Sedan-Rendahnya PH (keasaman) tanah sebagai akibat adanya curah hujan cukup tinggi seperti pada tahun ini, bisa menyebabkan lahan pertanian selalu basah dan Tidak pernah kering, hal tersebut bisa memicu menimbulkan berkembangnya hama penyakit pada tanaman padi. Hal tersebut di sampaikan kordinator PPL Kecamatan Sedan Subiyanto dalam acara saresehan antar kelompok tani se kecamatan Sedan, yang di gelar di BPP Kecamatan Sedan baru-baru ini.
Subiyanto menjelaskan, adanya kelembaban tanah yang cukup tinggi bisa menjadi pemicu berkembangnya hama penyakit seperti wereng, penggerek batang, Beluk dan Sundep maupun penyakit lainnya. Penyakit ini biasanya ditimbulkan bakteri maupun cendawan. Untuk itu BPP Kecamatan Sedan menghimbau kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) maupun (Gapoktan) untuk menggunakan insektisida jenis apload dan manter sesuai dengan anjuran dari penyuluh pertanian, sesuai dosis yang telah di tetapkan.
Subiyanto menambahkan saat penanaman padi maupun palawija para kelompok tani di harapkan bisa mengoptimalkan pemakaian pupuk NPK dan pupuk organik yang banyak beredar di pasaran atau membuat sendiri. Sedangkan pemakian pupuk urea diharapkan bisa di kurangi sampai dengan 25% perhektarnya, hal tersebut untuk meningkatkan kembali keasaman (PH) lahan persawahan maupun lahan pertanian.