Kaliori-Untuk menunjang program nasional menuju swasembada garam konsumsi 2012, Dinas kelautan dan perikanan (Dinlutkan) kabupaten Rembang menetapkan kecamatan Kaliori sebagai sentra produksi garam kabupaten Rembang.
Kepala bidang pengawasan dan perlindungan sumber daya kelautan dan perikanan Dinlutkan kabupaten Rembang-Pamuji dalam rapat kebijakan pergaraman menuju garam konsumsi di pendopo kecamatan Kaliori hari selasa mengatakan, berdasarkan data Dinas kelautan dan perikanan kabupaten Rembang, luas lahan potensial garam di wilayah kecamatan Kaliori sekitar 971 hektar, tersebar di 10 desa yaitu desa Tunggulsari, Tambakagung, Mojowarno, Dresi kulon, Tasikharjo, Dresi Wetan, Purworejo, Bogoharjo, Banyudono dan desa Karangsekar.
Untuk mensukseskan kecamatan Kaliori menjadi sentra produksi garam, Pihaknya bersama dengan kementerian kelautan dan perikanan akan bekerjasama dengan PT wahana prakarsa utama.
Sementara itu Ahmad Muhajir tim dari kementerian kelautan dan perikanan Republik Indonesia menjelaskan, kebutuhan petani garam di wilayah kecamatan Kaliori yang akan segera direalisasikan nantinya berupa normalisasi muara sungai dari laut menuju tambak, adanya pelayanan penyangga dana, perbaikan transportasi dari tambak menuju gudang, dan perlunya gudang desa yang bisa menampung 15 ribu ton hingga 20 ribu ton garam.
Ahmad Muhajir menambahkan, perlunya dibangun sarana prasarana tersebut, karena selama ini petani garam di wilayah kecamatan Kaliori masih terkendala adanya saluran sungai yang dangkal, minimnya pendanaan dalam mengolah lahan,dan lamanya Pengangkutan garam dari tambak kegudang.