Sale-Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kebonharjo dalam waktu dekat akan melakukan tebang di beberapa petak dalam wilayah kerjanya. Kegiatan tersebut, memberi manfaat bagi warga sekitar hutan, dengan mengambil kayu rencek sisa tebangan.
Administratur (Adm) KPH Kebonharo Ir Sudarwanto MSi disela kegiatan menyebutkan, dengan adanya Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) semakin nyata memberikan kontribusi positif kepada masyarakat desa sekitar hutan. Mereka bisa menjadi tenaga kerja diwaktu tebangan, diantaranya menjadi blandong, tenaga seret bagi yang mempunyai sapi, juga mencari rencek di areal tebangan.
Menurut Sudarwanto, kontribusi Perum Perhutani KPH Kebonharjo terhadap masyarakat sekitar hutan cukup banyak dalam membantu mensejahterakan kehidupan mereka. setiap masa tebang tiba merupakan berkah tersendiri bagi masyarakat tepi hutan di wilayah kerjanya. Seperti halnya di petak 87 RPH Tahunan BKPH Tuder, saat diadakan pengambilan sample, untuk persiapan tebangan Tahun 2011.
Meski hanya beberapa pohon yang ditebang untuk sample, kegiatan itu melibatkan sekira tiga puluh orang dan mereka juga dapat mengambil rencek.
Seperti yang dituturkan Mbah Pasti usia 60 tahun, warga dukuh Pancuran desa Tahunan kecamatan
Sementara Kasi Humas KPH Kebonharjo Djono tetap berpesan dan mengingatkan kepada pencari rencek untuk berhati-hati, agar tidak lupa menggunakan alat pelindung diri (APD), supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di areal tebangan.
Djono menambahkan, rencek termasuk salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat desa tepi hutan. Selain digunakan sebagai kayu bakar untuk keperluan memasak , juga dijual seharga Rp 8–10 ribu per bongkok, jumlah uang yang cukup berarti bagi warga yang kurang mampu.