pedaging. Sebenarnya semua jenis merpati bisa dijadikan merpati potong. Merpati yang termasuk jenis ini adalah Carneau dan Mondaine. Jenis merpati potong yang popular di Indonesia adalah Hummer King. Anakan Hummer King umur satu bulan bisa mencapai bobot 6-7 ons dan siap jual.

Jenis Species Lebah di Dunia

Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apini dan genus Apis.

Spesies lebah bermacam-macam, yang banyak terdapat di Indonesia adalah A. Cerana, A. Dorsata dan A. Florea. Jenis unggul yang sering dibudidayakan adalah jenis A. Mellifera.

Menurut asal-usulnya lebah dibagi 4 jenis berdasarkan penyebarannya:

  • Apis Cerana, diduga berasal dari daratan Asia menyebar sampai Afghanistan, Cina maupun Jepang.
  • Apis Mellifera, banyak dijumpai di daratan Eropa, misalnya Prancis, Yunani dan Italia serta di daerah sekitar Mediterania.
  • Apis Dorsata, memiliki ukuran tubuh paling besar dengan daerah penyebaran sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina dan sekitarnya. Penyebarannya di Indonesia merata mulai dari Sumatera sampai Irian.
  • Apis Florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah, India sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon klanceng.

Mengenal Budidaya Ikan Bandeng

Mengenal budidaya ikan bandeng supaya anda lebih tahu tentang ikan yang banyak dikonsumsi di masyarakat, bahkan mungkin termasuk anda sendiri yang suka memakan ikan bandeng yang lezat ini.

Bandeng (Latin: Chanos chanos atau bahasa Inggris: milkfish) adalah sebuah ikan yang merupakan makanan penting di Asia Tenggara. Ikan ini cenderung bergerombol di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut untuk 2 – 3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau, daerah payau, dan kadangkala danau-danau. Ia baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.

Bandeng merupakan hewan air yang bandel, artinya dapat hidup di air tawar, air asin maupun air payau. Sampai saat ini sebagian besar budidaya ikan ini masih dikelola dengan teknologi yang relatif sederhana dengan tingkat produktivitas yang relatif rendah. Jika dikelola dengan sistim yang lebih intensif, produktivitas ikan ini dapat ditingkatkan hingga 3 kali lipatnya.

Dari aspek konsumsi, bandeng adalah sumber protein yang sehat. Ia merupakan sumber protein yang tidak mengandung kolesterol. Berbagai produk olahannya antara lain dengan di presto, di asap,atau dijadikan otak-otak. Selama sepuluh tahun terakhir permintaan ikan ini meningkat dengan 6,33% rata-rata per tahun, tetapi produksi hanya meningkat dengan 3,82%.

Ikan Bandeng Bakar
Ikan ini disukai sebagai makanan karena rasanya gurih, rasa daging netral (tidak asin seperti ikan laut) dan tidak mudah hancur jika dimasak. Kelemahannya ada dua: dagingnya ‘berduri’ dan kadang-kadang berbau ‘lumpur’/’tanah’.

Duri Ikan Bandeng
Ini sebenarnya adalah tulang dari ikan. Duri ini mengganggu kenikmatan dalam memakan dagingnya. Gangguan ini dapat diatasi dengan penggunaan panci bertekanan tinggi (presto atau autoklaf) dalam waktu tertentu, sehingga duri ini menjadi lunak dan dapat dihancurkan jika dikunyah.

Bau Lumpur
Bau lumpur pada bandeng banyak dialami pada ikan yang diambil dari tambak. Jenis ikan ini jika dipelihara di karamba, hampir tidak berbau. Bau lumpur dapat diatasi dengan merendam ikan setelah dibersihkan dalam larutan cuka (dua sendok makan) selama sekitar setengah jam.

Perbedaan Tawon Dengan Lebah

Perbedaan tawon dengan lebah memang sangat sulit dibedakan bagi anda yang hanya melihatnya sepintas, padahal antara tawon dan lebah memilki bentuk fisik yang berbeda.

Tawon sering dikelirukan dengan lebah karena kemiripan fisiknya dan sama-sama merupakan anggota Hymenoptera yang bisa terbang, namun tawon dan lebah bisa dibedakan dengan melihat dan membandingkan karakteristik antara keduanya.

