KELOLA LAUT

Pemerintah Kepri bertekad untuk mengoptimalkan potensi laut sebagai sarana menyejahterakan rakyat. Tentu ini bukan ide yang muluk sebab sebagian besar wilayah Kepri ialah laut. Semua kota/kabupaten di Kepri memiliki potensi laut. Semua wilayah bisa mengembangkan laut sesuai dengan keunikan tiap wilayah.

Optimalisasi laut tentu tidak sekadar menguras hasil laut, akan tetapi upaya tersebut harus dibarengi dengan menjaga ekosistem laut. Laut ialah sebuah wahana ribuan bahkan jutaan species laut. Laut ialah wahana mahkluk hidup.

Keramahan terhadap laut akan berbalas keuntungan terhadap manusia.
Akan tetapi keramahan terhadap biota laut pun tidak harus terkooptasi dengan romantisme perlindungan tetapi kita tidak bisa memanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Keduanya bisa saling berjalan seiring.

Potensi laut bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat melalui usaha wisata, misalnya. Keindahan bawah air menjadi daya tarik bagi banyak wisatawan. Apalagi bagi wisatawan yang doyan menyelam. Untuk usaha yang demikian tentu tidak menganggu biota laut. Untuk yang tidak bisa menyelam bisa disediakan kapal yang memiliki lantai gelas. Sehingga mereka pun bisa menikmati keindahan laut.

Ikan-ikan pun bisa dimanfaatkan. Tentu harus ada tata kelola laut. Laut tidak dibiarkan bebas dijamah manusia. Laut dibagi dalam beberapa zona. Ada zona dimana nelayan bisa mencari ikan, ada zona yang tidak boleh melakukan aktivitas mencari ikan dalam bentuk apapun. Zona pemijahan misalnya, terlarang untuk ativitas mencari ikan. Zona ini harus dijaga agar proses regenerasi ikan di zona tersebut tidak terganggu.

Nelayan tidak perlu kuatir lahan mencari ikan akan sempit sebab zona pemijahan tidak dipagar, ikan yang besar akan meluber ke sisi zona dimana para nelayan boleh menangkap ikan. Ini adalah sebuah contoh keramahan terhadap alam sembari memberikan dampak ekonomi kepada manusia.

Kita bisa kaya dari hasil laut. Tanah air kita kebanyakan ialah air. Kini produksi ikan kita hanya 10 juta ton per tahun sementara China telah mencapai 60 juta ton per tahun. Ekosistem laut yang terjaga akan membuat produksi ikan kita bisa terjaga pula, bahkan melonjak.

Tidak hanya wilayah laut yang harus dijaga agar hasil ikan tidak berkurang, wilayah kota atau daratan pun harus dikelola dengan baik dan diperhatikan. Harus ada integrasi tata ruang kota/darat dengan tata ruang laut.

Sebagai daerah maritim maka tata ruang kota/darat harus menyesuaikan dengan tata ruang laut. Percuma saja sebuah kawasan laut yang kaya akan biota laut tetapi di tepi pantai berdiri pabrik yang dengan mudahnya membuang limbah ke laut tanpa ada upaya pemurnian terlebih dahulu.

Petani tambak pun harus dilindungi. Di kawasan yang dekat dengan mereka juga tak boleh ada industri yang mengancam kelangsungan tambak mereka.

Tata ruang seperti ini sangat penting, agar niat hati ingin memanfaatkan kekayaan hayati laut tidak gagal oleh kekeliruan mengelola kota/darat.

Sumber: BatamPos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *