Tidak disangka, sudah berpuluh tahun tidak memelihara ikan cupang. Ternyata cupang sekarang beralih rupa. Dulu waktu masih remaja, aku senang memelihara cupang untuk diadu. warna dan bentuk siripnya biasa-biasa saja. Tetapi ketika anakku meminta untuk dibelikan sebuah ikan yang berwarna biru, siripnya lebar, ketertarikanku pada ikan yang aku miliki waktu kecil kembali bangkit.
Pertama kali ketika melihat cupang yang akan dibeli anakku, aku sangat kaget betapa tidak, dulu yang warnanya biasa-biasa saja dan hanya untuk diadu. sekarang sudah beralih rupa. Siripnya indah, ada yang pendek, lebar (halfmoon), seperti sisir (serit), double ekor, dan masih banyak lagi.
Tidak hanya untuk aduan saja, tetapi juga untuk tontonan (Klangenan) sebagai ikan hias. Sejak anakku meminta untuk dibelikan cupang, aku mulai mengkoleksinya satu demi satu. Sekarang hampir 300 ekor aku pelihara. Habis menggemaskan, Ikannya cupang yang kecil tapi kaya warna. Setahu-ku tidak ada ikan yang warnanya seperti ikan cupang, seperti warna pelangi, kaya warna.
Iseng-iseng aku mulai mencoba membudidayakannya sendiri. Belajar ilmu budidaya melalui internet, buku dan para peternak.
Sekarang aku tidak lagi beli, karena sudah bisa memijahkan sendiri. Walaupun belum bisa merawatnya dengan baik, tetapi cukup lumayan terhitung 60% bisa bertahan hidup sampai besar. Yang aku suka ketika merawat ikan cupang ini, tidak ribet, cukup mudah. Pakan ikannya juga mudah.
Yang membuat aku semangat adalah ikan cupang kaya warna ini yang membuat aku tidak bosan untuk berbasah-basah setiap hari. Memang belum kepikiran untuk menjual hasil budidaya sendiri, tetapi karena teman-teman pedagang sering bertanya…agaknya memang perlu untuk dikurangi. Hitung-hitung untuk mengganti biaya pakan ikan yang sebagian masih harus beli contohnya cacing sutra. Walaupun sekarang aku sedang mencoba membudidayakannya.
Memang ikan kecil yang satu ini elok rupanya, tidak salah bukan kalau aku mengatakan Ikan cupang kaya warna