Jum’at (27/5) bertempat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pemerintah Kab. HSS dan Tim Peneliti dari Lembaga Penelitian Unlam Banjarmasin melakukan Ekspose Analisis Hasil Pembangunan Agropolitan Kab. HSS.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Kab. HSS Jafar, S. Hut beserta anggota DPRD Kab. HSS, Sekretaris Daerah HSS Drs. H. Achmad Fikry, M. AP, para pimpinan SKPD, para Kepala Bagian Lingkup Setda HSS serta Muhammad Fauzi dan Ir. Hj. Umi Salawati dari Tim Penelitian Unlam Banjarmasin.
Sekretaris Daerah HSS Drs. H. Achmad Fikry, M. AP dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sesuai dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yakni menuju Kabupaten HSS yang Agropolitan dan Religius atau pembangunan pertanian yang berbasis Agro-Industri dan Keagamaan.
Untuk menyusun Misi maka yang digunakan adalah memantapkan Gerbang Perkotaan menuju Kab. HSS yang Mandiri, Unggul, dan Relegius. Beliau mengutarakan ada 3 (tiga) Grand Strategi Pembangunan yakni Meningkatkan Kemandirian baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, dan Masyarakat. Meningkatkan Keunggulan Daerah baik Keunggulan Kompetitif maupun Keunggulan Komparatif. Dan meningkatkan Penerapan Nilai-Nilai Religius dalam Kehidupan Berpemerintahan dan Bermasyarakat.
Muhammad Fauzi dari Tim Penelitian Unlam Banjarmasin menyampaikan laporannya bahwa evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana capaian yang sudah dicapai dan hal-hal yang perlu diperbaiki kedepan. Strategi pengembangan sistem dan usaha Agribisnis ditingkatkan menjadi strategi yang mensinergikan pengembangan agribisnis dengan pendekatan wilayah, pendekatan pembentukan dan pengembangan kawasan Agropolitan sehingga dapat mengurangi kemiskinan.
Muhammad Fauzi mengungkapkan bahwa Pemkab. HSS perlu melakukan proyeksi dan target kedepan termasuk proyeksi Anggaran atau pembiayaan agar target tersebut dapat tercapai. Adapun tujuan ekspose untuk menyampaikan informasi hasil evaluasi pembangunan agropolitan Kab.HSS, memantapkan persamaan persepsi antara pihak Eksekutif dan Legislatif dalam hal pembangunan agropolitan Kab. HSS, membangun dukungan Legislatif khususnya alokasi anggaran dan menjaring berbagai masukan pendapat dan saran untuk menyempurnakan kegiatan evaluasi yang akan dilakukan pada tahun 2011 sampai 2013.
Gerbang Perkotaan yakni yang pertama pengembangan wilayah pegunungan seperti perkebunan, pertanian, pariwisata dan pertambangan. Yang kedua pengembangan wilayah rawa seperti Pertanian, Perkebunan dan Perikanan. Dan yang ketiga pengembangan wilayah perkotaan seperti Jasa, Pendidikan, Kesehatan dan Usaha Rumah Tangga. Ada tiga pilar sasaran pembangunan yakni Kemandirian Daerah tercapai 50,55%, Keunggulan Daerah tercapai 30,35% dan Kehidupan yang Religius mencapai 40,45%.
Kemandirian Daerah ada tiga yakni pihak Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Beliau mengatakan bahwa kinerja luas panen padi sampai tahun 2009 cukup bagus, tetapi pada tahun 2010 mengalami penurunan terutama padi sawah karena terjadi perubahan iklim. Dalam hal tersebut perlu adanya adaptasi perubahan iklim dalam adaptasi tanaman sehingga bisa kembali berjalan normal spaya tidak lagi terjadi pangan yang tidak terpenuhi. Pada tahun 2009 kinerja luas panen padi rata-rata 5 ton/Ha. Beliau berharap target peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dan rata-rata hasil padi pada tahun 2013 mendatang bisa mencapai 5,5 ton/Ha. Dan kondisi jaringan irigasi seperti
Beliau mengatakan bahwa luas daerah yang dapat diairi pada Irigasi Amandit mencapai 5472 Ha, yang terbagi dalam wilayah layanan sebelah kiri dan kanan sungai Amandit, tersebar di Kecamatan Padang Batung, Kandangan, Sungai Raya, Simpur dan Angkinang. (siska_hms)