Sarang-Selasa dini hari sekira pukul setengah tiga, saat tengah tidur, warga desa Bajingjowo tiba-tiba dikejutkan suara gemuruh dan minta tolong pemilik beberapa rumah dikawasan setempat.
Saat warga berhamburan keluar rumah, diketahui tiga rumah tertimpa tumpahan puluhan ton besi muatan truk gandeng. Yakni rumah milik Yasin usia 35 tahun, Auval Marom 49 tahun dan Akhyat Sukaefi usia 42 tahun. Kondisi rumah rusak cukup parah di bagian depan menyebabkan beberapa anggota keluarga yang waktu itu tidur di bagian tertimpa besi berukuran berat itu mengalami luka ringan. Kejadian segera dilaporkan ke Mapolsek setempat dan Pos Lalulintas 4 Sarang.
Pengemudi truk gandeng nomor polisi N 8807 US, Arsyad 50 tahun warga desa Kanigaran kecamatan Mayangan kabupaten Probolinggo, saat menjalani pemeriksaan menuturkan, saat itu dia mengemudikan kendaraan dari arah barat, sesampai di TKP dari arah berlawanan ada Bus melaju dengan kecepatan tinggi berusaha menyalip kendaraan di depannya. Menurut Arsyad, ketika bus menyalip seakan tak mempedulikan kendaraan truk yang dikemudikan olehnya, karena takut terjadi tabrakan dia terpaksa membanting setir ke kiri.
Namun akibatnya, karena di jalur sekitar TKP sedang ada pekerjaan pelebaran, roda truk yang dikemudikannya terperosok di galian sehingga oleng dan muatan besi baja tumpah menimpa tiga rumah warga. Tiga pemilik rumah menuntut rumah mereka diperbaiki seperti semula.
Sementara Arsyad sendiri mengaku tak mampu mengganti kerugian yang besarnya mencapai puluhan juta rupiah.