Tawon

  • Bertubuh relatif ramping
  • Mulutnya memiliki rahang (mandibula) untuk menggigit
  • Berambut tipis atau nyaris tidak berambut
  • Larvanya (umumnya) memakan daging
  • Semua kakinya berukuran sama

Lebah

  • Bertubuh gemuk
  • Mulutnya tidak memiliki mandibula
  • Berambut tebal
  • Larvanya memakan madu
  • Kaki belakangnya lebih besar & lebih pipih

Budidaya Ternak Puyuh Petelur

Budidaya ternak puyuh petelur dapat anda jadikan sebagai bisnis sampingan anda, karena pemeliharaannya cukup mudah dan menguntungkan tentunya.

Burung puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Puyuh merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia.

Perkandangan
Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.

Kandang untuk induk pembibitan puyuh
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

Kandang untuk induk puyuh petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

Kandang untuk anak puyuh / umur stater
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas.

Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh). Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

Pemberian pakan puyuh
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

Pemberian vaksinasi dan obat pada puyuh
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Prospek Budidaya Ternak Bekicot

Prospek budidaya ternak bekicot bisa dijadikan alternatif menambah penghasilan anda. Usaha ternak bekicot ini tergolong mudah dilakukan dan dengan modal yang relatif rendah.

Untuk memulai usaha sukses beternak bekicot maka perlu dipilih tempat yang lembab dan terlindung dari sinar matahari langsung. Kandang dapat dibuat dengan kandang kotak kayu, bak semen ataupun bak tanah. Apapun kandang yang anda pilih tetap harus memperhatikan habitat aslinya bekicot yaitu tempat yang lembab dan teduh. Bisa juga dibuat kandang dibawah pohon yang rindang supaya kelembaban tetap terjaga. Fungsi kandang tersebut untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.

Untuk bibit maka anda bisa mengumpulkan bekicot yang biasa ada di alam ataupun kebun dan pilih yang rumahnya tidak cacat atau rusak. Selain itu kriteria berat juga menjadi prioritas pemilihan bibit yaitu sekitar 80 gram. Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50-100). Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya.

Tidak semua jenis bekicot cocok untuk dibudidayakan. Dua jenis bekicot yang biasa diternakkan, yaitu spesies Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.

Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.

Cara Budidaya Ternak Ikan Mujair

Budidaya ternak ikan mujair sangat mudah dilakukan karena ikan mujair ini bisa hidup di air yang keruh bahkan untuk air yang tidak mengalirpun ikan mujair bisa bertahan hidup. Dan termasuk ikan yang tahan terhadap penyakit dan mudah bertelur.

Persiapan ternak ikan mujair :
Untuk persiapan maka anda harus membuat kolam dari tembok untuk kolam bertelur dengan ukuran 4 x 6 x 1 m. Untuk mempercepat proses adaptasi ikan maka isilah kolam tadi dengan lumpur dan lumut. Dan masukan indukan ke kolam yang telah kita siapkan. Setelah ikan bertelur dan menjadi anak pindahkan lagi ke kolam khusus benih dengan ukuran 2 x 1 x 0.5 m. Setelah umur 3 mingu maka bisa dipindahkan ke kolam pendederan. Kepadatan benih di kolam pendedran adalah 50 benih tiap meter kubik air.

Pemeliharaan ikan mujair :
Sebenarnya untuk pendederan dapat dilakukan di sembarang kolam, bisa di sawah, empang ataupun kolam tembok. Untuk kepadatan pemeliharaan setiap 1,5 m bisa berisi 20 ekor ikan mujair. Makananikan dapat kita taburkan konsentrat 521 atau 534, atau dapat membuat sendiri dari bahan bekatul + ikan asin gilig + jagung belah. Sebagai makanan tambahan (hijauan) dapat berupa daun kangkung dan bayam yang dicacah.

Masa panen :
Masa panen ikan mujair dilakukan setelah ikan berumur 4-6 bulan. Pemanenan dilakukan dengan pengeringan kolam dan mengambil ikan dengan jaring yang kuat. Karena ikan mujair mempunyai sirip yang agak tajam.