Pemkab Indramayu Antisipasi Serangan Ulat Bulu

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu, terus mewaspadai serangan ulat bulu yang semakin meluas hingga mencapai perbatasan Kabupaten Sumedang.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Indramayu, Ir Anang, mengatakan, pengawasan selama ini difokuskan ke lahan perkebunan manggga karena di Indramayu diperkirakan ada 1,5 juta pohon mangga yang tersebar di 30 Kecamatan mulai dari perbatasan dengan Subang, Sumedang dan Cirebon.
Anang berharap petani mangga tetap waspada dan segera memberi laporan jika tanaman mangga mereka terjadi serangan ulat bulu, supaya Dinas Pertanian dan Peteranakan secepatnya mengambil tindakan. Selama ini di Kabupaten Indramayu masih aman dari serangan ulat bulu.

Sementara itu Rojak Ma’nun salah seorang petani mangga di Indramayu mengaku, perkebunan mangga miliknya aman dari serangan ulat bulu, namun saat ini hasil dari perkebunan mangga tersebut tidak dapat diandalakan karena tahun lalu gagal panen.

Rojak mengatakan, jika ulat bulu menyerang Kabupaten Indramayu diperkirakan cara mengatasinya seperti didaerah Jawa Timur dengan menebang pohon mangga, sehingga petani kehilangan tanaman mangga tersebut, sedangkan modal tanam bibit mangga hingga berbuah cukup tinggi. (republika)

Banjir Indramayu Telan Korban Jiwa

INDRAMAYU – Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Saradan dan Sungai Cipanas meminta korban jiwa. Seorang nenek, pulang mencari daun pisang hanyut ke Kali Rengas.
Jenazah Wak Nar, 70 warga Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, pertama kali ditemukan oleh Satim, 45, salah seorang ketua RT di Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, terapung di dekat pintu air Blok Rawa, Minggu (17/4) pukul 07:00 WIB.
Satim yang sedang berdiri mendadak dikejutkan dengan sesosok jenazah wanita yang mengambang di dekat pintu air Kali Rengas yang airnya banjir dan berwarna coklat keruh.

Jenazah korban yang masih mengambang di Blok Rawa Kali Rengas itu diangkat warga disaksikan aparat desa dan polsek setempat.

Keterangan di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum tenggelam dan hanyut terbawa banjir, Wak Nar saat itu baru saja mencari daun pisang untuk dijual ke pasar.

Usai mencari daun pisang, Wak Nar bermaksud pulang ke rumahnya di Desa Muntur. Saat berjalan kaki menyeberangi jembatan yang terbuat dari kayu, tiba-tiba kaki wanita tua itu terpeleset.

Tubuh korban terjatuh dan hanyut terbawa derasnya arus Kali Rengas yang airnya mengalir dari Desa Muntur menuju tetangga Desa Karanganyar. (poskota)