Rembang-Kepala Dinas kelautan dan perikanan (Dinlutkan) Rembang Suparman meminta kepada petani tambak garam untuk dapat mengoptimalkan fungsi lahan tambak yang mangkrak ketika musim hujan tiba. Pasalnya sejauh ini keberadaan tambak rata-rata hanya sebatas dioptimalkan ketika datangnya musim kemarau tiba untuk pembuatan garam. Hal tersebut disampaikan pada Lokakarya yang diikuti 40 perwakilan Petani tambak dari 20 Desa pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) di aula Setempat baru-baru ini.
Suparman mengatakan untuk bisa menambah pundi-pundi perekonomian, setelah tambak dioptimalkan untuk pembuatan garam, menjelang musim hujan tiba bisa dioptimalkan untuk produksi budidaya ikan semisal Benur. Langkah ini sejalan dengan program pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp. 5 milyar bagi 125 kelompok di 26 desa di 5 kecamatan yakni Kaliori, Rembang kota, lasem, sluke dan sarang..
Sebelum upaya ini diwujudkan pihaknya meminta kepada pemilik tambah untuk memperbarui konstruksi infrastruktur lahan tambak. Apabila rancang bangun kontruksi budidaya tambak diperbarui bisa dimanfaatkan budidaya ikan Benur. Untuk itu Pihaknya akan berupaya mengusahakan bantuan benur gratis kepada petani tambak.
Selain melihat hasil garam di kabupaten rembang mengalami peningkatan jumlah maupun kualitas, pihaknya juga berupaya tahun 2012 mendapat kucuran dana serupa. Tentunya Sesuai juklak dan Juknis nantinya bantuan tidak hanya diperuntukkan untuk pembelian perlengkapan saja.