Profil Sejarah Garuda Food

Profil sejarah garuda food dapat anda simak dibawah ini :

Garuda food – Pada 1958, Darmo Putro, mantan pejuang memilih menekuni dunia usaha dengan mendirikan PT Tudung di Pati, Jawa Tengah. Perusahaan ini bergerak di bisnis tepung tapioka.

Garuda food – Pada 1988, Tudung mulai menjual produk kacang dengan merek Kacang Garing Garuda.

Garuda food – Pada 2000, TPJ merger dengan perusahaan lain menjadi PT Garuda Putra Putri jaya.

Garuda food – Selanjutnya, berubah lagi menjadi PT Garudafood Putra Putri Jaya. Perusahaan ini melaju pesat sejak dikendalikan Sudhamek Agoeng WS pada 1994. Dari hanya satu pabrik dengan 700 karyawan dan lima produk, Garudafood cepat berkembang menjadi delapan pabrik, 19 ribu karyawan, dan 200 produk.

Sumber : Koran Tempo edisi Kamis 10 Juli 2008

Profil Sejarah Indosat

Profil sejarah indosat dapat anda simak dibawah ini.

Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulai operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan seluler, telekomunikasi internasional dan layanan satelit bagi penyelenggara layanan broadcasting.

PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat. Satelindo beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikan ia sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.

Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek di Indonesia, [2] dan Amerika Serikat New York Stock Exchange.

Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, TELKOM tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosat memegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo).

Pada akhir tahun 2002Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003 Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah satu operator selular utama di Indonesia.

Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.

Pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communication Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%.

Di tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik).

Sumber: http://id.wikipedia.org

Profil Sejarah Kacang Dua Kelinci

Profil sejarah kacang dua kelinci yang merupakan produsen snack berbahan dasar kacang ini dapat anda simak dibawah ini.

Berdiri pada 1927, PT Dua Kelinci bermula dari industri rumah tangga kecil yang memproduksi kacang garing. Visinya sederhana: memproduksi kacang garing berkualitas.

Wilayah edarnya pun terbatas, hanya di Surabaya dan sekitarnya. Namun, distribusi berkembang dan meluas mencapai seluruh Jawa Timur. Pada 1985, perusahaan ini mendirikan pabrik baru seluas 6 hektare di Pati, Jawa Tengah. Daerah ini dikenal sebagai penghasil kacang tanah dengan kualitas terbaik.

Hadi Sutiono, pengendali perusahaan, berhasil mengembangkan industi kacang garing di Indonesia. Di Pati, Hadi meluaskan pabrik dari semula 2 hektare menjadi 6 hektare dengan 1.000 lebih karyawan.